Nafsu Makan Anak Menurun Setelah Sakit, Ini Cara Mengatasinya!

Nafsu Makan Anak Menurun Setelah Sakit, Ini Cara Mengatasinya!

Orang tua mana yang tak ingin melihat anaknya ceria dan berlari-larian kembali setelah ia sakit? Namun apa daya, masalah baru terkadang muncul, nafsu makan anak sering kali mendadak menurun meski dokter sudah menyatakan ia sembuh dari sakitnya.

Sangat wajar bila kita merasa khawatir melihat porsi makannya yang hanya sedikit, apalagi anak sedang berada di masa pemulihan. Sekalipun sudah sembuh, tubuh anak pada faktanya memang perlu beradaptasi lagi untuk bisa mengembalikan nafsu makannya seperti semula.

Bisa jadi lidahnya mungkin masih terasa pahit, atau tenggorokannya mungkin masih belum nyaman? Nah, kita bisa mempraktikkan langkah-langkah berikut ini untuk pelan-pelan mengembalikan selera makan si kecil seperti sedia kala!

Cara Mengatasi Nafsu Makan Anak yang Menurun Setelah Sakit

Saat masa pemulihan, anak biasanya butuh waktu untuk bisa membiasakan diri makan lebih banyak. Apalagi, saat ia sakit dalam kurun waktu yang lama, ia kesulitan menghabiskan makanan dalam porsi yang besar.

Seperti yang kita bahas tadi, tubuh anak terkadang masih merasakan gejala yang mengganggu meski ia sudah sembuh. Nah, supaya si kecil bisa kembali terbiasa makan dengan porsi yang ideal, kita bisa melakukan beberapa langkah mudah berikut ini!

1. Mulai dengan Porsi Kecil, Sering, dan Tanpa Paksaan

Mengatasi Nafsu Makan Anak yang Menurun Setelah Sakit dengan Makan Porsi Sedikit tapi Sering

Saat baru sembuh, lambung anak masih kaget jika langsung terisi makanan dalam porsi besar. Apalagi kalau ia baru sembuh dari radang tenggorokan, proses menelan pasti masih terasa tidak nyaman dan sedikit nyeri.

Hindari memaksa anak untuk menghabiskan satu piring penuh, karena ini justru bisa membuatnya trauma dan semakin benci waktu makan. Solusinya, coba berikanlah porsi kecil (misalnya beberapa suap saja), namun dengan frekuensi yang lebih sering.

Hargai kemampuan kunyah dan telannya. Ciptakan suasana makan yang santai dan bebas dari intimidasi. Selain itu, hindari juga memaksa anak makan dengan iming-iming mainan atau gadget, karena ini bisa memecah konsentrasinya.

2. Kembalikan Jadwal Makan dengan Perlahan

Selama sakit, jam makan anak biasanya berantakan. Nah, sekarang waktunya orang tua pelan-pelan menata kembali jadwal tersebut. Jadwal yang teratur sangat ampuh untuk melatih jam biologis lapar dan kenyang di perut si kecil.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jarak waktu makan yang ideal bagi anak minimal 3 jam. Idealnya, anak bisa kita tawari makan 6-8 kali sehari (termasuk camilan), tentunya kita sesuaikan dengan usianya ya.

Dari jadwal makan tersebut, jangan lupa selipkan camilan bergizi di antara jam makan utama. Puding susu, buah potong, atau biskuit gandum, bisa jadi andalan untuk mengejar nutrisi yang sempat hilang selama ia sakit.

3. Tambahkan Nutrisi ke Makanan Favoritnya

Ayam Goreng

Strategi paling ampuh untuk memancing selera makan anak ialah menyajikan menu favoritnya. Si kecil suka ayam goreng? Boleh saja, tapi ingat, orang tua harus tetap memikirkan nutrisinya. Jika menu favoritnya kurang padat gizi, kita harus pintar-pintar menyelundupkan nutrisi ke dalamnya.

Misalnya saja, kita ubah ayam goreng menjadi sup ayam dengan kuah kaldu tulang yang hangat dan kaya gizi, atau campurkan sayuran cincang halus ke dalam perkedel ayam kesukaannya. Intinya, kita jadikan makanan favoritnya sebagai menu utama, bukan cuma memberinya camilan ringan sebagai pengganti nasi.

4. Penuhi Kebutuhan Cairan Anak

Saat fokus memikirkan makanan padat, kadang kita lupa betapa pentingnya cairan bagi tubuh, terutama jika anak baru saja pulih dari demam tinggi, diare, atau muntah yang sangat menguras habis cairan tubuhnya. Cairan, selain mencegah dehidrasi, juga bisa melegakan tenggorokannya yang mungkin masih terasa mengganjal.

Jika porsi makan anak belum banyak, tetap pastikan ia tetap banyak minum. Coba tawarkan air putih secara berkala. Kalau ia bosan dengan air putih, orang tua juga bisa mengakalinya dengan memberikan jus buah segar, air kelapa, atau kuah kaldu ayam yang gurih.

Penutup

Mengatasi nafsu makan anak yang menurun setelah sakit memang butuh kesabaran ekstra. Tetap sabar tawarkan makanan kepadanya dengan wajah tersenyum. Pelan tapi pasti, seiring dengan kebugaran tubuhnya yang kembali, porsi makan anak pasti akan kembali normal.

Untuk mendukung nafsu makan dan pertumbuhannya, orang tua bisa memberinya Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari bahan Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat menjaga nafsu makan, imunitas, dan mendukung gizi pertumbuhan.

Syifa Kids Nafsu Makan Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?