Sosmed Bakal Dilarang untuk Anak, Ini Efeknya saat Kecanduan

Anak Tantrum saat HP Diambil, Ternyata Ini Penyebab & Solusinya

Banyak anak zaman sekarang, susah untuk lepas dari jeratan HP. Nah, mulai 28 Maret 2026 nanti, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) punya rencana tegas untuk membatasi akses media sosial (sosmed) yang berisiko bagi anak di bawah 16 tahun.

Dan bukan main-main, platform besar yang sering banget dipakai anak-anak kita seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, sampai game populer semacam Roblox bakal kena aturan ini. Penasaran, sebetulnya apa efek kecanduan sosmed bagi anak?

Akses Sosmed untuk Anak Perlu Diatur dan Ditata

black iphone 4 on brown wooden table

Nah, dr. Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan dari Kementerian Kesehatan, menjelaskan kalau aturan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) ini bukan bermaksud mengurung anak dari dunia digital.

Aturan ini, justru menjadi tameng pelindung pertama buat mereka. Intinya, pemerintah ingin menata ulang bagaimana dan kapan anak boleh main sosmed. Agar orang tua tidak kebingungan, beginilah gambaran rincian aturan mainnya nanti.

  • Anak usia di bawah 13 tahun cuma boleh punya akun di aplikasi khusus anak yang risikonya rendah (seperti YouTube Kids), dan itu pun harus ada persetujuan dari kedua orang tua.
  • Anak usia 13 di bawah 16 tahun, mulai boleh memakai layanan berisiko rendah, tetapi tetap harus ada persetujuan orang tua.
  • Anak usia 16 di bawah 18 tahun, boleh punya akun sosmed reguler, tetapi sekali lagi, restu dan pengawasan orang tua tetap jadi syarat wajib.

Bahaya saat Anak Sudah Kecanduan Sosmed

Melansir dari laman detikHealth, Minggu (8/3/2026), dr. Imran membeberkan fakta yang cukup bikin kita khawatir. Sosmed saat ini dirancang sedemikian rupa untuk memberi asupan cepat ke otak lewat like, komentar, dan followers. Di otak anak, ini memicu keluarnya dopamin (hormon pemicu rasa senang).

Apalagi dengan fitur infinite scroll (layar yang bisa anak geser ke bawah, tanpa habis-habis) dan bunyi notifikasi yang tiba-tiba. Ini akan bikin otak anak terus penasaran dan akhirnya, jadilah kecanduan. Selain menyita waktu belajar dan bermain di luar rumah, kecanduan sosmed pada anak juga punya efek negatif lainnya!

1. Jam Tidur Berantakan

Dongeng Sebelum Tidur

Sesekali mungkin orang tua pernah menangkap basah anak yang curi-curi waktu untuk bermain HP sampai larut malam. Nah, sinar biru (blue light) dari layar gadget itu ternyata bisa menipu otak anak. Bermain HP di malam hari, bikin jam tidur anak berantakan.

Sinar biru ini menekan hormon melatonin (hormon tidur), jadi anak merasa segar terus dan susah tidur pulas. Akibatnya, kita dapati besok paginya rewel dan ngantuk di sekolah. Tentu saja, hal ini bisa mengganggu proses dan kegiatan belajarnya.

2. Risiko Gangguan Penglihatan

Jadwal Periksa Mata Anak Rutin

Meski main sosmed tidak langsung bikin mata rusak hari itu juga, tapi kalau matanya diajak fokus ke layar kecil berjam-jam, mata anak bisa cepat lelah, kering, merah, bahkan pandangannya lama-lama menjadi kabur.

Kasihan kan kalau masih kecil sudah harus bergantung pada kacamata tebal karena kebiasaan yang sebenarnya bisa kita cegah? Padahal, masa kanak-kanak ialah periode penting bagi perkembangan organ penglihatan mereka.

3. Bikin Insecure & Depresi

Di sosmed, semua orang bisa memamerkan hal-hal yang indah saja. Liburan mewah, mainan baru, atau prestasi. Anak yang belum matang secara emosi cenderung tak mampu menyaring dan memahami bahwa apa yang mereka lihat belum tentu mencerminkan realita, ia akan gampang merasa iri dan minder.

Rasa iri dan membanding-bandingkan diri ini kalau dipendam sendirian di kamar bisa berujung pada depresi dan rasa rendah diri yang parah. Itulah kenapa penting bagi orang tua untuk hadir, membantu anak memahami realitas di balik media sosial, serta menanamkan rasa syukur dan kepercayaan diri sejak dini.

4. Dampak Buruk Lainnya

  • Kehilangan rasa empati karena saking asyiknya hidup di dunia maya, anak jadi cuek sama lingkungan sekitar dan orang-orang di dunia nyata.
  • Kemampuan fisik menurun karena cuma rebahan berjam-jam, bikin tubuh anak kurang gerak, rentan obesitas, dan gampang sakit.
  • Menjadi anti-sosial, malas kumpul keluarga, atau main dengan teman sebaya.
  • Prestasi jeblok, fokus belajar hilang karena otaknya selalu memikirkan sosmed.
  • FOMO (Fear of Missing Out), anak jadi gampang cemas dan gelisah kalau tidak update informasi terbaru di internet walau sebentar saja.

Penutup

Kebijakan baru dari pemerintah ini justru jadi momen yang tepat. Ayo, pelan-pelan kita batasi screen time (waktu main gadget) anak dan perbanyak family time yang seru di rumah. Karena pelindung terbaik anak di dunia digital tentunya adalah pengawasan dan kasih sayang dari orang tuanya sendiri.

Selain dengan membatasi sosmed, orang tua juga bisa mendukung belajar anak dengan Syifa Kids Nervita. Terbuat dari Centella asiatica, Zingiber officinale, Curcuma xanthorrhiza, dan Cinnamomum burmanii, Syifa Kids Nervita efektif untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak.

Syifa Kids Nervita Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?