Radang amandel, atau dalam istilah medisnya tonsilitis, memang sering sekali menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit radang amandel disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri ini ternyata gampang sekali menular, bahkan hanya dengan hirupan udara yang terkontaminasi.
Nah, sebagai orang tua, wajar dong kalau kita khawatir. Lalu, bagaimana radang amandel ini bisa menular dari anak yang sakit ke anak kita atau anggota keluarga lain? Adakah cara ampuh untuk mencegahnya? Kita cari tahu jawabannya bersama di artikel ini!
Kenalan dengan Amandel dan Kenapa Penting?
![]()
Ibu, begini, kita semua punya organ bernama amandel. Bentuknya seperti dua gumpalan jaringan oval yang letaknya di sisi kanan dan kiri tenggorokan kita. Amandel ini sebetulnya penjaga tubuh dari infeksi-infeksi, tugasnya penting sekali!
Organ amandel membantu tubuh si kecil melawan infeksi dengan cara menjebak kuman-kuman jahat yang masuk lewat hidung atau mulut. Amandel dapat menangkap hingga mendeteksi kuman. Saat kuman tertangkap, tubuh akhirnya bisa memberikan respons imun sebelum ia menyebar.
Nah, salah satu masalah yang sering menyerang amandel ini adalah tonsilitis atau radang amandel. Kondisi ini membuat amandel si kecil meradang, bisa di satu sisi atau bahkan keduanya, akibat serangan virus atau bakteri. Jika kuman terlalu banyak dan imunitas sedang lemah, anak bisa terkena penyakit ini.
Bagaimana Cara Radang Amandel Anak Menular?
Ibu, sama seperti flu, radang amandel ternyata mudah sekali menular. Penularannya sebagian besar terjadi karena kontak langsung dari anak yang sakit ke anak lain atau orang dewasa yang sehat. Ini dia beberapa cara bagaimana radang amandel bisa menular.
1. Terhirup saat Batuk dan Bersin
Ketika si kecil yang sedang radang amandel batuk atau bersin, percikan liur atau dahak kecil (kita sebut droplet pernapasan) bisa menyebar di udara. Nah, kalau ada anak lain atau kita sendiri menghirup udara yang terkontaminasi droplet ini, kuman bisa langsung masuk.
Kuman ini kemudian bisa menetap dan berkembang biak, menyebabkan infeksi dan gejala yang sama, misalnya radang tenggorokan, demam, atau radang amandel juga. Droplet yang jatuh ke benda (mainan, meja, sendok, dan lainnya) juga bisa menempel di permukaan dan menularkan dari jalur lain.
2. Sentuhan Tangan yang Terkontaminasi
Bayangkan, si kecil yang sakit batuk lalu menutup mulutnya dengan tangan, atau memegang hidungnya. Kuman di droplet itu bisa menempel di tangannya. Kalau tangan yang terkontaminasi ini menyentuh benda-benda di sekitarnya (mainanan, meja, gagang pintu), bisa memicu penularan lain.
Anak lainnya atau kita menyentuh benda itu, kemudian tanpa sadar menyentuh wajah, hidung, atau mulut sendiri, kuman bisa langsung berpindah. Dari tangan, kuman kini bisa masuk ke tubuh lewat membran mukosa di mulut, hidung, atau mata.
3. Berbagi Barang Pribadi

Nah, ini yang sering terjadi di rumah atau di sekolah! Berbagi alat makan, sedotan, botol minum, atau bahkan sikat gigi dengan si kecil yang sedang sakit radang amandel bisa jadi jalan pintas bagi kuman untuk berpindah ke orang lain.
Setiap kali anak menggunakan sendok, botol minum, atau sedotan, air liur yang mengandung kuman akan menempel pada alat tersebut. Ketika alat makan atau minum itu dipakai bersama anak lain atau anggota keluarga, kuman langsung berpindah ke mulut orang berikutnya.
Radang amandel yang disebabkan oleh virus, biasanya menular selama sekitar 7 hingga 10 hari. Sementara itu, jika penyebabnya bakteri, penularannya bisa berlangsung hingga 2 minggu. Masa inkubasi, yaitu jeda waktu dari saat terkena kuman sampai gejala pertama kali muncul, umumnya sekitar 2 sampai 4 hari.
Kenapa Anak Lebih Rentan Terkena Radang Amandel?
Ibu, meskipun radang amandel bisa menyerang siapa saja, anak-anak dan remaja memang paling sering jadi langganan daripada orang dewasa. Kenapa ya? Ada beberapa alasan kenapa anak lebih rentan terkena radang amandel.
- Anak-anak, terutama yang bersekolah atau sering bermain di luar, cenderung lebih sering berinteraksi fisik dengan teman-temannya. Mereka sering berdekatan, berbagi barang, atau bermain bersama, yang memudahkan penyebaran kuman.
- Sistem imun anak-anak masih dalam tahap perkembangan. Mereka belum memiliki kekebalan terhadap semua jenis kuman, sehingga lebih mudah terserang infeksi, termasuk radang amandel.
- Daripada orang dewasa, anak-anak mungkin belum terlalu paham atau konsisten dalam menjaga kebersihan diri, misalnya mencuci tangan dengan benar atau menutupi mulut saat batuk dan bersin. Ini membuat mereka lebih rentan tertular dan menularkan.
Cara Ampuh Mencegah Penularan Radang Amandel di Rumah dan Lingkungan
Kunci utama dalam mencegah penularan penyakit menular, termasuk radang amandel, adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara konsisten. Ibu tentu dapat menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik ini di rumah. Seperti apa?
- Ajarkan si kecil dan pastikan semua anggota keluarga rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Terutama setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, sebelum makan, dan sebelum menyentuh wajah, mata, atau mulut.
- Larang berbagi alat makan, botol minum, sedotan, handuk, atau sikat gigi. Ingatkan bahwa barang-barang ini hanya untuk dipakai sendiri.
- Ajari si kecil untuk selalu menutupi mulut dan hidungnya dengan tisu atau lengan bagian dalam (siku) saat batuk atau bersin. Setelah itu, buang tisu ke tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
- Bersihkan secara rutin permukaan yang sering disentuh di rumah, seperti gagang pintu, meja, atau mainan anak, terutama jika ada anggota keluarga yang sedang sakit.
Saat si kecil sedang menderita radang amandel, usahakan beristirahat di rumah sampai gejalanya membaik atau hilang sepenuhnya. Ini penting agar ia tidak menularkan kuman ke teman-temannya. Selain itu, terapkan juga tips berikut!
- Jika si kecil harus berada di dekat anggota keluarga lain, pakaikan masker untuk mengurangi penyebaran droplet saat ia batuk atau bersin.
- Berikan banyak cairan seperti air putih, jus buah, atau sup bening. Ini membantu menjaga tenggorokan si kecil tetap lembap dan mengurangi rasa tidak nyaman saat menelan.
- Selain menyikat gigi rutin, ajak si kecil berkumur dengan larutan air garam hangat. Ini bisa membantu meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi kuman di area mulut dan tenggorokan.
- Jangan tunda untuk membawa si kecil ke dokter, ya. Dokter akan memastikan apakah radang amandelnya disebabkan oleh virus (yang tidak perlu antibiotik) atau bakteri (yang perlu antibiotik).
Ibu juga bisa berikhtiar dengan Syifa Kids Limandel, yakni madu herbal anak yang diformulasikan dari bahan baku alami pilihan, yaitu Curcuma xanthorrhiza, Morinda citrifolia fructus, Zingiber officinale, hingga propolis. Obat herbal ini insya Allah mampu membantu mengobati radang amandel anak.
