Momen potong kuku anak memang sering kali bikin Ibu harus ekstra sabar. Si kecil kadang menangis, meronta, atau tak mau diam karena lagi asyik bermain. Namun, serepot apa pun itu, pastikan kuku anak tetap rutin dipotong agar tidak kepanjangan ya, Bu.
Kuku mungil si kecil ternyata bisa jadi tempat persembunyian kuman kalau kebersihannya tidak dijaga, Bu. Untuk itu, mari kita bahas kenapa rutin memotong kuku anak itu penting banget dan tidak boleh sampai terlewat!
Fungsi Rahasia di Balik Kuku Kecil Anak

Meski ukurannya mungil, kuku punya peran penting banget, Bu. Bagian kuku yang keras ini fungsinya melindungi ujung jari tangan dan kaki si kecil yang sensitif dari benturan atau luka. Di ujung jari tangan dan kaki kita, terdapat saraf yang sensitif dari cedera.
Selain itu, kuku juga ibarat “pinset” buat si kecil, Bu. Dengan bantuan kuku, anak jadi lebih mudah menjumput benda-benda kecil, seperti remahan biskuit atau mainan mungilnya. Nah, kegiatan ini ternyata bagus banget untuk melatih kemampuan motorik halus mereka!
Menariknya, menurut Kids Health, kuku bisa memberi kondisi kesehatan anak. Saat dokter menekan kuku anak yang sedang sakit, dokter bisa memeriksa kelancaran sirkulasi darahnya, Bu. Selain itu, perubahan bentuk atau warna kuku juga bisa jadi tanda peringatan awal adanya masalah kulit, anemia, hingga penyakit paru.
Tapi, Kenapa Kuku yang Panjang Justru Berbahaya?

Anak-anak suka bereksplorasi dengan menyentuh apa saja, seperti bermain tanah, mengambil mainan di lantai, hingga memegang hewan peliharaan. Kalau kuku anak kita biarkan memanjang, celahnya akan menjadi tempat bersarang yang sangat nyaman bagi kotoran, kuman, dan bakteri, Bu.
Masalahnya, anak-anak kan belum mengerti soal kebersihan ya, Bu. Habis memegang benda kotor, tangannya sering kali langsung masuk ke mulut. Entah itu mengisap jempol, memegang makanan, atau malah gigit-gigit kuku.
Tanpa cuci tangan, kuman di balik kuku panjang tersebut akan langsung masuk ke dalam tubuh dan berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, Bu. Inilah alasan utama kenapa potong kuku anak itu wajib, yakni untuk mencegah berbagai dampak kesehatan akibatnya.
3 Penyakit yang Timbul Akibat Jarang Potong Kuku Anak
Seperti yang kita bahas sebelumnya, kuman dari kuku kotor bisa memicu berbagai infeksi, Bu. Tanpa kita sadari, kuku yang jarang dibersihkan kadang menjadi biang kerok beberapa penyakit berikut ini pada tubuh anak!
1. Diare
Kotoran penuh bakteri di balik kuku anak bisa dengan mudah masuk ke perut si anak, Bu. Karena daya tahan tubuh balita hingga remaja belum sekuat orang dewasa, bakteri ini sangat rawan memicu diare parah.
Kalau Ibu biarkan, diare bisa membuat si kecil cepat dehidrasi, lemas, hingga berisiko kekurangan gizi karena makanan yang masuk justru terbuang lagi. Belum lagi jika ia rewel karena perutnya sakit, cukup kasihan, kan?
2. Cacingan
Ini dia keluhan yang cukup sering membuat si kecil rewel karena gatal-gatal di malam hari. Nah, telur cacing kremi itu sangat gampang menempel di sela kuku anak. Ukurannya yang kecil membuatnya mudah terselip ke kuku.
Terutama kalau anak menggaruk area pantatnya saat tidur atau sehabis dari kamar mandi. Nah, saat si kecil mengemut jarinya, telur cacing ini bisa ikut tertelan, masuk ke perut, dan akhirnya berkembang biak di ususnya!
3. Cantengan/Paronikia
Kalau kukunya panjang, si kecil sering kali tergoda untuk menggigitinya sampai sobek, Bu. Kebiasaan ini bahaya karena bisa memicu infeksi pada kuku tangan atau kakinya. Infeksi kuku ini, bisa menyebabkan anak terkena cantengan/paronikia.
Gejalanya pasti bikin anak kesakitan, karena kulit di sekitar kuku biasanya jadi bengkak, merah, terasa nyeri berdenyut, bahkan sampai bernanah. Kalau sudah parah begini, infeksi kuku tentu butuh penanganan langsung dari dokter.
Trik Memotong dan Merawat Kuku Anak
Tahukah Ibu kalau kuku tangan si kecil ternyata tumbuh jauh lebih cepat daripada kuku kakinya? Makanya, kita perlu rajin mengeceknya setiap minggu. Setidaknya sampai ia berusia 9-10 tahun dan bisa menggunting kuku sendiri, kita lah yang harus turun tangan merawatnya.
- Memotong kuku saat anak tidur memang cara termudah bagi para Ibu. Namun jika harus dipotong saat anak bangun, lakukanlah tepat setelah ia selesai mandi. Paparan air hangat akan membuat kuku anak menjadi jauh lebih lunak sehingga sangat mudah digunting, Bu.
- Jika anak takut dengan gunting kuku biasa karena khawatir kulitnya terpotong, Ibu bisa beralih menggunakan gunting kuku khusus bayi berujung bulat (safety scissors) atau kikir kuku elektrik yang aman di kulit.
- Jangan pernah potong kuku anak di pangkalnya (kutikula). Kutikula adalah segel alami penahan bakteri. Jika dipotong, kuman justru gampang masuk.
- Jika ada kulit kecil yang mengelupas di pinggiran jari (bintil kuku), jangan biarkan anak menarik atau menggigitnya. Ibu harus segera mengguntingnya secara perlahan agar tidak robek lebih dalam dan menyakiti anak.
- Terapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebagai aturan rutin di rumah, Bu. Lakukan selalu sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan kamar mandi.
Menjaga kuku anak tetap pendek dan bersih memang butuh usaha, tapi percayalah, Bu, ini adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak tetap sehat, ceria, dan bebas bereksplorasi setiap hari!