Benarkah Keseringan Main HP Bisa Menyebabkan Anak Pusing?

Benarkah Keseringan Main HP Bisa Menyebabkan Anak Pusing?

Memang, di zaman serba digital ini, menjauhkan anak sepenuhnya dari gadget rasanya hampir mustahil ya, Bu. Namun, pernahkah Ibu mendapati anak tiba-tiba rewel, mengucek mata, atau bahkan mengeluh kepalanya pusing setelah asyik menonton YouTube atau main game di HP?

Banyak mitos yang beredar dari mulut ke mulut bahwa keseringan menatap layar HP bisa bikin anak migrain atau sakit kepala. Pertanyaannya, apa ini cuma mitos belaka atau memang ada fakta medisnya? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas bareng-bareng!

Keseringan Main HP Memang Bisa Menyebabkan Kepala Pusing

Pusing karena Main HP

Ternyata, keluhan pusing karena kelamaan main HP itu bukan isapan jempol belaka, Bu. Terlalu lama menatap layar HP sudah terbukti sejak lama secara ilmiah dapat meningkatkan risiko sakit kepala dan migrain.

Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Analysis Health and Toxicology pernah meneliti lebih dari 12.000 orang. Dan hasilnya, semakin lama dan semakin sering seseorang menatap layar HP, risiko mereka mengalami sakit kepala meningkat hingga 13,4 persen.

Nah, walaupun studi ini meneliti semua orang secara umum tanpa memandang usia, tapi efeknya justru bisa lebih terasa pada anak-anak karena sistem saraf dan mata mereka masih dalam tahap perkembangan. Bisa jadi, risiko anak mengalami pusing saat main HP lebih tinggi.

Kenapa Main HP Bisa Bikin Anak Sakit Kepala?

Mungkin Ibu penasaran, apa hubungannya main HP dengan sakit kepala? Meskipun dokter masih terus meneliti kaitan pastinya, ada beberapa alasan kuat kenapa HP bisa bikin kepala si kecil nyut-nyutan. Beberapa di antaranya seperti berikut!

1. Hantaman Sinar Biru

Layar HP pancaran sinar birunya cukup kuat, Bu. Saat anak-anak menatap layar ini dalam jarak dekat dan waktu yang lama, cahaya biru ini akan masuk ke mata dan mengirimkan sinyal yang bikin otak anak mengalami overstimulasi.

Saat mengalami overstimulasi, otak menjadi kewalahan memproses cahaya dan gambar yang bergerak cepat. Nah, stres pada saraf inilah yang memicu timbulnya sakit kepala. Paparan sinar biru dalam durasi tinggi juga bisa memicu mata lelah/kering, pandangan kabur, dan sensitif terhadap cahaya.

2. Posisi Menunduk yang Konsisten

Memberikan HP untuk Menenangkan Anak

Menurut studi di jurnal Ergonomics tahun 2023, posisi ini bikin otot leher tegang, cepat pegal, dan nyeri. Kalau anak-anak keseringan menunduk atau posisi kepalanya terlalu maju, mereka juga berisiko mengalami keluhan otot dan tulang yang sama.

Nah, otot leher ini tersambung langsung ke bagian kepala. Kalau otot lehernya kaku, kepala bakal terasa seperti ditarik, dan ujung-ujungnya anak mengeluh pusing atau lehernya pegal. Karena itu, anak sebaiknya tidak terus-menerus bermain HP dengan posisi kepala menunduk.

3. Jam Tidur Menjadi Berantakan

Kadang saking asyiknya main game, anak jadi menawar jam tidur. Cahaya dari HP juga menipu otak anak untuk berpikir bahwa hari masih siang, sehingga hormon tidur (melatonin) terhambat. Kalau anak kurang tidur, tubuhnya jadi tidak fit dan jauh lebih rentan terkena sakit kepala keesokan harinya.

Tips Membatasi Jam Bermain HP untuk Anak

Mengurangi screen time anak memang butuh kesabaran ekstra dan pastinya diwarnai sejuta drama. Hanya saja, jika demi kesehatan si kecil, Ibu pasti bisa pelan-pelan menerapkan aturan baru di rumah. Cobalah beberapa trik berikut ini!

  • Buat kesepakatan kapan HP tidak boleh disentuh sama sekali. Misalnya, saat sedang makan, di kamar tidur, atau saat kumpul keluarga di ruang tamu.
  • Sepakati waktu main, misalnya 30 menit. Pasang alarm dengan suara lucu. Kalau alarm bunyi, artinya HP harus dikembalikan tanpa negosiasi.
  • Kalau anak sedang ada tugas sekolah yang mengharuskan pakai gadget, ajarkan mereka istirahat. Setiap 20 menit menatap layar, minta anak melihat benda sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini sangat ampuh merelaksasi otot mata yang tegang!
  • Alihkan perhatian mereka dengan kegiatan fisik atau sensorik. Ajak anak menggambar, main plastisin, susun lego, atau sekadar main sepeda di halaman.
  • Anak adalah peniru yang ulung. Kalau kita melarang mereka main HP tapi kitanya sendiri asyik scroll media sosial terus-terusan di depan mereka, tentu aturannya tidak akan berjalan mulus.

Ibu juga bisa menyediakan Syifa Kids Vitangin di rumah, herbal 100% bahan alam yang terformulasi secara khusus untuk meredakan gejala sakit perut, mual, muntah, hingga pusing. Dengan Foeniculum vulgare, Curcuma xanthorrhiza, Zingiber officinale, Curcuma domestica, dan madu terbukti mengobati keluhan anak.

Syifa Kids Vitangin Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?