Butuh Nutrisi, Bolehkah Anak Tetap Minum Susu saat Diare?

Butuh Nutrisi, Bolehkah Anak Tetap Minum Susu saat Diare?

Bolak-balik ke toilet pasti membuat tubuh anak lemas karena banyak cairan dan nutrisinya yang terbuang. Di saat diare seperti ini, insting kita sebagai orang tua pasti ingin segera memberinya asupan bernutrisi tinggi, semisal susu sapi, agar perutnya terisi dan tenaganya kembali.

Namun, di sinilah dilemanya muncul. Saat anak butuh banyak nutrisi untuk pemulihan, apakah boleh memberikannya susu saat ia sedang diare? Di sisi lain, susu adalah minuman bernutrisi tinggi yang mudah terserap. Namun, susu juga mengandung laktosa yang berisiko memicu sakit perut. Gimana solusinya, ya?

Bolehkah Anak Minum Susu saat Diare?

Minum Susu saat Anak Diare, Apakah Boleh?

Jika kita berbicara tentang ASI (Air Susu Ibu), maka kita wajib meneruskannya. ASI adalah cairan terbaik yang sangat mudah dicerna dan mengandung antibodi untuk melawan infeksi penyebab diare. Apalagi bagi anak di usia yang hanya bisa mengonsumsi ASI eksklusif.

Namun, kalau anak berada di usia mengonsumsi susu formula biasa atau susu sapi (yang mengandung laktosa), jawabannya adalah sebaiknya hindari sementara waktu. Memaksakan anak minum susu sapi saat diare justru bisa memperburuk kondisinya. Kenapa demikian?

1. Usus Sedang Sensitif

Saat diare, dinding usus anak sedang meradang, iritasi, dan sangat sensitif. Kondisi ini membuat sistem pencernaannya tidak sanggup bekerja berat, termasuk memecah laktosa, yakni gula alami yang ada di dalam susu hewani.

Sistem pencernaan yang tidak mampu memecah laktosa, hanya akan membuat susu mengendap di saluran cerna dan memicu perut kembung, kram, serta frekuensi diare yang semakin sering. Biasanya, minum susu ketika diare hanya akan membuat gejalanya makin parah.

2. Memicu Intoleransi Sementara

Mengutip dari Hello Sehat, diare biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Escherichia coli atau virus. Infeksi ini merusak ujung-ujung usus, di tempat produksi enzim laktase, yakni enzim yang bertugas mencerna susu.

Karena enzim laktase belum bisa bekerja sebagaimana mestinya, laktosa dari susu akan berfermentasi menjadi gas. Sebagai hasilnya, biasanya perut si kecil akan menjadi bergemuruh dan nyeri. Sama seperti poin sebelumnya, hal ini akan membuat gejala diare anak makin parah.

3. Risiko Memburuknya Iritasi

Menurut laman University of Rochester Medical Center, bagi beberapa anak yang pencernaannya sensitif, kandungan protein dalam susu (seperti whey atau kasein) bisa memicu reaksi alergi. Sebagian anak, bisa tiba-tiba mengalami alergi terhadap protein susu sapi saat diare.

Saat sedang sakit, sistem imun tubuh bisa keliru menganggap protein susu sebagai zat asing yang berbahaya, sehingga peradangan usus malah semakin parah. Gejalanya tak hanya diare saja, anak bisa mengalami muntah, ruam, nyeri perut, hingga anafilaksis.

Alternatif Susu yang Aman Diminum saat Diare

Lalu, bagaimana cara memenuhi nutrisi dan cairan si kecil kalau ia tidak boleh minum susu sapi? Jangan cemas, kita bisa memberikan alternatif yang lebih aman dan juga terbukti mempercepat pemulihan diarenya.

  • Yogurt, ia mengandung probiotik (bakteri baik) yang membantu menyeimbangkan kembali mikroba di dalam usus. Studi menunjukkan bahwa konsumsi yogurt efektif memadatkan feses dan mengurangi durasi diare pada anak.
  • Susu Soya, memiliki protein nabati yang sangat ringan di perut, sehingga nutrisi dan cairan tetap terserap maksimal tanpa membuat usus bekerja keras mencerna laktosa yang justru berisiko bagi diare anak.
  • Oralit, untuk menggantikan mineral penting seperti natrium dan kalium yang hilang. Kita bisa membelinya di apotek atau meraciknya sendiri dengan campuran air matang, gula, dan sedikit garam.
  • Air Kelapa, ini juga bisa menjadi alternatif susu dan oralit. Air kelapa sangat kaya akan kalium untuk menghidrasi tubuh, fungsinya hampir setara dengan cairan infus alami. Asupannya bisa bantu menggantikan mineral yang hilang bersama diare.

Penutup

Selain menjaga asupan cairan, perhatikan juga makanan padatnya. Berikan makanan yang teksturnya lembut dan hambar agar mudah ia cerna. Kita bisa menerapkan pola makan BRAT saat ia diare, dengan memberikan pisang matang, nasi putih/bubur, atau roti tawar.

Sebaiknya hindari dulu makanan berlemak, berminyak, atau pedas sampai perutnya benar-benar sembuh. Terakhir, pastikan si kecil banyak istirahat. Segera periksakan ke dokter jika diarenya tidak kunjung membaik lebih dari 2 hari, anak tampak sangat lemas, atau fesesnya berdarah.

Untuk mengatasi diare, kita juga bisa menyetok Syifa Kids Diar di rumah. Diformulasi dari madu, Psidium guajava (daun jambu biji), Foeniculum vulgare, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, ia efektif mengurangi kontraksi usus, menyehatkan pencernaan, melawan bakteri, hingga mematikan bakteri penyebab diare.

Syifa Kids Diar Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?