Polusi Udara saat Kemarau, Ini Cara Mencegah ISPA pada Anak

Polusi Udara saat Kemarau, Ini Cara Mencegah ISPA pada Anak

Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 27 April 2026 ini, Indonesia sedang menghadapi musim kemarau yang datang lebih awal, lebih kering, dan diprediksi juga bakal lebih panjang. Untuk itu, orang tua wajib tahu cara mencegah ISPA pada anak. Kenapa begitu?

Fenomena La Niña yang biasanya rutin bawa hujan sudah resmi pamit sejak Februari 2026 kemarin. Nah, memasuki bulan April hingga Juni 2026 ini, BMKG mencatat 64,5 persen wilayah Indonesia akan terasa jauh lebih gersang. Masalahnya, kondisi ini berpengaruh terhadap paru-paru. Mari pelajari lebih lanjut!

Kenapa Kemarau Kering Berbahaya buat Paru-Paru Anak?

Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Cuaca panas sering bikin si kecil gerah dan rewel. Namun, masalahnya tak berhenti di situ saja, kemarau kering ini seolah jadi penanda untuk polusi udara. Saat musim hujan, debu dan polutan bisa dengan mudah jatuh ke tanah. Namun, akan berbeda saat kemarau tiba.

Berbeda dengan kondisi di musim kemarau, partikel polusi tersebut justru dengan bebas melayang-layang di udara yang kita hirup setiap harinya. Terlebih, di kota-kota besar, sumber polusi udara itu bisa datang dari mana saja.

Seperti kata Piotr Jakubowski, co-founder aplikasi pemantau kualitas udara di acara ecoCare Pure Air, “Rata-rata polusi Jakarta tahun lalu berada di atas angka 40. Di musim kemarau, angkanya bisa naik sampai 80-100, bahkan kadang bisa menembus 200.”

Nah, angka 200 itu sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Udara menjadi terasa berat, kotor, dan berisiko sangat tinggi memicu ISPA hingga masalah jantung jika kita tidak melakukan pencegahan maupun perlindungan apa pun.

Cara Jitu Mencegah ISPA pada Anak saat Musim Kemarau

Agar anak tetap sehat, ceria, dan bebas dari ancaman ISPA di tengah kepungan polusi saat musim kemaru, orang tua bisa terapkan langkah-langkah andalan berikut ini untuk mencegah segala kemungkinan ISPA pada anak.

1. Wajib Mencuci Tangan

Mencuci Tangan

Kuman, bakteri, dan partikel debu yang kotor bisa dengan mudah menempel di tangan anak sehabis main, lalu masuk ke saluran pernapasan saat ia mengucek mata atau memegang hidung. Hal ini berpotensi memicu ISPA.

Nah, membiasakan cuci tangan bisa menjadi benteng pertahanan pertama anak. Untuk itu, ajak anak rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 15-20 detik, terutama setelah main, sehabis dari toilet, atau sebelum makan.

2. Pakai Masker saat Keluar Rumah

Karena polusi udara musim kemarau hampir sulit untuk kita elakkan, maka pemakaian masker wajib digalakkan lagi. Pilih masker yang pas dengan ukuran wajah anak dan bisa menyaring debu halus dengan baik (seperti masker medis atau KN95 khusus anak).

Ini penting banget buat mencegah partikel PM2.5 langsung masuk ke paru-parunya. Ketika polusi meningkat (terutama di musim kemarau), partikel halus seperti PM2.5 memang berbahaya karena ukurannya yang kecil, ia bisa lolos dari saringan hidung & tenggorokan dan masuk ke paru-paru.

3. Tetap Aktif Bergerak

Bermain Bola

Aktivitas fisik memang bagus untuk menjaga imunitas anak agar tidak gampang flu atau ISPA. Namun, di musim polusi ini, kita wajib cek aplikasi kualitas udara dulu sebelum menyuruh anak main di luar ruangan (outdoor).

Jikalau indikatornya sedang merah atau tidak sehat, pindahkan arena bermainnya ke dalam rumah (indoor). Orang tua tetap bisa mengajak si lecil beraktivitas seru kok, seperti senam bareng, main petak umpet, atau bermain di ruang keluarga.

4. Pastikan Tidurnya Cukup

Anak biasanya butuh 9-14 jam tidur sehari sesuai usianya. Kalau kurang tidur, sistem imunnya bisa anjlok dan gampang banget terserang virus penyebab ISPA. Tidur yang cukup adalah cara alami tubuh memperbaiki sel dan memperkuat kekebalan dari dalam.

5. Makan Sehat & Gizi Seimbang

Makanan Padat Gizi

Untuk mencegah ISPA anak saat musim kemarau, perbanyak sajian buah dan sayur di piring makan si kecil. Nutrisi, terutama vitamin C dan D, terbukti ampuh menjadi tameng yang mampu membantu meningkatkan imun tubuh.

Coba sediakan jeruk, pepaya, brokoli, atau bayam. Jika ia susah makan sayur, coba akali dengan membuatnya menjadi jus manis atau dicampur ke dalam adonan nugget buatan rumah. Kurangi juga jajanan manis dan berpengawet ya, karena bisa menurunkan fungsi sel imun.

6. Kurangi Keramaian

Bu, mall atau playground yang tertutup dan padat pengunjung itu rawan banget jadi tempat pertukaran virus. Sebisa mungkin, batasi dulu jadwal jalan-jalan ke tempat yang terlalu ramai saat musim sakit seperti ini.

Kalau si kecil mulai batuk atau pilek, lebih baik istirahat penuh di rumah supaya cepat pulih dan tidak menularkan ke orang lain. Hal ini juga menghindari kondisi makin berat karena kelelahan atau paparan tambahan.

7. Jangan Berbagi Alat Makan

Virus penyebab ISPA mudah menular lewat air liur. ISPA umumnya menyebar lewat droplet saat batuk, bersin, atau berbicara. Selain droplet, ISPA juga menyebar dari kontak tidak langsung (tangan atau benda yang terkontaminasi, lalu menyentuh hidung/mulut).

Jadi, ingatkan anak untuk tidak berbagi makanan dari satu gigitan, sedotan, atau bahkan barang seperti handuk dan syal. Berbagi makanan lewat satu gigitan berpotensi memindahkan air liur langsung, sementara barang seperti handuk bisa menjadi perantara droplet atau ingus.

Penutup

Mengingat kita dianjurkan lebih banyak di rumah saat polusi tinggi, perhatikan juga sirkulasi udara di dalam ruangan. Penggunaan air purifier sangat membantu untuk menjernihkan udara saat polusi udara ruangan sedang tinggi.

Ibu juga bisa berikhtiar mencegah ataupun mengobati ISPA anak dengan produk Syifa Kids Isplek. Terbuat dari Curcuma xanthorrhiza, Kaempferia galanga, Zingiber officinale, Morinda citrifolia, hingga madu, produk ini berkhasiat untuk menjaga sistem imun, melawan infeksi, hingga mengatasi radang karena ISPA.

Syifa Kids Isplek Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?