Lapar, haus, hingga sedikit rewel saat puasa bagi anak-anak itu wajar. Namanya juga sedang belajar, kan? Namun, orang tua juga harus ekstra peka. Ada kalanya, tubuh kecil mereka mengirimkan ciri-ciri di mana anak harus segera membatalkan puasa karena kondisi darurat.
Mengajarkan anak berpuasa sejak dini memang momen yang membanggakan. Rasanya gemas sekaligus haru melihat mereka ikut sahur dengan mata masih mengantuk. Tapi, sebagai orang tua, kita juga harus ingat bahwa tubuh anak-anak masih dalam tahap adaptasi.
Ciri-Ciri Anak Harus Membatalkan Puasa
Jangan sampai niat baik kita melatih kesabaran anak justru membahayakan kesehatannya. Untuk itu, mari kita kenali tanda-tanda kapan harus tega menyuruh si kecil membatalkan puasanya. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang mengharuskan anak menghentikan puasa.
1. Mengeluh Sakit Perut

Saat puasa, perut kosong bisa bikin asam lambung naik. Apalagi, anak-anak belum terbiasa menahan lapar belasan jam. Kalau si kecil mulai memegangi perutnya, wajah terlihat menahan sakit, dan keluhannya tak kunjung reda meski sudah dialihkan dengan bermain, ini saatnya kita bertindak.
Bu, jangan biarkan perutnya makin perih, ya. Segera batalkan puasanya. Tapi, hindari langsung memberinya gorengan atau makanan berat. Awali dengan air hangat dan makanan lembut seperti kurma atau buah-buahan agar lambungnya tidak kaget.
2. Pusing Hebat

Menurunnya kadar gula darah secara drastis bisa bikin anak pusing dan kehilangan keseimbangan. Andai si kecil yang biasanya aktif tiba-tiba cuma mau tiduran, terlihat lesu, dan mengeluh kepalanya berdenyut sakit, jangan dianggap sepele.
Melansir laman Cleveland Clinic, sakit kepala bisa muncul ketika seseorang tidak makan dalam jangka waktu tertentu, seperti halnya saat puasa. Coba mintalah ia duduk atau berbaring. Kalau setelah istirahat sebentar pusingnya tidak hilang dan malah bikin anak hampir pingsan, stop dulu puasanya jam itu juga.
3. Pucat & Keringat Dingin

Pernah lihat anak mengeluarkan keringat berlebih padahal dia cuma duduk atau tiduran? Waspada, keringat dingin, apalagi dibarengi tubuh yang gemetar dan wajah pucat, adalah tanda khas hipoglikemia atau gula darah yang menurun drastis.
Kondisi ini terjadi karena tubuhnya membakar energi cadangan dan kelenjar keringatnya bereaksi berlebihan. Kalau sudah muncul tanda gemetar dan pucat ini, segera peluk anak dan berikan minuman manis yang hangat untuk menormalkan kembali gula darahnya.
4. Dehidrasi yang Berbahaya

Puasa berarti puasa dari asupan cairan juga. Anak-anak sangat rentan mengalami dehidrasi karena komposisi air di tubuh mereka lebih banyak dari orang dewasa. Jika dia cuma bilang haus, orang tua bisa menyemangatinya sedikit lagi.
Namun, jika bibirnya sangat kering dan pecah-pecah, matanya cekung, pipisnya sangat sedikit (dan berwarna gelap pekat), atau dia menangis rewel tapi tidak keluar air mata. Ini dehidrasi yang butuh cairan segera. Ini adalah ciri-ciri anak harus membatalkan puasa.
5. Penglihatan Kabur
Ciri-ciri lain yang menunjukkan anak harus segera membatalkan puasa ialah penglihatan yang kabur. Nah, kalau si kecil sudah nyeletuk begini, orang tua harus waspada. Penurunan gula darah dan tekanan darah saat puasa bisa mengurangi aliran darah ke mata dan otak.
Selain penglihatan yang kabur, anak biasanya menjadi sangat linglung, tidak fokus saat diajak bicara, dan mood-nya sangat berantakan (rewel parah yang bukan sekadar tantrum biasa). Ini artinya otak si kecil sudah benar-benar kehabisan energi.
Penutup
Jika mendapati ciri-ciri anak harus membatalkan puasa di atas, jangan ditunggu lagi. Namun, jangan membuat anak merasa bersalah. Tetap berikan ia pelukan hangat dan apresiasi karena sudah berani mencoba berpuasa sampai jam tersebut.
Melatih anak puasa memang butuh kesabaran. Kalau hari ini batal, besok masih ada kesempatan lagi. Kita juga bisa mendukung puasa anak dengan Syifa Kids Propolis agar daya tahan tubuh dan sistem imunitasnya lebih kuat.
Terbuat dari Curcuma domestica, Curcuma xanthorrhiza, propolis, hingga madu, produk ini mampu meningkatkan imunitas dan menyediakan gizi yang mendukung puasanya. Syifa Kids bisa menjadi suplemen alami yang cocok untuk mendampingi anak berpuasa.
