Wajar jika si kecil hobi banget makan keju, rasanya yang gurih memang bikin anak-anak ketagihan. Untungnya, keju bukan cuma sekadar camilan enak. Bahan makanan ini juga terkenal kaya akan gizi. Lantas, dari berbagai jenis keju, mana yang nutrisinya paling tinggi, ya?
Nah, jenis keju itu ada banyak banget. Beda bahan baku dan cara pembuatan, beda juga kandungan gizinya. Dari jenis keju cheddar, mozzarella, hingga parmesan, semua punya kelebihan masing-masing. Ibu bisa baca penjelasan berikut supaya tahu keju mana yang paling cocok buat si kecil!
Apa yang Bikin Suatu Jenis Keju Sehat untuk Anak?

Para ahli gizi biasa melihat kualitas keju dari beberapa hal penting; protein (buat bikin otot kuat), kalsium (untuk tulang dan gigi yang kokoh), serta lemak jenuh dan garam/natrium (yang ini jumlahnya harus diawasi biar tidak berlebihan).
Menurut data dari National Institutes of Health (NIH), sekitar 99% kalsium dalam tubuh kita itu tersimpannya di tulang dan gigi. Karena harus dipenuhi setiap hari dari makanan, produk susu seperti keju ini sangat bisa kita andalkan.
Nah, soal lemak, World Health Organization (WHO) menyarankan agar asupan lemak jenuh ini kita batasi kurang dari 10 persen total energi harian. Kalau kelebihan, bisa memicu naiknya kolesterol jahat yang kurang baik buat jantung anak.
Dan orang tua juga harus hati-hati, beberapa keju mengandung natrium yang tinggi. Jurnal di Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety mencatat bahwa sejumlah pabrik keju olahan biasa menambahkan banyak garam supaya lebih awet dan teksturnya lebih bagus.
Selain itu, tingkat pemrosesannya juga berpengaruh. Keju alami yang terbuat dari fermentasi susu biasanya punya nutrisi yang lebih murni, ketimbang keju olahan yang kadang sudah ada tambahan banyak garam dan pengemulsi biar gampang meleleh.
Keju Mana yang Paling Cocok untuk Anak-Anak?
Supaya orang tua tak bingung lagi saat belanja bahan masakan, kita intip dulu perbandingan nutrisi berbagai jenis keju berdasar data resmi USDA FoodData Central. Kira-kira keju mana yang paling cocok dengan kebutuhan anak?
1. Mozzarella: Rendah Lemak dan Kalori

Pasti anak familier dengan keju yang suka molor-molor di atas pasta panggang ini. Ketimbang keju yang lain, mozzarella ini memang punya kadar air yang lebih tinggi. Kadar air yang tinggi ini karena sifat kejunya yang mudah lumer untuk kebutuhan toping.
Kelebihan mozzarella, kalori dan lemaknya cenderung lebih rendah. Per 100 gramnya mengandung sekitar 300 kalori, 22,2 gram protein, dan 22,4 gram lemak. Jadi, jika orang tua mau kasih keju lezat tapi tak mau kalori harian anak melonjak tajam, mozzarella adalah pilihannya.
2. Cheddar: Gizinya Lebih Padat

Nah, keju cheddar adalah jenis keju yang biasanya ada di dapur kita, baik yang bentuknya blok maupun lembaran (slice). Berbeda dengan mozzarella, kegunaan cheddar lebih serbaguna, bisa untuk roti, aneka kue, saus cocolan, toping makanan, hingga isian martabak.
Kelebihannya ketimbang keju lain, cheddar sangat padat gizi. Dalam setiap 100 gram cheddar, menyimpan sekitar 25 gram protein, 710 mg kalsium, dan 33 gram lemak. Nutrisinya sangat padat untuk mendukung tulang dan otot si kecil. Namun, karena proses pembuatannya, lemak jenuh dan garamnya juga lumayan tinggi.
3. Parmesan: Tinggi Kalsium dan Protein

Nah, keju yang sering menjadi bubuk taburan ini melewati proses pematangan yang sangat lama sampai kadar airnya jauh berkurang. Karena itu, zat gizi dalam sebuah parmesan terasa lebih terkonsentrasi.
Kandungan proteinnya tembus 35,8 gram, dan kalsiumnya mencapai 1.184 mg per 100 gram. Menurut halaman Tazakka, orang dewasa butuh sekitar 1.000 mg kalsium dalam sehari. Artinya, mengonsumsi 100 gram parmesan saja sudah bisa menutupi kebutuhan harian tersebut.
Namun, karena padat, rasa parmesan juga sangat asin, ia juga tinggi natrium. Makanya, keju ini paling pas menjadi bumbu penyedap atau taburan saja, bukan dimakan dalam potongan besar sekaligus.
Penutup
Pada akhirnya, tak ada opsi jenis keju yang mutlak. Kuncinya adalah kombinasi dan variasi. Selama disajikan dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, anak tetap bisa makan enak dan tumbuh sehat maksimal!
Agar anak semakin lahap nafsu makannya, kita juga bisa mendukung kebutuhan dan variasi gizinya dengan Syifa Kids Nafsu Makan. Produk ini terbuat dari Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat memicu nafsu makan, serta mendukung imun dan gizi.
