Anak Terlanjur Makan Siomay Ikan Sapu-Sapu yang Tercemar?

Anak Terlanjur Makan Siomay Ikan Sapu-Sapu yang Tercemar?

Salah satu jajanan favorit yang sering anak buru sepulang sekolah adalah siomay. Namun, belakangan ini, orang tua seakan dibikin khawatir dengan maraknya berita seputar siomay yang menggunakan bahan dasar ikan sapu-sapu.

Ibu mungkin sudah tahu, ikan sapu-sapu di perairan Indonesia biasanya hidup di sungai yang kualitas airnya memprihatinkan. Maka dari itu, ikan sapu-sapu ini berisiko tinggi menyerap logam berat berbahaya, seperti halnya merkuri, timbal, atau sekadar sedimen dan polutan.

Sayangnya, demi meraup untung lebih karena bahan baku yang murah, masih ada saja oknum pedagang nakal yang mencampurkan ikan ini ke dalam adonan siomay dagangannya. Nah, agar tak kecolongan, mari kita pelajari ciri-ciri siomay ikan sapu-sapu dan apa solusinya jika anak terlanjur memakannya!

Ciri-Ciri Siomay Berbahan Dasar Ikan Sapu-Sapu

Umumnya, siomay menggunakan ikan tenggiri giling, ayam filet, atau udang sebagai bahan utama. Nah, menurut kanal Kompas.com, ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan siomay ikan tenggiri asli dengan siomay abal-abal dari ikan sapu-sapu. Apa saja?

  • Siomay ikan sapu-sapu biasanya berwarna lebih gelap, kusam, atau keabu-abuan pekat. Berbeda dengan siomay tenggiri asli yang lebih cerah dan bersih.
  • Kalau baunya amis banget dan menyengat, kita patut curiga. Siomay tenggiri yang asli justru berbau gurih khas hidangan laut yang menggugah selera.
  • Saat digigit, siomay ikan sapu-sapu cenderung terasa lebih keras dan kenyalnya tidak alami (biasanya karena terlalu banyak campuran bahan pengenyal).

Apa Solusinya Jika Anak Terlanjur Makan Siomay Ikan Sapu-Sapu?

Kalau si kecil tanpa sadar sudah telanjur jajan siomay yang mencurigakan, ada beberapa langkah detoksifikasi sederhana yang bisa orang tua terapkan di rumah untuk meminimalkan dampaknya dalam jangka panjang.

Ahli gizi, Rita Ramayulis, membagikan beberapa tips penting. Langkah pertama dan paling utama pastinya stop konsumsi saat itu juga. Jangan biarkan si kecil membeli jajanan dari tempat yang sama lagi. Setelah itu, kita bisa melakukan dua langkah jitu ini!

1. Banyak Minum Air Putih

Air Putih yang Cukup untuk Detoksifikasi Racun Siomay Ikan Sapu-Sapu

Pastikan si kecil minum air putih lebih banyak dari biasanya. Cairan tubuh yang tercukupi bertugas layaknya pembersih yang akan mengangkut sebagian kecil zat-zat asing dari dalam tubuh, untuk kemudian dikeluarkan melalui air seni.

“Nah yang kedua, perbanyak tuh minum air putih. Karena walau bagaimanapun setiap cairan itu lebih banyak masuk ke tubuh, dia pasti akan mengangkut sebagian kecil dari zat-zat yang dianggap tidak boleh ada di tubuh itu dikeluarkan dengan air putih,” ujarnya.

2. Keluarkan Keringat dengan Olahraga

Bermain Bola

Selain melalui air seni, sisa zat yang tidak tubuh butuhkan juga bisa terbuang lewat keringat. Namun, ingat, keringatnya harus dari aktivitas fisik atau olahraga, bukan sekadar keringat karena udara panas saja.

Menurut Ibu Rita, olahraga akan memicu peningkatan aliran darah di dalam tubuh. Keringat yang keluar dari proses berolahraga inilah, yang turut membawa sebagian zat toksik keluar dari tubuh. Olahraga tak melulu harus berat, bisa main sepeda, lari-larian di taman, atau senam seru-seruan di rumah.

“Nah kemudian juga sebenarnya makin banyak kita berkeringat karena olahraga, beda loh ya, kalau karena olahraga tuh ada peningkatan aliran darah. Kalau keringat karena panas kan nggak ada. Jadi beda tuh ceritanya tuh,” jelas Ibu Rita.

3. Sajikan Buah & Sayur Pembersih Racun

Memperkenalkan Sayur ke Anak

Nah, yang tak kalah penting, pemilihan menu makanan harian juga sangat membantu proses detoksifikasi alami tubuh si kecil. Ada beberapa jenis makanan yang punya zat khusus untuk mengikat dan memecah racun menjadi molekul kecil agar mudah dibuang.

“Nah yang terakhir itu sebenarnya makanan-makanan tertentu itu punya zat yang bisa membuat racun itu menjadi molekul kecil. Misalnya nih pada brokoli, pada bayam itu dia punya zat anti-racun lah istilahnya gitu ya. Jadi ini tuh boleh diperbanyak,” tutur Rita.

Buah-buahan juga sangat dianjurkan karena kandungan fitokimia dan seratnya mampu mengangkat sisa-sisa racun. Ibu Rita, secara khusus merekomendasikan pisang dan alpukat karena punya kemampuan detoks yang lebih tinggi.

Penutup

Intinya, selalu waspada dan pelan-pelan edukasi si kecil tentang memilih jajanan yang aman, ya? Kalau ada waktu luang di akhir pekan, membuat siomay homemade tentu jadi pilihan yang juara dan terjamin keamanannya untuk keluarga.

Ibu juga bisa mendukung kesehatan anak dengan memberinya Syifa Kids Propolis supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat. Terbuat dari Curcuma domestica, Curcuma xanthorrhiza, propolis, hingga madu, produk ini mampu meningkatkan imunitas dan menyediakan gizi yang mendukung sistem imunnya.

Syifa Kids Propolis Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?