Bu, melihat anak aktif berlarian dan bergerak pastinya bikin kita bangga, ya? Itu tandanya tubuh mereka sehat dan penuh energi. Sayangnya, kulit beberapa anak justru jadi bentol dan terasa gatal setelah berolahraga. Tentu kasihan melihat mereka jadi gelisah dan rewel.
Nah, meskipun keluhan gatal setelah olahraga ini tampak begitu sepele, bagi anak-anak sensasinya bisa sangat mengganggu. Karena itu, mari kita kupas tuntas, apa saja sih yang memicu kulit si kecil jadi gatal setelah berolahraga, dan bagaimana cara tepat mengatasinya tanpa bikin kulitnya terluka?
Penyebab Kulit Anak Gatal Setelah Berolahraga
Rasa gatal atau biduran biasanya muncul di area lipatan kulit yang mudah berkeringat, seperti kulit kepala, wajah, leher, ketiak, siku bagian dalam, hingga dada. Nah, supaya orang tua tak panik, berikut adalah beberapa penyebab utamanya.
1. Anak Jarang Berolahraga

Bagi anak-anak yang mungkin baru memulai olahraga baru atau jarang melakukan aktivitas fisik berat, kondisi ini sebetulnya wajar banget terjadi. Saat anak mendadak aktif, jantungnya akan memompa darah lebih cepat dari biasanya, untuk mengirimkan oksigen ke otot-ototnya.
Nah, proses ini bikin pembuluh darah kapiler di bawah kulit yang tadinya sempit melebar secara cepat. Pelebaran yang mendadak ini merangsang saraf di sekitarnya dan mengirimkan sinyal geli atau gatal ke otak. Untungnya, gatal jenis ini biasanya akan hilang sendiri dalam hitungan menit atau jam setelah anak beristirahat.
2. Tubuh Anak Melepaskan Histamin
Bu, menurut penelitian di jurnal Exercise and Sport Sciences Reviews, olahraga berat ternyata bisa memicu tubuh untuk melepaskan zat alami yang bernama histamin. Alhasil, terkadang anak merasakan gatal setelah berolahraga.
Histamin sebetulnya bertugas membantu melebarkan pembuluh darah agar otot anak tidak mudah lelah selama bergerak. Namun, efek samping dari zat histamin yang melonjak inilah memicu munculnya reaksi gatal pada permukaan kulit sensitif anak.
3. Alergi Panas dan Keringat

Ibu pasti pernah dengar istilah ini, kan? Singkatnya, ini adalah kondisi biduran yang dipicu oleh kenaikan suhu tubuh dan keringat. Saat si kecil berolahraga, sudah pasti suhu tubuhnya naik memanas sekaligus berkeringat.
Pada anak yang punya bakat alergi ini, tubuh mereka melepas zat kimia bernama asetilkolin yang merespons panas secara berlebihan. Akibatnya, muncul bentol-bentol kecil kemerahan yang rasanya sangat gatal. Selain karena olahraga, kondisi ini juga bisa kumat saat mandi air hangat atau saat cuaca sedang terik-teriknya.
4. Olahraga Terlalu Berat
Nah, kalau yang ini sedikit beda. Biduran jenis ini biasanya muncul saat anak melakukan olahraga yang cukup menguras fisik, seperti berlari jarak jauh atau mendaki. Reaksinya bisa dipicu oleh cuaca ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin.
Orang tua harus lebih waspada dengan jenis ini, ya. Sebab pada beberapa kasus, gatalnya bahkan bisa disertai gejala lain seperti anak mengeluh sakit kepala, kram perut, wajahnya agak bengkak, atau kadang sedikit lemas.
5. Alergi Bahan di Alat Olahraga

Nah, coba cek baju atau perlengkapan olahraga yang dipasang di tubuh si kecil. Kadang, rasa gatal bukan datang dari dalam tubuh, tetapi dari luar. Dermatitis kontak kerap terjadi ketika kulit sensitif anak bergesekan dengan zat pemicu iritasi atau alergi.
Misalnya saja, bahan pakaian olahraga yang terbuat dari spandeks ketat, karet lateks pada matras olahraga, atau bahkan bahan sepatu dan kaus kaki yang tidak menyerap keringat dengan baik. Semua ini bisa memicu rasa gatal setelah ia berolahraga.
Cara Mencegah dan Mengatasi Gatal pada Anak
Kalau anak mengeluh gatal, aturan nomor satu adalah jangan biarkan mereka menggaruknya. Menggaruk kulit yang sedang iritasi bisa memicu luka baru dan berisiko terkena infeksi bakteri. Sebagai gantinya, coba ajari anak langkah-langkah penyelamatan berikut ini!
- Hindari baju yang terlalu ketat. Pilihlah baju olahraga berbahan campuran katun dan poliester yang longgar, lembut, dan punya sirkulasi udara baik (dry-fit).
- Jika berolahraga di dalam rumah, pastikan menyalakan kipas angin atau AC agar ruangan tetap sejuk dan keringat tidak banjir.
- Sebisa mungkin, batasi anak bermain di luar rumah pada jam 10 pagi hingga 3 sore saat matahari sedang menyengat.
- Jika gatal mulai menyerang, ambil kain bersih, basahi dengan air dingin (atau es batu yang dibalut kain), lalu tempelkan ke area yang gatal.
- Ingatkan anak untuk rajin minum air putih sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Kulit yang terhidrasi cenderung lebih kuat melawan iritasi.
- Begitu selesai olahraga, keringkan keringat anak dengan handuk lembut. Jangan biarkan mereka memakai baju yang basah oleh keringat terlalu lama.
Nah, itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi gatal-gatal setelah berolahraga padaanak. Sangat wajar kalau kita merasa khawatir, tapi dengan penanganan yang tepat, keluhan ini bisa diredakan dengan cepat.
Namun, jika gatal-gatalnya tak kunjung hilang setelah anak beristirahat, atau malah disertai dengan ruam yang semakin lebar dan anak terlihat lemas, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter anak, agar mendapatkan penanganan yang lebih spesifik.
Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif meredakan gejala-gejala alergi dan menekan rasa gatal yang timbul.
