Si kecil yang bolak-balik buka tudung saji meski baru jam 10 pagi adalah hal biasa di bulan puasa. Bagi anak-anak yang baru belajar berpuasa, menahan lapar dan haus seharian memang jadi tantangan yang berat. Wajar saja kalau anak sering mengeluh saat puasa.
Namun, di momen inilah peran kita sebagai orang tua diuji. Jangan buru-buru memarahi atau malah langsung menyuruhnya berbuka, ya. Nah, mari kita simak tips-tips santai menangani si kecil yang mulai mengeluh saat puasa berikut ini!
Cara Menghadapi Anak yang Mengeluh saat Puasa
Meski usia anak belum wajib untuk berpuasa di bulan Ramadan, mengajarkan puasa sejak dini bukanlah hal yang buruk. Sebaliknya, dengan puasa, ia bisa memperoleh banyak manfaat dari kegiatan puasa itu sendiri.
Hanya saja, mengajarkan anak berpuasa memang bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, saat ia mulai lapar dan haus, orang tua akan banyak menghadapi keluhan serta rengekan. Untuk menanganinya, orang tua bisa lakukan tips berikut!
1. Alihkan Isu dengan Aktivitas Seru

Bu, saat perut kosong, otak anak biasanya cuma fokus pada satu hal, yakni makanan. Nah, tugas kita adalah mengalihkan fokus tersebut. Sama seperti kita yang kalau sibuk kerja jadi lupa makan, anak-anak juga bisa lupa lapar kalau sedang asyik bermain.
Tapi ingat ya, pilih aktivitas yang low-energy alias tidak bikin capek. Jangan diajak main bola di lapangan, nanti malah makin dehidrasi. Coba tawarkan kegiatan santai seperti mewarnai, menggambar, membaca buku, atau main ular tangga.
Nah, trik agar pengalihan isu ini berhasil adalah, libatkan si kecil untuk memilih kegiatannya. Tanya padanya, “Daripada bengong liatin jam dinding, mending kita bikin origami atau main lego, yuk?” Dengan begitu, si kecil akan antusias dengan sendirinya.
2. Isi Ulang Energi dengan Tidur Siang
Ibu pasti setuju kalau tidur adalah cara paling enak untuk memotong waktu puasa. Selain mengistirahatkan organ tubuh, tidur siang juga membantu anak menyimpan energi. Hal ini juga, bisa mengatasi anak yang mengeluh saat puasa.
Mengutip para ahli kesehatan, tidur siang singkat (power nap) bisa mengembalikan tenaga dan memperbaiki mood anak. Jadi, saat si kecil mulai rewel tak karuan, ajak ia masuk kamar, nyalakan AC atau kipas angin, dan keloni sebentar.
Nah, tidur siang yang aman buat puasa, ada baiknya jangan terlalu lama. Cukup 20-60 menit. Kalau kebablasan sampai sore, nanti malam ia malah susah tidur dan susah bangun sahur. Selain itu, hindari tidur terlalu sore, tidur sore justru malah bikin linglung.
3. Validasi Keluhan Anak

Ibu pernah dengar istilah hangry (hungry & angry)? Iya, rasa lapar bikin orang mudah marah. Nah, hal ini ternyata ada penjelasan ilmiahnya. Ketika gula darah turun, tubuh melepaskan hormon stres (kortisol) dan adrenalin. Makanya, wajar anak jadi sensitif banget ketika sedang lapar.
Saat anak mulai marah-marah atau menangis, jangan dimarahi, tetapi validasi dahulu perasaannya, “Ibu tahu adik lapar, perutnya nggak enak ya? Sabar ya. Itu tanda pahala adik lagi dicatat sama malaikat.” Jangan ikut marah, agar suasana tidak semakin runyam.
Ajarkan mereka bahwa puasa bukan cuma menahan makan, tapi juga menahan marah. Berikan pengertian dengan bahasa yang lembut bahwa pemenang puasa adalah mereka yang tetap bersabar meski perut keroncongan.
4. Berikan Apresiasi untuk Anak
Supaya si kecil semangat lagi, tidak ada salahnya memberikan iming-iming hadiah. Tapi, usahakan bentuknya adalah apresiasi atas usahanya, ya. Misalnya, jika anak kuat puasa sampai magrib, kita berjanji untuk membelikan takjil favoritnya.
Atau, cara lebih menarik, buat buku catatan Ramadan. Setiap hari dia berhasil menyelesaikan puasa, catat pencapaian tersebut. Di akhir bulan, catatan itu bisa dia tukar dengan hadiah lebaran yang dia mau.
5. Berbuka Jika Benar-Benar Tidak Kuat
Anak yang mengeluh saat puasa bisa menjadi tanda jika ia tidak kuat. Nah, kalau anak terlihat sangat pucat, lemas berlebihan, atau gemetar, jangan dipaksakan. Ingat, puasa bagi anak belum wajib hukumnya. Karena di sini, tujuan ia puasa adalah untuk belajar.
Bunda bisa menawarkan opsi berbuka jika memang anak sudah mencapai batasnya. Yang terpenting adalah, menanamkan rasa cinta pada ibadah puasa, bukan trauma karena merasa disiksa untuk berpuasa.
Penutup
Menjalani ibadah puasa bagi anak yang baru belajar memang menantang, tetapi dengan pendampingan yang tepat dari orang tua, pengalaman ini bisa menjadi hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka. Anak yang mengeluh saat puasa adalah satu tahap dalam pembelajaran ini.
Selain itu, kita bisa mendukung puasa anak dengan memberinya Syifa Kids Propolis supaya daya tahan tubuhnya lebih kuat. Terbuat dari Curcuma domestica, Curcuma xanthorrhiza, propolis, hingga madu, produk ini mampu meningkatkan imunitas dan menyediakan nutrisi pendukung saat ia puasa di bulan Ramadan.
