Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Mencegah Anak Terkena Diare

Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Mencegah Anak Terkena Diare

Salah satu momen paling bikin panik adalah di saat si kecil kena diare. Anak yang biasanya lincah lari sana-sini tiba-tiba jadi lemas, rewel, bolak-balik ke toilet, sampai kadang juga mual dan muntah. Nah, kita sebagai orang tua perlu mengajarkan kebiasaan yang bagus untuk mencegah diare anak ini.

Diare pada anak-anak memang sangat umum terjadi, tapi jangan pernah kita sepelekan, ya? Tubuh mungil mereka, sangat rentan mengalami dehidrasi jika cairan tubuh terus-menerus keluar. Sebelum itu semua terjadi, maka terapkan prinsip mencegah lebih baik ketimbang mengobati.

Kebiasaan Harian untuk Mencegah Anak Diare

Sebenarnya, ada kok kebiasaan-kebiasaan harian simpel yang kalau kita terapkan secara konsisten, bisa jadi pelingung ampuh untuk mencegah diare pada anak. Nah, mari pelajari daftar berikut ini dan pastikan kita sudah menerapkannya di rumah!

1. Rutin Mencuci Tangan

Mencuci Tangan untuk Mencegah Diare Anak

Anak-anak, tangan mereka bisa menyentuh apa saja; mainan di lantai, tanah di taman, kucing tetangga, sampai ujung sepatu mereka sendiri. Dari situ, kuman penyebab diare dengan mudah berpindah ke mulut saat mereka makan atau sekadar mengisap jari.

Mulai sekarang, ajarkan si kecil ritual cuci tangan yang menyenangkan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan kita, orang tua serta anak-anak wajib cuci tangan terutama sebelum makan, setelah dari toilet, setelah main di luar, dan setelah memegang hewan peliharaan.

Ajarkan anak cuci tangan memakai sabun di bawah air mengalir. Ini memastikan semua sela-sela jari tergosok bersih. Jangan lupa, sediakan hand sanitizer di tas PPPK saat sedang jalan-jalan dan sulit menemukan wastafel.

2. Hindari Jajan Sembarangan

Anak Sakit Perut Diare

Jajanan warna-warni di depan sekolah atau di pinggir jalan memang bikin si kecil gampang tergiur. Sayangnya, kita tidak pernah tahu seberapa bersih proses produksi makanan tersebut. Padahal, jika ingin mencegah diare anak, kebersihan pangan ialah hal yang wajib kita perhatikan.

Makanan yang dibiarkan terbuka sangat rentan dihinggapi lalat, debu jalanan, atau terkontaminasi bakteri jahat seperti E. coli dan Salmonella penyebab diare dan tipes. Nah, ketimbang pusing, sebetulnya kita bisa membawakan mereka bekal, yang tentunya lebih terjamin kebersihannya.

3. Jaga Kebersihan Masakan

Pisang

Diare tak melulu datang dari luar rumah. Terkadang, sumbernya ada di dapur kita sendiri jika cara mengolah makanannya kurang tepat. Sayur dan buah yang baru kita beli dari pasar pasti masih membawa sisa tanah atau pestisida. Belum lagi daging mentah yang memang secara alami membawa bakteri.

Tipsnya, cuci sayur dan buah di bawah air mengalir. Jangan cuma direndam ya, karena air rendaman yang kotor justru bisa bikin kuman menempel lagi. Sayuran seperti brokoli bisa direndam air garam sebentar agar ulatnya keluar, lalu bilas lagi dengan air mengalir.

Pastikan juga ayam, daging sapi, daging ikan, dan telur dimasak sampai benar-benar matang sempurna. Gunakan talenan dan pisau yang beda untuk memotong bahan mentah (daging) dan bahan yang langsung kita makan (buah/sayur matang).

4. Jangan Berenang saat Sakit

Berenang memang menyenangkan, tetapi kolam renang umum bisa jadi kolam bakteri kalau kita tidak hati-hati. Saat berenang, anak kadang tanpa sengaja menelan air kolam. Padahal, kuman penyebab diare seperti Cryptosporidium bisa bertahan lama di air kolam meski sudah diberi kaporit.

Kalau si kecil lagi agak rewel, bersin-bersin, atau kelihatan kurang fit (sistem imunnya lagi turun), untuk mencegah diare maka tunda dulu jadwal berenangnya. Edukasi juga anak-anak untuk menutup mulut rapat-rapat saat menyelam agar air kolam tidak terminum.

5. Imbangi Serat & Waspada Pedas

Sistem pencernaan anak-anak belum sekuat orang dewasa. Makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, atau bersantan kental bisa mengiritasi perut mereka dan memicu diare. Selain itu, anak-anak yang punya intoleransi laktosa juga gampang mencret kalau minum susu sapi biasa.

Satu lagi yang sering orang tua salah kaprah. Serat itu bagus, tapi kalau anak kebanyakan makan buah yang tinggi serat dan air (seperti pepaya berlebihan atau jus buah kemasan dengan pemanis buatan), justru fesesnya malah bisa jadi terlalu cair.

Tipsnya, berikan makanan dengan gizi seimbang. Pahami respon perut anak terhadap makanan tertentu. Kalau habis makan keju atau minum susu dia langsung diare, coba konsultasikan ke dokter anak, siapa tahu si kecil butuh susu alternatif.

6. Vaksin Rotavirus

Vaksin Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Salah satu biang kerok diare paling ganas pada anak adalah Rotavirus. Virus ini gampang banget menular, terutama di musim hujan. Karena ini virus, antibiotik tidak akan mempan. Antibiotik hanya mempan jika penyebab diarenya adalah bakteri.

Cara paling jitu mencegah diare akibat virus adalah dengan imunisasi. Nah, vaksin Rotavirus biasanya diberikan lewat tetesan ke dalam mulut bayi sebelum usia mereka mencapai 6 bulan (terbagi dalam 2-3 dosis, tergantung jenis vaksinnya).

7. Perbanyak Asupan Probiotik

Di dalam perut anak kita, sebenarnya ada bakteri baik dan bakteri jahat. Kalau bakteri jahatnya lebih banyak, di situlah diare rentan menyerang. Nah, kita bisa bantu si kecil menang dari dalam dengan mengirim asupan berupa probiotik alias bakteri baik!

Rutin sediakan makanan dan minuman sumber probiotik di rumah. Yoghurt tanpa tambahan gula berlebih, tempe, atau minuman probiotik bisa jadi camilan yang enak sekaligus menyehatkan usus anak. Probiotik ini akan mencegah diare sekaligus menyeimbangkan kondisi perut anak.

Penutup

Solusi alami yang aman bagi anak diare adalah Syifa Kids Diar. Terbuat dari formulasi madu, Psidium guajava, Foeniculum vulgare, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, terbukti efektif mengurangi kontraksi usus, meningkatkan kesehatan pencernaan, melawan bakteri, hingga mematikan kuman penyebab diare.

Syifa Kids Diar Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?