Kemenkes Ungkap Cara Mencegah Penularan Super Flu

Anak Rentan Super Flu, Kenali Bedanya dengan Batuk-Pilek Biasa

Belakangan ini, sedang seliweran kabar soal varian flu bernama influenza subclade K. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja mengonfirmasi jika varian ini sudah terdeteksi di Indonesia. Lalu, apa bedanya dengan flu yang biasanya? Bagaimana cara mencegah super flu ini?

Nah, kalau biasanya batuk-pilek si kecil mungkin hanya berlangsung tiga hari saja, varian subclade K ini terkenal jauh lebih bandel. Ada banyak keluhan yang menyebut jika flu ini rasanya berbeda, entah sakitnya yang berminggu-minggu, badan rasanya remuk, dan obat yang biasanya seperti kurang mempan.

Namun demikian, meskipun belum ada jumlah lonjakan kasus yang gawat, Kemenkes sudah mewanti-wanti kita untuk waspada. Bersamaan dengan itu, Kemenkes juga memberi tips soal bagaimana cara mencegah dan menangkal super flu ini.

Apa Bedanya Super Flu dengan Flu Biasa?

Tips Mencegah Super Flu Anak

Melansir dari laman detikHealth, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa ada banyak keluhan masuk dari masyarakat soal flu akhir-akhir ini yang terasa lebih parah ketimbang biasanya.

Nah, istilah super flu sebenarnya bukan nama resmi medis, tapi istilah yang dipakai masyarakat karena gejalanya terasa lebih berat dan lama sembuh dibanding flu biasa. Namun pada dasarnya, penyakit ini punya gejala yang sama. Hanya saja, intensitas super flu biasanya lebih berat.

Dari sumber yang lain, dokter spesialis paru, dr. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa virus influenza subclade K adalah mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift. Kondisi ini, membuat virus super flu ini, tak sepenuhnya bisa dikenali tubuh meski pada dasarnya sama-sama virus influenza.

Kondisi inilah, yang menurut dr. Erlina membuat infeksi influenza subclade K terasa lebih berat ketimbang influenza musiman pada umumnya. Lebih dari itu, dr. Prima juga menjelaskan jika faktor cuaca turut memengaruhi peningkatan kasusnya, sehingga perlu kewaspadaan tersendiri.

Cara Mencegah Penularan Super Flu

Ilustrasi Beraktivitas di Musim Pancaroba

Bu, lantas apa yang perlu kita lakukan untuk mencegah penularan super flu? dr. Prima menjelaskan jika menjaga daya tahan tubuh merupakan langkah paling dasar dan penting untuk mencegah influenza, termasuk varian yang tengah menjadi perhatian ini.

“Pesan-pesan kunci seperti menjaga pola makan yang bergizi dan perilaku hidup bersih dan sehat adalah jalan utama dalam menjaga imunitas individu,” ujar dr. Prima. Lebih dari itu, beliau juga menekankan etika batuk dan bersin, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta penggunaan masker bagi penderita.

Data Kemenkes hingga akhir Desember 2025 menyebut mayoritas pasien adalah perempuan dan usia anak. Untuk itu, pastikan piring makan keluarga berisi asupan gizi seimbang. Perbanyak sayur, buah-buahan yang kaya vitamin C (jeruk, jambu biji, pepaya), dan protein.

Selain menjaga imunitas dan pola hidup bersih, Kemenkes juga menyarankan vaksinasi untuk mencegah influenza (termasuk super flu) ini. Nah, berdasarkan data awal, vaksin flu saat ini efektif 70-75% mencegah anak-anak (usia 2-17 tahun) masuk rumah sakit, dan 30-40% efektif pada orang dewasa.

Penutup

dr. Prima mengingatkan agar kita tidak mengabaikan gejala flu yang semakin berat atau tak kunjung membaik dalam hitungan minggu, bahkan bulan. Gejala batuk dan pilek berkepanjangan, demam tinggi, hingga gangguan pernapasan tentu perlu mendapat penanganan dokter.

Kita juga bisa berikhtiar mencegah super flu pada anak dengan Syifa Kids Propolis. Formula Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, propolis, dan madu di produk ini, berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak. Ia bantu mencegah infeksi penyakit musiman anak.

Syifa Kids Propolis Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?