Tips Menghangatkan Daging agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Tips Menghangatkan Daging agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Setelah Idul Adha, stok makanan di rumah biasanya sangat melimpah. Dapur penuh dengan panci berisi gulai, rendang, semur, hingga tongseng. Makanan ini memang biasa dimasak dalam porsi besar. Saking banyaknya, mau tak mau, kita perlu menghangatkan lagi daging tersebut supaya awet.

Sekilas terlihat aman, ya? Padahal, jika kita perhatikan dengan seksama, menghangatkan daging berulang kali mampu memengaruhi kualitas makanan. Entah dari rasa, tekstur, atau keamanannya, akan ada perubahan yang sebetulnya cukup ketara. Lantas, bagaimana solusinya?

Menghangatkan Daging Berulang Kali Bisa Menurunkan Kualitas Nutrisinya

Menghangatkan Daging

Nah, selain bikin tekstur daging mudah hancur, menghangatkan daging berkali-kali bisa memicu proses oksidasi lemak. Kandungan vitamin dalam daging yang sensitif terhadap panas akan menghilang secara perlahan-lahan.

Menurut jurnal Food Chemistry, memanaskan makanan berulang kali bisa memicu reaksi pada senyawa lemak di dalamnya. Efeknya, kita mungkin akan mencium aroma masakan yang menjadi agak tengik setelah dipanaskan berhari-hari.

Selain aromanya yang berubah, gizinya pun sudah pasti merosot tajam. Risiko ini bahkan lebih tinggi pada hidangan bersantan yang kaya akan lemak, misalnya rendang atau gulai. Terlebih, jika penyimpanannya salah, santan bisa menjadi media pertumbuhan mikroba.

Penyimpanan Makanan di Suhu Ruang Semakin Memperparah Pertumbuhan Bakteri

Ruang Makan

Dan ternyata, bahaya terbesarnya bukan cuma dari pemanasan berulang, tapi dari cara kita menyimpan makanan matang. Daging yang didiamkan terlalu lama di suhu ruang adalah media yang ampuh bagi pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri penyebab sakit perut paling cepat berkembang biak pada rentang suhu 4-60 derajat Celsius. Karena suhu ruangan sangat pas dengan angka tersebut, rentang suhu ini sering disebut sebagai zona bahaya.

Tips Menghangatkan Daging yang Aman, Sesuaikan dengan Porsi Makan

Nah, sebetulnya lauk yang kita simpan di kulkas tetap aman dipanaskan, asalkan kita tidak memanaskannya ke dalam satu panci penuh berkali-kali. Siklus keluar-masuk kulkas dan pemanasan berulang itulah yang merusak kualitas makanan. Jadi, cobalah trik food preparation sederhana ini!

  • Setelah masakan matang dan uap panasnya hilang, langsung bagi masakan daging tersebut ke dalam beberapa wadah dengan penutup rapat.
  • Setiap wadah sebaiknya hanya berisi porsi untuk satu kali waktu makan keluarga saja.
  • Hindari menyimpan makanan di suhu ruang.
  • Saat jam makan tiba, kita tinggal ambil satu wadah dari kulkas, lalu panaskan seporsi itu saja. Sisa makanan di wadah lain akan tetap aman dan terhindar dari kontaminasi bakteri di dalam kulkas.

Dengan cara gampang ini, rasa dan tekstur masakan akan tetap enak, nutrisinya terjaga, dan yang paling penting, kesehatan pencernaan keluarga juga tetap aman dari penyakit. Itulah tips menghangatkan daging yang aman, agar nutrisi dan rasanya tetap terjaga.

Cari Apa?