Saat diare menyerang si kecil, salah satu pemandangan yang paling membuat hati orang tua miris adalah melihat badan anak terkulai lemas tak berdaya. Memang, bukan hanya buang air besar (BAB) saja yang encer, diare juga bisa melemahkan tubuh anak lantaran banyak zat penting ikut terbuang.
Rasa lemas ini adalah alarm dari tubuh anak bahwa ada sesuatu yang hilang, mulai dari cairan tubuh (dehidrasi), garam penting (elektrolit), hingga energi dari makanan. Lantas, apa yang sebetulnya terjadi pada tubuh anak, dan apa langkah yang tepat untuk mengatasinya?
Kenapa saat Diare Bikin Tubuh Anak Lemas?
Bu, meskipun terlihat sepele, diare pada anak harus kita waspadai karena tubuh mereka jauh lebih rentan terhadap kekurangan cairan ketimbang orang dewasa. Berikut adalah 3 alasan utama mengapa si kecil bisa kehilangan energinya saat diare.
1. Dehidrasi

Ini adalah penyebab nomor wahid kenapa anak mendadak lemas. Saat diare, usus anak bekerja keras mengeluarkan banyak cairan melalui BAB, dengan frekuensi yang sering. Jika cairan yang keluar tidak segera ia ganti, anak akan rentan mengalami dehidrasi.
Dehidrasi inilah yang menyebabkan gejala lemas, kantuk, dan mudah lelah. Bu, ingat, karena rasio cairan tubuh anak lebih tinggi terhadap berat badan mereka, dehidrasi pada tubuh anak bisa terjadi jauh lebih cepat dan lebih parah ketimbang pada orang dewasa!
2. Kehilangan Elektrolit
Selain air, tubuh si kecil juga kehilangan banyak elektrolit atau mineral-mineral penting seperti natrium, kalium, dan klorida. Ibu, elektrolit ini sangat vital. Elektrolit di dalam tubuh ibaratnya listrik yang bertugas menjaga fungsi sel, saraf, dan otot.
Ketika jumlah elektrolit berkurang signifikan (disebut gangguan keseimbangan elektrolit), otot-otot si kecil tidak bisa bekerja optimal. Inilah yang memicu gejala seperti rasa lemas, lesu, bahkan bisa menyebabkan kram otot juga.
3. Kekurangan Nutrisi
Badan anak yang lemas dan lesu saat BAB terus-menerus, juga bisa timbul karena tubuhnya yang kekurangan nutrisi. Selain itu, saat usus sedang meradang karena diare, makanan dan minuman yang ia konsumsi tidak sempat tercerna dan terserap secara optimal oleh usus.
Artinya, meskipun si kecil makan, tetapi karbohidrat, protein, serta lemak yang ia butuhkan untuk menghasilkan energi tidak terserap dengan baik. Pada saat yang sama, diare kerap bikin anak kehilangan nafsu makan. Gabungan dua hal ini (penyerapan buruk dan asupan kurang) membuat tubuh si kecil kehabisan energi.
Cara Mengatasi Badan Lemas karena Diare pada Anak
Ketika menghadapi kondisi ini, sebaiknya orang tua jangan panik. Nah, ada beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan di rumah untuk membantu si kecil pulih dan energinya kembali. Apa saja cara mengatasi anak lemas saat diare?
1. Pemberian Cairan Oralit
Cara paling penting untuk mengatasi lemas karena diare adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi dengan cepat. Bu, salah satu asupan yang bisa menjadi andalan ialah oralit. Kita bisa membuatnya sendiri dengan mencampurkan air, gula, dan garam untuk anak minum.
Berikan oralit sedikit demi sedikit, tetapi sering, terutama setelah setiap kali si kecil BAB encer. Ibu bisa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter anak untuk dosis yang tepat. Pastikan si kecil minum air putih yang cukup di antara sesi minum oralit, serta konsumsi buah-buahan tinggi air.
2. Berikan Makanan yang Lunak

Mencukupi kebutuhan gizi sangat penting agar si kecil punya energi lagi. Berikan makanan yang lembut, hambar, dan mudah tercerna, misalnya nasi, bubur, pisang, roti tawar, atau kentang. Ini adalah sumber karbohidrat (energi) yang aman untuk usus yang sensitif.
Namun, jangan paksa si kecil makan banyak sekaligus. Berikan makanan dalam porsi kecil, tetapi frekuensinya sering, untuk menghindari perutnya kaget dan agar usus punya waktu menyerap nutrisi.
3. Hindari Makanan Pemicu Diare
Sementara usus si kecil belum pulih benar, hindari makanan yang justru bisa memperburuk iritasi, seperti makanan tinggi lemak, berminyak, pedas, hingga minuman manis, soda, atau yang mengandung kafein. Bagi yang alergi dan intoleransi laktosa, susu juga kadang bisa memperparah diare.
4. Berikan Suplemen Probiotik

Bu, untuk mempercepat pemulihan, kita juga bisa mempertimbangkan pemberian probiotik. Probiotik adalah bakteri baik yang mampu membantu menyeimbangkan kembali mikrobioma usus si kecil yang terganggu akibat diare.
Dengan usus yang lebih seimbang, diharapkan BAB akan berkurang frekuensinya, dan penyerapan nutrisi bisa kembali normal lebih cepat. Pilih probiotik yang memang aman dan disarankan untuk anak-anak, atau manfaatkan probiotik alami seperti tempe, yoghurt, acar, tape, dan beberapa jenis pangan fermentasi lainnya.
5. Obati dengan Syifa Kids Diar
Obat anti-diare untuk dewasa seperti Loperamide (contohnya Imodium) tidak aman untuk anak-anak dan tidak boleh anak minum tanpa pengawasan dokter. Obat anti-muntah seperti Ondansetron juga hanya boleh anak manfaatkan atas resep dokter.
Solusi alami yang aman bagi anak diare adalah Syifa Kids Diar. Terbuat dari formulasi madu, Psidium guajava, Foeniculum vulgare, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, terbukti efektif mengurangi kontraksi usus, meningkatkan kesehatan pencernaan, melawan bakteri, hingga mematikan kuman penyebab diare.
