Penyebab Tenggorokan Anak Terasa Kering, Kasar, dan Gatal

Minum Dingin saat Hujan Bisa Bikin Anak Radang Tenggorokan?

Ibu, pernahkah melihat si kecil tiba-tiba rewel, menolak makan, atau sering berdehem seolah-olah ada yang mengganjal di lehernya? Hati-hati, bisa jadi itu adalah tanda tenggorokan si anak sedang terasa kering, kasar, dan gatal.

Melihat anak tidak nyaman pasti bikin kita ikut bad mood dan cemas, ya? Apalagi kalau ia belum terlalu pintar mengungkapkan apa yang ia rasakan. Tenggorokan kering ialah kondisi di mana lapisan lendir di tenggorokan mengering sehingga tidak bisa menjaga kelembapan saluran napas.

Penyebab Tenggorokan Anak Terasa Kering

Nah, ibarat kulit yang kering dan pecah-pecah, tenggorokan pun bisa terasa perih dan gatal saat mengering. Untungnya, ini bukanlah masalah serius dan bisa kita tangani secara mudah di rumah. Namun, supaya penanganannya tepat, kita perlu tahu dulu apa saja penyebabnya!

1. Flu dan Pilek

Flu, Salah Satu Penyebab Tenggorokan Kering, Kasar, dan Gatal

Ini adalah penyebab paling klasik. Saat musim pancaroba atau ketika ada teman sekolahnya yang sakit, virus flu dan pilek gampang sekali menular. Infeksi virus ini bisa menyebabkan radang (faringitis) yang bikin tenggorokan anak terasa gatal dan kering.

Tanda-tandanya mudah banget kita kenali dan biasanya sepaket. Selain tenggorokan kering, si kecil mungkin demam ringan, bersin-bersin, batuk, dan badannya terasa pegal linu (biasanya anak jadi malas bergerak).

2. Radang Amandel

Amandel Bisa Menular

Ibu pasti tahu amandel, kan? Organ kecil di belakang tenggorokan ini tugasnya mulia, yaitu menghalangi kuman masuk ke tubuh. Tapi, kalau si penjaga ini kewalahan melawan kuman, ia bisa saja meradang (tonsilitis). Akibatnya, produksi ludah terhambat dan tenggorokan jadi kering kerontang.

Untuk memastikan penyebabnya adalah radang amandel, coba minta anak buka mulut. Biasanya amandel terlihat merah atau bengkak. Gejala lain, termasuk sakit saat menelan (ini yang bikin anak tidak mau makan), suara serak, dan napas berbau kurang sedap.

3. Laringitis

Apakah si kecil habis teriak-teriak heboh saat bermain atau menangis dengan kencang? Hal ini bisa memicu laringitis, yaitu peradangan pada pita suara. Selain karena penggunaan suara yang berlebihan, infeksi bakteri juga bisa jadi penyebabnya.

Ciri-cirinya, suara anak berubah menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali, disertai batuk kering dan kadang demam ringan. Biasanya ini akan sembuh sendiri dalam 2 minggu dengan istirahat suara (puasa ngomong atau jangan teriak-teriak dulu).

4. Reaksi Alergi

Alergi Debu

Bu, coba cek lingkungan di sekitar rumah. Apakah ada debu menumpuk, bulu hewan peliharaan, serbuk sari bunga, atau paparan asap rokok? Benda-benda ini adalah alergen yang bisa saja memicu tenggorokan gatal dan kering secara tiba-tiba.

Kemunculannya biasanya tiba-tiba. Jika tenggorokan kering tak kunjung sembuh selama berhari-hari dan disertai hidung meler (ingus bening) serta mata berair, besar kemungkinan itu adalah alergi, bukan flu biasa.

5. Kurang Minum

Begitulah anak-anak, kalau sudah asyik bermain sering lupa minum. Padahal, mereka banyak bergerak dan berkeringat. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi air liur berkurang, dan otomatis tenggorokan akan jadi kering.

Bu, untuk mengecek apakah si kecil sudah cukup minum atau belum, coba cek warna pipisnya. Kalau warnanya kuning pekat, berarti ia butuh minum segera! Tanda lain adalah bibir pecah-pecah, anak terlihat lemas, pusing, dan jantung berdebar.

Cara Rumahan Mengatasi Tenggorokan Kering

Kalau si kecil mengeluh tenggorokannya sakit, tidak perlu buru-buru dan panik memberinya obat, ya? Bahkan sebetulnya, gejala-gejala akibat penyebab di atas, bisa sembuh sendiri seiring waktu. Untuk mendukung pemulihan, coba lakukan pertolongan pertama berikut ini!

  • Perbanyak asupan air putih. Air hangat biasanya lebih nyaman di tenggorokan yang gatal.
  • Campurkan air hangat dengan sedikit perasan lemon dan madu. Madu adalah antibiotik alami yang ampuh menenangkan radang.
  • Udara AC yang terlalu dingin dan kering bisa memperparah keadaan. Gunakan humidifier di kamar tidur, atau letakkan baskom berisi air panas di sudut kamar agar uapnya melembapkan udara.
  • Jika si kecil sudah bisa berkumur (biasanya usia sekolah), ajak ia berkumur dengan air hangat yang diberi sedikit garam. Cara ini efektif membunuh kuman.
  • Jika pemicunya alergi, coba ganti seprai, bersihkan debu, dan jauhkan anak dari asap rokok.

Meskipun biasanya bisa sembuh sendiri, kita juga harus waspada jika tenggorokan kering disertai gejala sulit bernapas, tak bisa menelan, ruam kemerahan pada kulit, demam tinggi yang tak kunjung sembuh, ada darah pada liur/muntahan, atau anak tampak sangat lemas.

Ibu juga bisa berikhtiar dengan Syifa Kids Limandel, yakni madu herbal anak yang diformulasikan dari bahan baku alami pilihan, yaitu Curcuma xanthorrhiza, Morinda citrifolia fructus, Zingiber officinale, hingga propolis. Obat herbal ini berkhasiat mengobati radang amandel, tenggorokan kering, serak, hingga gatal.

Syifa Kids Limandel Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?