Bu, apakah si kecil di rumah sering terlihat lesu, kurang nafsu makan, atau perutnya buncit? Hati-hati! Gejala-gejala ini bisa jadi tanda si kecil terkena cacingan. Banyak yang menganggap remeh masalah ini, padahal cacingan yang tidak diatasi bisa menyebabkan stunting.
Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang umum di Indonesia. Per 2015, menurut Kementerian Kesehatan, kejadiannya mencapai 28% lebih. Penyakit ini sering kali menyerang anak-anak, terlebih anak-anak yang suka bermain di tanah. Lantas, bagaimana bisa cacingan menyebabkan stunting?
Mengenal Bahaya Infeksi Cacing pada Anak

Cacingan adalah infeksi yang terjadi saat cacing parasit hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Ada beberapa jenis cacing yang mampu menginfeksi, seperti cacing tambang, cacing gelang, cacing kremi, hingga cacing pita.
Cacing bisa masuk ke tubuh anak melalui berbagai cara, misal saat anak bermain di tanah atau air yang terkontaminasi telur cacing. Telur cacing yang masuk lewat kulit atau termakan akan berjalan menuju usus, berkembang biak, dan mengambil alih nutrisi yang seharusnya terserap oleh tubuh si kecil.
Sayangnya, gejala awal cacingan biasanya kurang jelas dan spesifik. Si kecil mungkin hanya terlihat lemas, mual, diare, atau berat badannya menurun tanpa sebab. Ibu perlu waspada jika ciri-ciri ini muncul pada anak. Karena jika tidak, cacingan bisa menyebabkan stunting.
Bagaimana Bisa Cacingan Menyebabkan Stunting?

Ibu pasti tahu kalau anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) dan usia kanak-kanak sedang dalam masa pertumbuhan emas. Di fase ini, tubuh mereka butuh asupan gizi yang optimal. Nah, di sinilah masalah utama muncul ketika anak terinfeksi cacing.
- Cacing yang bersarang di usus berperan sebagai pencuri nutrisi. Mereka mengambil semua vitamin, protein, dan mineral penting dari makanan yang dikonsumsi si kecil. Alhasil, anak jadi kekurangan gizi padahal sudah makan dengan teratur.
- Salah satu jenis cacing yang paling berbahaya adalah cacing tambang. Cacing ini bisa menempel di dinding usus dan mengisap darah, sehingga dapat menyebabkan anemia (kekurangan darah). Anemia bisa menghambat perkembangan otak dan membuat si kecil lebih rentan sakit.
Jika nutrisi dan zat besi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si anak terus-menerus dicuri oleh cacing, tubuhnya akan mengalami defisit gizi kronis. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan pertumbuhan fisik anak terhambat, atau yang kita kenal dengan istilah stunting.
Nah, stunting bukan hanya soal anak yang lebih pendek dari teman-temannya. Lebih dari itu, stunting dapat memengaruhi kecerdasan anak, membuat fungsi otaknya melemah, dan menurunkan daya tahan tubuhnya terhadap infeksi penyakit.
Cara Mencegah dan Mengatasi Cacingan

Mencegah cacingan jauh lebih baik daripada mengobatinya. Sebagai orang tua, kita bisa menerapkan beberapa langkah sederhana ini di rumah. Meskipun infeksi cacing terlihat menyeramkan, kita bisa menangkalnya hanya dengan kebiasaan-kebiasaan sehat.
- Pastikan lingkungan rumah bersih dan buang sampah pada tempatnya. Ajak si kecil untuk buang air besar di toilet yang bersih dan gunakan alas kaki saat bermain di luar rumah.
- Hindari memberikan daging atau ikan mentah pada anak. Pastikan semua makanan, terutama daging, dimasak hingga matang. Rebus air sampai mendidih sebelum diminum.
- Biasakan seluruh anggota keluarga untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bermain di luar, sebelum makan, dan setelah dari toilet.
- Telur cacing bisa bersarang di sela-sela kuku. Jadi, pastikan kuku si kecil dan seluruh anggota keluarga selalu bersih dan dipotong secara rutin.
- Kementerian Kesehatan menyarankan supaya anak-anak usia di atas 1 tahun minum obat cacing setiap 6 bulan sekali. Obat cacing kini tersedia dalam bentuk cair dengan rasa buah yang disukai anak, sehingga orang tua tak perlu pusing anak tidak doyan.
Jika merasa khawatir atau melihat gejala cacingan pada si kecil, segera konsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatan terdekat. Jangan tunda, karena kesehatan si kecil adalah prioritas utama kita. Masalah ini di masa kecilnya, akan berpengaruh pada masa depannya.
Ibu juga bisa mencegah stunting anak dengan rutin meminum Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari formulasi Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, Channa striata, propolis, hingga madu. Kombinasinya berkhasiat menumpas cacing, bakteri, serta menjaga nafsu makan dan pencernaan anak.
