Siapa di sini yang sering kewalahan saat menyuruh anak tidur di malam hari? Rasanya ada saja alasannya, mulai dari masih ingin menonton kartun, asyik main gadget, sampai tiba-tiba minta dibacakan buku cerita berkali-kali. Alhasil, jam tidur pun jadi mundur dan anak ikut-ikutan begadang.
Meskipun kelihatannya sepele, kebiasaan membiarkan anak tidur larut malam ternyata punya dampak yang kurang baik bagi proses tumbuh kembang. Salah satu risiko terbesarnya, dr. Mulki menjelaskan bahwa si kecil bisa tumbuh lebih pendek dari potensi aslinya.
Kenapa Anak yang Suka Begadang Berisiko Pendek?

Jadi, menurut penjelasan dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, Sp.A., Ph.D., anak yang kurang tidur atau memiliki kebiasaan begadang jauh lebih rentan mengalami gangguan pertumbuhan. Nah, hal ini memang benar dan ada penjelasan ilmiahnya.
Rahasianya ada di hormon pertumbuhan (growth hormone). Tubuh secara alami memproduksi hormon ini guna membantu anak tumbuh tinggi dan berkembang secara optimal. Nah, hormon ini bekerja aktif dan maksimal saat malam hari, tepatnya saat si kecil sedang tidur nyenyak (deep sleep).
Jadi, bisa kita bayangkan, ya? Saat anak begadang, jam kerja hormon pertumbuhan ini akan terganggu atau bahkan tidak aktif sama sekali. “Jangan sampai anak tidur di atas jam 9 malam, apalagi kalau usianya sudah masuk usia sekolah,” pesan dr. Mulki dalam sebuah talkshow.
dr. Mulki juga menambahkan bahwa anak usia sekolah idealnya membutuhkan waktu tidur minimal 8 jam per hari. Jadi, jam 9 malam adalah batas maksimal anak sudah terlelap. Nah, menyuruh anak segera tidur sebelum jam tersebut adalah langkah yang paling tepat.
Selain Tidur, Lengkapi Nutrisinya agar Anak Tumbuh Tinggi

Guna memastikan si kecil tumbuh cerdas dan optimal, nutrisi yang masuk ke tubuhnya juga harus kita jaga. dr. Mulki mengingatkan bahwa konsep gizi seimbang ialah kunci utama. Pastikan piring makan si kecil selalu berwarna-warni dan lengkap.
Kita perlu menyeimbangkan asupan nutrisinya, mulai dari karbohidrat, protein, lemak baik, hingga vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah. Jangan lupa juga asupan cairan, hingga kebutuhan esensial untuk pertumbuhan seperti omega 3, omega 6, dan DHA.
“Jikalau ayah dan ibu ingin anaknya bertumbuh dan berkembang dengan baik, tentunya nutrisinya harus diseimbangkan. Dan jangan lupa, lengkapi dengan stimulasi bermain yang sesuai dengan usia anak,” tambah dr. Mulki.
Penutup
Terkadang, sebagai orang tua kita sering merasa sudah memberikan yang terbaik hanya dari segi makanan. Seperti kata dr. Mulki, banyak orang tua yang bingung dan bertanya, “Dok, saya sudah kasih makanan bergizi terus, tapi kok anak saya kelihatannya nggak berkembang optimal?”
Usut punya usut, anak begadang, kurang bermain atau kurang tidur, adalah penyebabnya. Jadi, mulai sekarang kita perbaiki jadwal harian si kecil. Pastikan nutrisi si anak terpenuhi, ajak dia aktif bermain dan bereksplorasi di siang hari, dan yang paling penting tutup harinya dengan tidur yang nyenyak.
Untuk mendukung nafsu makan, gizi, dan pertumbuhannya, orang tua bisa memberikan Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari bahan Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat memicu nafsu makan, mendukung imunitas, dan gizi pertumbuhan.
