Bu, pernahkah, saat waktunya makan, si kecil malah menunda karena asyik bermain? Akhirnya, jam makannya mundur jauh. Atau mungkin, kita sendiri sebagai orang tua yang saking sibuknya, baru sadar anak belum makan dari pagi? Nah, kebiasaan makan saat perut sudah terlalu lapar ini ternyata perlu dikurangi.
Mengabaikan sinyal perut kosong sampai kita atau anak kelewat lapar ternyata berisiko. Hal ini, disampaikan langsung oleh dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi., Sp.GK., pada sebuah ajang diskusi di Jakarta. Di sisi lain, menurut beliau, makan tepat waktu ialah bentuk mindful eating.
Mengenal Skala Lapar yang Tepat untuk Waktu Makan

Dalam sebuah sesi diskusi kesehatan di Jakarta, dr. Juwalita Surapsari, membagikan penjelasan tentang waktu makan yang tepat. Menurut beliau, mengenali kapan kita harus makan adalah bagian penting dari mindful eating (makan dengan kesadaran penuh).
dr. Juwalita menjelaskan bahwa siklus lapar-kenyang pada tubuh kita bisa terbagi dari level 1 sampai 10. Level 1 adalah lapar ekstrem, sedangkan level 10 adalah kenyang berlebih hingga perut terasa begah atau bahkan mual.
- Level 1-2: Perut terasa perih, badan lemas, pusing, dan biasanya anak menjadi gampang marah (rewel).
- Level 3-4: Waktu yang terbaik untuk mulai makan. Di titik ini, biasanya perut anak sudah mulai berbunyi.
- Level 5-7: Anak merasa kenyang. Ia merasa cukup, nyaman, dan puas setelah makan.
- Level 8-10: Anak kenyang berlebih. Perut terasa begah, sesak, hingga mual.
“Sebetulnya yang direkomendasikan adalah, kita makan ketika kita ada di level tiga dan empat. Jadi kalau di level empat itu, kita sudah mulai kelaparan, perutnya sudah mulai bunyi,” saran dr. Juwalita. Selain bunyi keroncongan, tanda lainnya ialah susah fokus.
Risiko Kebiasaan Anak Makan saat Perut Sudah Terlalu Lapar

Lalu, apa bahayanya jika kita membiarkan anak baru makan saat perut sudah di level satu atau dua? “Bahayanya kalau kita makan di level satu atau dua itu apa? Selain bisa pingsan duluan, sebelum pingsan kita pasti jadi kalap (makan berlebihan),” jelas dr. Juwalita.
Saat tubuh sudah sangat kelaparan, kita cenderung makan dengan porsi yang berlebihan dan mengunyah terlalu cepat. Ujung-ujungnya, kita akan makan terlalu banyak sampai perut langsung melompat ke level 10 alias begah. Jika dibiarkan menjadi kebiasaan, hal ini tentu tidak baik untuk pencernaan.
Jadi, mari biasakan si kecil makan saat perutnya mulai berbunyi di level 3 atau 4. Ajarkan juga mereka untuk berhenti makan saat sudah merasa cukup kenyang, tidak perlu menunggu sampai begah. Jangan lupa, aturan yang sama juga berlaku buat kita sebagai orang tua, ya!
Untuk mendukung nafsu makan dan pertumbuhannya, orang tua bisa memberinya Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari bahan Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat menjaga nafsu makan, imunitas, dan mendukung gizi pertumbuhan.
