Di zaman sekarang, rasanya memang mustahil bagi kita menjauhkan anak dari layar gadget. Apalagi rutinitas mereka, mulai dari belajar, nonton kartun, sampai main game, semuanya ada di layar HP. Inilah kenapa pentingnya periksa mata secara rutin!
Di balik antengnya anak saat main HP, kadang kita lupa akan kesehatan matanya. Karena screen time anak sekarang makin panjang, menjaga kesehatan mata anak harus jadi prioritas dari sekarang. Jangan sampai kita baru bertindak saat anak mulai mengeluh matanya sakit.
Pentingnya Periksa Mata Anak secara Rutin

World Health Organization (WHO) menyebut ada 2,2 miliar orang di dunia yang punya gangguan penglihatan. Mirisnya, 1 miliar di antaranya sebenarnya sangat bisa dicegah jika ditangani lebih awal. Kita tentu tak ingin anak kita jadi salah satu di antaranya, kan?
Kebanyakan dari kita baru panik ke dokter pas anak udah mulai kucek-kucek mata atau menyipit saat melihat layar. Padahal, menurut dr. Rahayu Widhyasti, Sp.M., dari Mayapada Eye Centre, periksa kesehatan mata itu pantang menunggu sampai anak ada keluhan!
“Banyak orang baru memeriksa matanya setelah muncul keluhan. Padahal di era digital ini, menatap komputer, laptop, atau smartphone dalam waktu lama bisa diam-diam memicu mata kering, lelah, dan penglihatan yang tidak nyaman. Kalau keluhan ini terus berulang, harus segera dievaluasi,” jelas dr. Rahayu.
Apalagi bagi anak-anak, mata minus sangat gampang bertambah kalau tidak kita pantau. Dampaknya panjang dan dapat sangat memengaruhi kualitas hidup mereka ke depannya. Bayangkan, banyak aktivitas akan terganggu jika penglihatannya kabur.
Risiko Gangguan Mata Bukan Hanya Minus Saja!

Ternyata, Bu, efek keseringan main gadget itu bukan cuma bikin mata minus atau silinder saja. dr. Rahayu juga mengingatkan kita supaya waspada kalau penglihatan anak tiba-tiba berubah drastis atau mendadak buram.
“Tidak semua keluhan penglihatan berarti mata minus atau silinder karena penyebabnya beragam. Namun, perubahan penglihatan yang tidak biasa, seperti penglihatan semakin buram beserta nyeri, muncul kilatan cahaya, atau bintik dan bayangan (floaters) secara tiba-tiba, perlu periksa,” papar dr. Rahayu.
Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak
Lalu, bagaimana caranya menjaga mata anak kalau mereka memang butuh menatap layar untuk belajar atau hiburan? Selain pentingnya periksa mata rutin, dr. Rahayu membagikan beberapa kebiasaan simpel yang bisa Ibu terapkan di rumah!
- Jangan biarkan anak menatap layar berjam-jam tanpa henti. Kita bisa terapkan aturan 20-20-20. Yaitu, setiap 20 menit menatap layar, mintalah anak mengalihkan pandangan ke benda sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
- Pastikan anak tidak main HP atau nonton TV di ruangan yang gelap gulita. Cahaya ruangan harus cukup terang agar matanya tidak bekerja terlalu keras.
- Pastikan posisi duduk anak nyaman dan jarak pandang antara mata dengan layar gadget tidak terlalu dekat (minimal 30-40 cm).
Seandainya anak memang butuh kacamata, dr. Rahayu mengingatkan jika fokusnya bukan lagi bagaimana biar bisa lepas kacamata. Yang paling penting matanya tetap sehat dan ukuran kacamatanya benar-benar cocok buat anak.
Jadi, mulai sekarang kita harus lebih aware dengan kesehatan mata keluarga. Jangan ragu untuk jadwalkan pemeriksaan mata rutin, ya. Mata yang sehat adalah jendela utama bagi anak untuk mengeksplorasi masa depannya!
Ibu juga bisa berikhtiar menjaga kesehatan mata anak, mengatasi mata lelah, kering, dan gatal pada anak dengan Syifa Kids Permata. Terbuat dari madu, Daucus carota, Curcuma xanthorrhiza, dan Cinnamommum burmanii, selain mengatasi gangguan mata juga bagus sebagai gizi mata anak.
