Penyebab Anak Alergi Sayur yang Bikin Bibir Bengkak dan Gatal

Penyebab Anak Alergi Sayur yang Bikin Bibir Bengkak dan Gatal

Sayuran adalah menu wajib yang sering banget kita siapkan di meja makan. Ia kaya akan serat, vitamin, dan gizi, tak heran kalau sayuran selalu jadi andalan kita untuk memenuhi nutrisi harian keluarga. Sayangnya, beberapa anak tak bisa mengonsumsi sayur karena alergi.

Padahal, tentu kita selalu berharap si kecil bisa makan sayurnya dengan lahap. Faktanya, alergi sayur itu benar-benar ada. Meski kasusnya jarang terjadi, penting banget buat kita untuk tahu kenapa hal ini bisa terjadi dan sayuran apa saja yang biasanya jadi pemicu.

Kenapa Beberapa Anak Bisa Alergi dengan Sayur?

Memperkenalkan Sayur ke Anak

Secara sederhana, reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh si kecil salah paham. Tubuhnya mengira zat protein tertentu di dalam sayuran adalah musuh yang berbahaya, padahal aslinya bukan.

Sebagai bentuk perlawanan, tubuh si kecil akan memproduksi antibodi bernama Imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini, kemudian menyuruh sel-sel tubuh melepaskan zat bernama histamin. Nah, gara-gara si histamin inilah muncul reaksi seperti gatal-gatal, ruam merah, atau bibir yang membengkak.

Selain itu, ada juga kondisi bernama pollen food syndrome (sindrom makanan serbuk sari). Biasanya, ini terjadi pada anak yang memang memiliki alergi terhadap debu serbuk sari. Karena beberapa sayur punya struktur protein yang mirip serbuk sari, tubuh anak jadi kebingungan dan memunculkan reaksi alergi yang sama.

Macam Sayuran yang Sering Menjadi Pemicu Alergi

Sebenarnya, semua sayuran punya potensi memicu alergi jika tubuh si kecil memang sensitif. Namun, ada beberapa kelompok sayuran yang paling sering jadi penyebab utamanya. Nah, berikut ini beberapa macam sayuran yang cukup sering menjadi pemicu alergi!

1. Sayuran dari Jenis Nightshade

Alergi Sayur Berjenis Nightshade

Bu, jangan bingung dengan namanya, ya. Keluarga tanaman Solanaceae atau nightshade ini sebenarnya sayuran yang sering banget kita masak, seperti tomat, kentang, terong, paprika, hingga cabai-cabaian. Alergi pada sayuran jenis ini, biasanya dipicu oleh senyawa bernama alkaloid.

Di alam bebas, alkaloid (seperti solanin pada kentang, atau capsaicin pada cabai) sebenarnya berfungsi untuk melindungi tanaman itu sendiri dari hama. Namun, di anak yang sensitif, antibodinya bisa bereaksi berlebihan saat mencerna senyawa ini.

2. Seledri

Seledri

Seledri yang biasanya kita jadikan taburan sayur sup ini juga bisa memicu alergi. Meski kasusnya lebih sering terjadi di negara-negara Eropa yang suka makan seledri dalam keadaan mentah, tak ada salahnya jika kita juga tetap harus waspada ya.

Perlu diingat bahwa alergen (zat pemicu alergi) pada seledri itu cukup kebal terhadap panas. Jadi, walaupun ia sudah direbus bersama kuah kaldu, zat pemicu alerginya belum tentu hilang.

Alergi Sayuran Berbeda Halnya dengan Sensitif

Terkadang, kalau anak mencret atau hidungnya tersumbat setelah makan brokoli atau terong, belum tentu itu alergi murni, ya. Bisa jadi si kecil mempunyai sensitivitas terhadap zat dalam sayuran yang bernama salisilat.

Salisilat adalah zat alami yang banyak ditemukan pada sayuran, semisal brokoli, bayam, kembang kol, timun, hingga jamur. Kalau tubuh anak kesulitan mencerna zat ini, dampaknya bisa memicu peradangan ringan yang gejalanya mirip dengan alergi, seperti biduran atau masalah pencernaan.

Gejala Alergi Sayuran yang Perlu Ibu Waspadai

Reaksi alergi di tiap anak bisa berbeda-beda, dari yang sangat ringan sampai yang butuh penanganan dokter. Biasanya, gejala ini muncul sesaat setelah sayur dimakan, atau beberapa jam kemudian. Perhatikan jika si kecil mengalami tanda-tanda berikut!

  • Mual, muntah, atau diare.
  • Sakit atau kram perut.
  • Batuk-batuk secara tiba-tiba.
  • Lidah terasa kesemutan (biasanya anak akan rewel karena mulutnya terasa aneh).
  • Bibir, lidah, atau area sekitar mulut membengkak.
  • Muncul ruam gatal (biduran) di sekujur tubuh.

Pertolongan Pertama saat Anak Terkena Gejala Alergi

Jika si kecil menunjukkan gejala di atas setelah makan menu sayuran tertentu, segera hentikan pemberian makanannya, ya. Berikan dia air putih, dan jikalau gejalanya mengganggu, kita bisa memberikan obat anti-alergi khusus anak yang diresepkan dokter.

Jika anak mulai terlihat sesak napas, pucat, atau lemas, segera bawa ke IGD terdekat karena itu bisa menjadi tanda syok anafilaksis yang berbahaya. Selalu konsultasikan dengan dokter anak atau ahli alergi untuk memastikan pantangan makanannya apa saja.

Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif meredakan gejala-gejala alergi dan menekan rasa gatal yang timbul.

Syifa Kids Lergital Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?