Ternyata Ada Anak yang Alergi Buah, Ketahui Cirinya Berikut!

Ternyata Ada Anak yang Alergi Buah, Ketahui Cirinya Berikut!

Umumnya, ketika kita bicara alergi makanan, yang terlintas pasti kacang-kacangan, susu sapi, atau telur. Tapi, pernahkah terpikir bahwa buah-buahan segar kesukaan si kecil juga bisa memicu reaksi alergi? Iya, meski mungkin jarang, ternyata ada anak yang alergi buah.

Benar, ada kondisi alergi buah yang mungkin jarang kita dengar, dan uniknya, reaksi ini umumnya hanya ringan dan cepat hilang, sehingga jarang kita sadari. Meskipun begitu, tentu saja rasa gatal pada anak setelah makan buah bisa membuat kita khawatir, kan?

Mengenal Alergi Buah

Anak Alergi Buah

Secara sederhana, alergi buah adalah saat sistem kekebalan tubuh (pasukan pelindung di tubuh kita) menganggap zat tertentu dalam buah (yang disebut alergen) sebagai ancaman berbahaya. Saat tubuh salah menganggap zat dalam buah sebagai ancaman, maka akan muncul reaksi alergi.

Dalam melawan ancaman tersebut, proses alergi terjadi dalam dua tahap. Saat paparan alergen pertama kali masuk ke tubuh, sistem kekebalan akan mencatat zat dalam buah tersebut sebagai musuh. Lantas, hal tersebut akan menimbulkan reaksi lanjutan dari tubuh.

Ketika zat alergen yang sama masuk lagi, tubuh langsung melepaskan antibodi yang memicu pelepasan histamin. Pelepasan histamin inilah yang akhirnya menimbulkan gejala alergi, seperti rasa gatal atau bengkak. Pada alergi buah, salah satu pemicu utamanya adalah protein nabati yang bernama profilin.

Apa Saja Pemicu Alergi Buah pada Anak?

Ibu, sebagian besar kasus alergi terhadap buah-buahan pada anak dan remaja bukanlah alergi seperti halnya alergi makanan, melainkan karena adanya reaksi silang. Ada dua kondisi utama yang sering menjadi pemicunya. Apa saja kondisi penyebab alergi buah tersebut?

1. Sindrom Alergi Oral (SAO)

Inilah jenis alergi buah yang paling umum terjadi. SAO terjadi karena protein pada buah tertentu, mirip dengan protein yang kita temukan pada serbuk sari (pollen) dari pohon atau rumput (misalnya serbuk sari tumbuhan birch atau ragweed).

Karena kemiripan ini, sistem kekebalan yang kepalang sudah sensitif terhadap serbuk sari jadi salah menduga dan bereaksi terhadap protein buah. Beberapa pemicunya ada pada buah-buahan berikut. Apa saja?

  • Dari jenis serbuk sari pohon birch, ada apel, ceri, kiwi, persik, pir, plum, almond, kenari, dan wortel.
  • Dari jenis serbuk sari rumput, ada melon, jeruk, persik, dan tomat.
  • Kemudian dari jenis serbuk sari tanaman ragweed, ada pisang, timun, dan biji bunga matahari.

2. Alergi Lateks

Jika si kecil sensitif terhadap protein tertentu yang ada dalam karet lateks (misalnya pada sarung tangan hingga balon), ada kemungkinan ia juga sensitif terhadap buah-buahan yang memiliki protein mirip lateks, seperti alpukat, pisang, kiwi, aprikot, mangga, nangka, leci, dan kelapa.

Apa Saja Ciri dan Gejala Alergi Buah?

Ilustrasi Kulit Gatal

Untungnya, alergi yang berhubungan dengan serbuk sari (SAO) ini jarang ditemukan pada balita. Justru, SAO ini sering dialami oleh anak usia 10 tahun ke atas, remaja, dan dewasa muda. Selain itu, menariknya lagi, mereka bisa tiba-tiba sensitif meski sudah memakan buah tersebut bertahun-tahun.

Reaksi alergi biasanya muncul hanya dalam hitungan menit setelah konsumsi buah. Ciri khas SAO adalah gejala ringan dan terlokalisasi. Gejala alergi umumnya hanya berlangsung singkat (beberapa detik atau menit) dan cenderung cepat hilang.

  • Rasa gatal, kesemutan, atau bengkak ringan pada bibir, lidah, dan area dalam mulut.
  • Tenggorokan terasa gatal.
  • Ruam atau gatal pada kulit.
  • Bersin atau pilek ringan (hidung meler).

Alergi buah biasanya berlangsung singkat karena protein buah pemicu ini dapat dengan cepat dipecah oleh air liur dan tidak terlalu kuat terhadap asam di perut. Inilah mengapa SAO biasanya tidak separah alergi makanan lainnya.

Bahkan, banyak anak dengan alergi ini tidak mengalami gejala sama sekali setelah makan buah yang sudah dimasak (misalnya dalam bentuk selai atau kue). Meskipun SAO tergolong ringan, orang tua tetap perlu waspada. Ada sedikit kemungkinan reaksi parah seperti pusing, pingsan, hingga sulit menelan.

Cara Mengatasi dan Mencegah Alergi Buah

Sebelum panik dan melarang semua buah, orang tua harus memastikan gejala yang anak rasakan benar-benar alergi buah. Jika perlu, lakukan pemeriksaan ke dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kemungkinan akan menyarankan tes alergi makanan, seperti tes tusuk kulit atau tes darah.

Jika sudah terkonfirmasi alergi buah, cara terbaik adalah menghindari buah pemicu. Selain itu, selalu baca label komposisi pada produk makanan yang dibeli. Pastikan terbebas dari buah yang bisa memicu alergi. Ini juga termasuk produk non-pangan yang mengandung ekstrak buah, seperti sabun atau skincare.

Dalam banyak kasus alergi SAO, memasak buahnya terlebih dulu bisa menjadi solusi yang ampuh. Panas bisa menghancurkan dan mengubah protein penyebab alergi, sehingga pemicu alerginya akan hilang. Cara masaknya bisa dengan metode panggang, rebus, atau ubah menjadi selai.

Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif melawan gejala alergi dan gatal.

Syifa Kids Lergital Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?