Bu, mata anak yang memerah itu penyebabnya bukan cuma gara-gara kebanyakan main HP. Betul, mata merah itu sebenarnya isyarat kalau lagi ada yang kurang beres sama kesehatan matanya. Nah, tiap gejala yang muncul itu ternyata punya penyebab yang beda-beda!
Supaya orang tua tidak lagi bingung dan bisa kasih pertolongan pertama yang pas, kuncinya kita harus tahu dulu apa biang keroknya. Soalnya, beda penyebab, beda juga cara tanganinya. Nah, di artikel ini, kita akan membahas apa saja sih penyebab mata anak memerah itu!
Macam-Macam Penyebab Mata Anak Memerah
Faktanya, penyebab mata anak memerah bisa beragam, dari yang ringan sampai yang butuh penanganan dokter. Agar orang tua tak lagi bingung dan bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat, mari kita kenali 6 penyebab utama mata merah pada anak berikut ini!
1. Alergi

Kalau mata si kecil merah, berair, dan dia terus-menerus menguceknya karena gatal, besar kemungkinan itu adalah alergi. Alergi ini terjadi lantaran tubuhnya bereaksi terhadap tamu tak diundang bernama alergen. Saat alergen masuk, pembuluh darah di matanya membesar, makanya mata jadi merah.
Nah, pemicunya bisa bermacam-macam, tergantung sensitivitas anak terhadap suatu zat. Namun, yang bisa memicu mata anak memerah, biasanya seperti debu rumah atau tungau kasur, serbuk sari tanaman, bulu hewan peliharaan, sampai bahan kimia seperti detergen seprai atau pewangi ruangan.
Solusi pertama jika kita yakin betul penyebabnya adalah alergi, yakni jauhkan benda pemicu alergi tersebut. Biasanya meredanya butuh waktu, jadi minta si kecil untuk tidak mengucek mata agar gejalanya tidak semakin parah, ya?
2. Infeksi Bakteri
Bu, pernah lihat mata si kecil ada kotoran (belek) berwarna kuning kental atau kehijauan, sampai-sampai kelopak matanya lengket susah dibuka pas bangun tidur? Nah, ini tanda-tanda khas jika mata anak yang memerah tersebut, timbul karena infeksi bakteri.
Meski terdengar seram, kondisi ini umum terjadi kok, dan orang tua tidak perlu terlalu panik. Bakterinya bisa bermacam-macam, tetapi gejalanya mirip. Untuk solusinya yang pertama, kita bisa bersihkan kotoran mata dengan kapas air hangat.
3. Infeksi Virus

Jenis yang satu ini paling cepat menular di sekolah atau playground. Biasanya mata merah karena virus ini satu paket sama penyakit flu (pilek, batuk, sakit tenggorokan). Ia punya gejala khas, seperti mata merah dan berair (tidak sekental bakteri), terasa perih, dan bermula dari satu mata sebelum menyebar ke mata lainnya.
Karena disebabkan oleh virus, antibiotik tidak akan mempan mengobatinya. Namun, biasanya, mata anak memerah karena virus, bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Kuncinya adalah istirahat dan menjaga daya tahan tubuh si kecil agar tetap prima.
4. Iritasi Ringan
Ini yang paling sering terjadi di rumah. Mata si kecil merah karena terkena sabun, sampo, asap rokok, atau air kolam renang. Iritasi juga bisa terjadi kalau tangan si kecil kotor (habis main tanah atau pegang mainan) lalu langsung menyentuh mata.
Iritasi ringan bisa bikin kornea mata tergores partikel halus, sehingga mata anak jadi memerah. Sama seperti gejala alergi, ia butuh waktu agar bisa mereda. Jadi, minta si kecil untuk tidak mengucek matanya agar gejalanya tidak semakin parah.
5. Radang Kelopak Mata
Bu, kalau melihat bagian pinggiran kelopak mata si kecil bengkak, merah, dan mungkin ada seperti ketombe/kerak di bulu matanya, itu bisa jadi radang kelopak mata. Kondisi ini terjadi lantaran kelenjar minyak di dekat bulu matanya tersumbat.
Terkadang, gejalanya juga mirip sama bintitan. Untungnya saja, radang kelopak mata tidak menular dan tidak merusak penglihatan, tapi pasti bikin si kecil sangat tidak nyaman. Biasanya, radang juga akan berangsur membaik tanpa penanganan khusus.
6. Kelilipan
Coba cek, apakah merahnya cuma di satu mata? Kalau iya, kemungkinan besar si kecil hanya kelilipan debu, bulu mata jatuh, atau pasir. Gejala ini tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan penanganan kecil, seperti membilas mata anak dengan air mengalir.
Pertolongan Pertama saat Mata Anak Memerah
Bu, kalau melihat mata anak memerah, tarik napas dan jangan terlalu panik. Sebagian besar kasus tersebut bisa sembuh sendiri atau cukup dengan perawatan rumahan. Jika kita curiga ia terkena iritasi atau kelilipan, kita bisa melakukan cuci dan bilas mata untuk pertolongan pertama.
- Cuci terlebih dahulu tangan kita, wajib pakai sabun sebelum menyentuh area wajah anak.
- Minta si kecil memiringkan kepala di atas wastafel, dengan posisi mata yang sakit berada di bawah (agar kotoran tidak mengalir ke mata yang sehat).
- Alirkan air hangat suam kuku. Bilas perlahan selama 10-15 menit. Cek setiap 5 menit apakah kotorannya sudah keluar.
- Terakhir, kompres. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat untuk mengompres mata agar lebih rileks.
Bu, segera bawa si kecil ke dokter mata jika kondisi tidak membaik dalam 2-3 hari, atau jika muncul tanda bahaya, seperti anak mengeluh pandangan kabur, mata sakit sekali (bukan sekadar gatal), anak tidak tahan melihat cahaya (silau berlebih), hingga pupil mata terlihat beda ukurannya.
Ibu juga bisa berikhtiar menjaga kesehatan mata anak, mengatasi mata lelah, merah, atau gatal pada anak dengan Syifa Kids Permata. Terbuat dari madu, Daucus carota, Curcuma xanthorrhiza, dan Cinnamommum burmanii, selain mengatasi gangguan mata juga bagus sebagai gizi mata anak.
