Demam pada anak adalah salah satu hal yang paling sering bikin panik orang tua, apalagi kalau terjadinya tiba-tiba di malam hari. Siang harinya anak terlihat ceria, tapi begitu petang tiba, badannya tiba-tiba menghangat. Lalu, kenapa demam anak sering memburuk saat malam hari, ya?
Nah, hal ini cukup sering terjadi. Tentunya ada alasan ilmiah di balik kondisi ini. Dalam kondisi seperti ini, orang tua harus waspada, tetapi tidak perlu khawatir dengan berlebihan. Di artikel ini, kita akan mencari tahu sekaligus membahas tips dan solusi untuk mengatasinya.
Fluktuasi Suhu Tubuh dan Hormon Bikin Demam Anak Memburuk saat Malam Hari

Suhu tubuh kita, baik anak-anak maupun orang dewasa, tidaklah stabil sepanjang hari. Sebenarnya, suhu tubuh kita memiliki jam biologisnya sendiri. Suhu cenderung lebih rendah pada pagi hari dan akan terus meningkat secara alami pada sore hingga malam hari.
Kenaikan suhu alami ini sebetulnya normal. Namun, pada anak yang sedang sakit atau sedang demam ringan di siang hari, lonjakan ini bisa membuat gejala terasa lebih berat. Nah, kenaikan suhu alami ini bisa membuat demam yang ringan di siang hari jadi terasa lebih parah saat malam tiba.
Selain itu, ada peran dari hormon kortisol dan adrenalin di dalam tubuh. Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur respons peradangan dan sistem kekebalan tubuh. Ketika anak tertidur, produksi hormon-hormon ini akan berkurang.
Saat kadar hormon ini menurun, sistem imun anak jadi lebih aktif melawan infeksi. Proses ini sering kali menimbulkan peningkatan suhu tubuh, yang kita kenal sebagai gejala-gejala demam. Lantas, apakah kenaikan suhu ini berbahaya?
Kapan Perlu ke Dokter?
Meskipun demam malam hari sering kali tidak berbahaya, orang tua harus tetap waspada. Ada beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa demam pada anak perlu penanganan dokter segera. Apa saja?
- Jika bayi di bawah 3 bulan mengalami demam (suhu lebih dari 38 °C), segera bawa ke dokter.
- Jika suhu tubuh anak lebih dari 40 °C dan tidak turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas.
- Anak terlihat lesu, tak mau makan, sulit bernapas, muntah terus-menerus, diare, atau mengalami kejang.
- Demam yang tidak membaik atau justru semakin parah setelah 3 hari perawatan di rumah.
Tips dalam Mengatasi Demam Anak di Malam Hari

Dengan segala keterbatasan di malam hari, orang tua tetap bisa melakukan pertolongan pertama sederhana berikut ini. Jika anak demamnya tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya di atas, orang tua bisa mencoba merawatnya di rumah dengan cara-cara yang simpel.
1. Cukupi Asupan Cairan
Saat demam, tubuh anak dapat kehilangan banyak cairan akibat keringat, sehingga ia mudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa membuat demam semakin parah. Jadi, pastikan ia minum yang banyak, seperti air putih atau jus buah untuk anak. Ini adalah pertolongan pertama yang paling penting!
Dehidrasi membuat tubuh kesulitan mengatur suhu, sehingga demam bisa bertahan lebih lama atau terasa lebih parah. Gejalanya bisa meliputi mulut kering, bibir pecah-pecah, mata tampak cekung, jarang buang air kecil, atau lemas.
2. Beri Obat Penurun Panas
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan parasetamol sebagai pilihan pertama untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Namun, penting untuk selalu membaca dosis yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter.
Ingat, jangan berikan obat penurun panas pada bayi di bawah 2 bulan tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu. Oleh karena itu, bayi dengan usia tersebut harus dibawa ke dokter terlebih dahulu sebelum diberikan parasetamol atau obat penurun panas lainnya.
3. Gunakan Pakaian yang Longgar

Hindari memakaikan anak baju berlapis atau selimut tebal. Pakaian yang terlalu tebal justru bisa menjebak panas tubuh dan membuat suhu anak semakin naik. Pilih baju dengan bahan yang ringan dan menyerap keringat. Atur juga suhu kamar agar tetap sejuk dan nyaman.
4. Kompres Hangat
Sebaiknya gunakan kompres air hangat, bukan air dingin. Kompres air dingin bisa membuat anak menggigil dan justru semakin meningkatkan suhu tubuhnya. Caranya, celupkan kain bersih ke dalam air hangat, peras, lalu tempelkan pada lipatan ketiak dan selangkangan anak selama 10-15 menit.
Obati Demam Anak dengan Syifa Kids Trupan
Demam adalah cara tubuh anak melawan infeksi. Dengan pemahaman yang tepat dan langkah penanganan yang benar, orang tua bisa lebih tenang saat menghadapinya. Kuncinya adalah jangan panik, selalu perhatikan kondisi anak, dan jangan ragu untuk menghubungi dokter jika ada hal aneh.
Ibu juga bisa memberinya Syifa Kids Trupan. Syifa Kids Trupan adalah obat herbal dari bahan alami, seperti Curcuma xanthorrhiza, Cinnamomum burmanii, Kaemferia galanga, dan madu yang bermanfaat untuk menurunkan demam. Bekerja sebagai anti-bakteri, antioksidan, anti-inflamasi, dan memberi gizi untuk anak!
