Ahli Mikrobiologi Klinik Jelaskan Gejala & Cara Cegah Influenza A

Ahli Mikrobiologi Klinik Jelaskan Gejala & Cara Cegah Influenza A

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di bulan September 2026 ini, kasus positif flu memang lagi lumayan meningkat tajam di Indonesia. Nah, kebanyakan dari kasus yang ada di laboratorium adalah jenis influenza A.

Ahli mikrobiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Tri Wibawa, Sp.MK., berpesan supaya kita tak perlu sampai panik berlebihan. Influenza A yang sedang beredar sekarang ini, sebenarnya adalah turunan mutasi dari virus flu yang sudah ada sebelumnya.

Gejala Flu dari Jenis Influenza A, Apa Bedanya?

Anak Terserang Influenza A

“Temuan influenza A di bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” kata Prof. Tri, melansir dari laman detikHealth, Minggu (20/9/2026).

Menurut Prof. Tri, influenza A yang saat ini beredar merupakan turunan dari virus pandemi H1N1 pada 2009 lalu yang telah mengalami perubahan genetik. Dan secara umum, influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B ini punya gejala yang cukup mirip!

  • Demam yang kadang disertai menggigil.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Nyeri otot atau seluruh tubuh.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Meski gejalanya cukup umum, Prof. Tri menyarankan untuk memberi perhatian khusus bagi kelompok rentan. Jangan sampai virus memicu komplikasi pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya sedang lemah.

“Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” ujar Prof. Tri.

Cara Melakukan Pencegahan dari Penularan Flu

Sebagai garda terdepan kesehatan keluarga, ada beberapa langkah yang bisa Ibu terapkan untuk menekan risiko penularan. Saran dari Prof. Tri sangat jelas, utamakan pola hidup sehat dan jagalah kebersihan diri sekeluarga.

Perhatikan etika saat batuk dan bersin. Prof. Tri juga mengimbau kita rajin mencuci tangan, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, serta mengurangi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu.

Pastikan juga bagi anggota keluarga yang sedang sakit untuk selalu pakai masker supaya tak menulari yang lain. Selain itu, vaksin flu juga sangat disarankan, terutama untuk anggota keluarga yang berisiko tinggi kalau sampai sakit.

“Terapkan gaya hidup sehat, etika batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan,” pungkas Prof. Tri.

Ibu juga bisa berikhtiar dengan Syifa Kids Fluba untuk pemulihan flu anak. Terbuat dari formula Curcuma xanthorrhiza, Kaemferia galanga, Cinnamomum burmanii, dan Clerodendrum serratum. Bekerja sebagai agen anti-bakteri, penguat daya tahan tubuh, peluruh lendir pernapasan, hingga penangkal radikal bebas yang efektif.

Syifa Kids Fluba Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?