Bukan rahasia lagi, telur itu enak, praktis, dan bergizi tinggi. Apalagi telur rebus setengah matang dengan kuningnya yang lumer. Namun, Ibu perlu paham, seenak apa pun, sajian ini ternyata pantang diberikan untuk anak yang masih di bawah 5 tahun!
Baru-baru ini, Ibu mungkin sempat melihat berita sedih dari Surabaya. Seorang bayi kabarnya meninggal dunia setelah keluarga memberinya telur mentah. Mendengar kabar ini, wajar kalau kita sebagai orang tua langsung merasa overthinking dan waswas ya, Bu.
Kenapa Telur Setengah Matang Berbahaya untuk Balita?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) lewat Ketua Pengurus Pusat, dr. Piprim Basarah Yanuarso, sudah menegaskan keras hal inin. Telur mentah dan setengah matang sama sekali tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak.
Alasan utamanya adalah keamanan pangan. Telur yang belum matang sempurna punya risiko tinggi membawa bakteri Salmonella. Kalau sampai tertelan, bakteri ini bisa memicu infeksi salmonelosis. Infeksinya pun bisa memicu berbagai gejala, seperti:
- Diare parah.
- Demam tinggi.
- Nyeri atau kram perut yang bikin anak rewel.
- Muntah-muntah.
- Dehidrasi yang bisa berujung pada komplikasi serius.
“Telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak, terutama karena risiko keamanan pangan,” ujar dr. Piprim. Alasan lainnya, sistem pencernaan dan kekebalan tubuh anak di bawah 5 tahun belum sekuat orang dewasa.
Apakah Anak-Anak Tetap Boleh Memakan Telur?

Jangan salah paham dulu ya, Bu. Telur tetaplah makanan yang sangat bagus dan kaya akan protein hewani untuk si kecil. Bahkan, telur sangat disarankan jadi menu andalan MPASI untuk mendukung tumbuh kembangnya dan mencegah stunting.
Syarat amannya cuma satu, masaklah telur sampai benar-benar matang sempurna. Pastikan bagian putih dan kuningnya sudah padat, tidak ada lagi bagian yang berair atau lumer. Mau itu rebus, ceplok, atau dadar, pastikan semuanya matang 100%, ya.
IDAI juga menegaskan, telur yang matang sempurna adalah sumber gizi dan protein berkualitas tinggi untuk anak. Ibu bisa menjadikannya sebagai salah satu bahan MPASI sesuai dengan usia dan kesiapan bayi.
Tips Aman Mengolah Telur untuk Anak-Anak
Selain memastikan telurnya matang sempurna, kita juga wajib menjaga kebersihan saat di dapur ya, Bu. Hati-hati, sisa telur mentah yang menempel di alat masak bisa membuat bakteri menyebar silang ke makanan si kecil. Pastikan:
- Pilih telur yang cangkangnya utuh. Jangan gunakan telur yang sudah retak atau pecah karena bakteri sangat mudah masuk.
- Cuci tangan Ibu dengan sabun sebelum dan sesudah memegang telur mentah.
- Pisahkan peralatan masak (seperti pisau, talenan, atau mangkuk) yang terkena telur mentah dari makanan yang matang.
Menjadi orang tua memang harus ekstra teliti demi kesehatan si kecil. Kalau Ibu punya keraguan tentang kecukupan gizi, kapan waktu yang tepat mulai MPASI, atau bingung soal pilihan makanan, IDAI menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Untuk mendukung nafsu makan, gizi, dan pertumbuhannya, orang tua bisa memberikan Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari bahan Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat memicu nafsu makan, mendukung imunitas, dan gizi pertumbuhan.
