Ciri-Ciri Anak Pilek karena Alergi, Apa Bedanya dengan Flu?

Minum Dingin saat Hujan Bisa Bikin Anak Radang Tenggorokan?

Ngomong-ngomong soal anak pilek, biasanya langkah pertama kita untuk mengatasinya pasti mencari obat flu, kan? Bu, tapi tunggu dulu. Kalau pileknya sering datang tiba-tiba, tanpa demam, atau muncul di jam-jam tertentu, bisa jadi itu bukan flu, melainkan reaksi alergi. Lalu, apa ciri-ciri pilek karena alergi?

Nah, sebagai orang tua, melihat si kecil harus berjuang dengan hidung meler atau tersumbat, pasti rasanya tidak tega. Membedakan pilek karena flu (infeksi virus) dan pilek karena alergi (rinitis alergi) memang agak tricky. Untuk itu, mari kita kenali perbedaanya satu-satu!

Perbedaan Dasar Pilek karena Alergi dan Flu

Ciri-Ciri Pilek karena Alergi, Apa Bedanya dengan Flu?

Bu, simpelnya begini. Flu itu disebabkan oleh virus. Saat flu menyerang, itu artinya tubuh si kecil sedang berperang melawan tamu tak diundang. Salah satu gejala yang muncul, salah satunya dan yang cukup sering adalah pilek.

Berbeda dengan pilek karena alergi, penyebabnya ialah sistem imun yang terlalu sensitif. Saat terjadi, tubuh anak bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, bulu kucing, atau serbuk sari tanaman.

5 Ciri-Ciri Pilek yang Terjadi karena Alergi

Namun sekilas, flu dan alergi memang memiliki beberapa gejala yang mirip, tetapi keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Nah, supaya penanganannya tepat, cek tanda-tanda khasnya di bawah ini untuk memastikan penyebab pilek yang si kecil derita!

1. Anak Tetap Ceria & Tidak Demam

Ibu, ini kunci utamanya. Kalau pilek karena flu, biasanya disertai demam, badan hangat, dan anak terlihat lesu atau rewel karena badannya pegal-pegal (nyeri otot). Hal ini cukup ketara, anak yang biasanya ceria akan berubah menjadi lemas dan malas gerak.

Sementara pilek pada alergi, suhu tubuh anak tetap normal. Anak biasanya masih lincah bermain dan aktif seperti biasa, meskipun hidungnya meler. Kalau si kecil pilek tapi tidak mengalami panas sama sekali, orang tua bisa curigai itu karena alergi.

2. Gatal-Gatal yang Mengganggu

Ilustrasi Kulit Gatal

Saat pilek, perhatikan gerak-gerik si kecil. Apakah dia sering menggosok-gosok hidungnya ke arah atas dengan telapak tangan? (Ini disebut allergic salute). Apakah ia suka mengucek mata sampai merah? Apakah ia mengeluh tenggorokannya gatal?

Nah, rasa gatal yang ekstrem di area mata, hidung, dan tenggorokan adalah tanda khas alergi akibat pelepasan zat histamin di tubuh. Kalau flu, jarang sekali bikin mata gatal. Jika rasa gatal menyertai pilek anak, pastikan dengan ciri-ciri yang lain, jangan-jangan ia pilek karena alergi!

3. Bersin yang Berulang

Kalau flu, bersinnya mungkin sesekali saja. Tapi kalau alergi, bersin dapat datang bertubi-tubi dalam satu waktu! Apalagi kalau si kecil baru saja masuk ke kamar yang berdebu atau habis main sama boneka atau hewan peliharaan berbulu.

Pemicu utamanya biasanya tungau debu rumah (di kasur/bantal), bulu hewan peliharaan, atau kecoak atau jamur di dinding lembap. Jika keadaan lingkungan rumah kotor dan banyak alergen, bukan tidak mungkin gejala ini akan muncul.

4. Biasanya Batuknya Kering

Tenggorokan Gatal saat Anak Batuk

Batuk karena flu biasanya basah (berdahak) dan akan sembuh seiring virusnya hilang (sekitar 1-2 minggu). Namun, kalau batuknya kering, ngikik, serta berlangsung berminggu-minggu (kronis), itu bisa jadi tanda alergi atau bahkan gejala asma ringan. Biasanya batuk ini makin parah di malam hari saat udara dingin.

5. Ingus Bening & Encer

Saat anak pilek, coba cek warna cairan ingusnya. Pada alergi, cairan ingus biasanya bening dan encer seperti air. Hidung tersumbatnya bisa berlangsung lama banget dan bikin si kecil terus-terusan bernapas lewat mulut.

Sementara pada pilek karena flu, cairan ingus awalnya bening, tapi lama-lama bisa berubah jadi kental, kuning, atau kehijauan. Ini tanda tubuh sedang melawan infeksi. Cairan saat flu mengental karena sistem imun sengaja memproduksi banyak lendir yang mengandung protein dan sel darah putih untuk melawan virus.

Pertolongan Pertama saat Anak Pilek karena Alergi

Bu, kalau setelah kita cek ternyata gejalanya mengarah ke alergi, penanganannya tentu beda banget sama flu. Pada kondisi ini, obat penurun panas tak akan mempan. Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa orang tua lakukan.

  • Lakukan bersih-bersih. Ganti seprai, sarung bantal, dan gorden secara rutin. Vakum kasur dan sofa, serta bersihkan boneka-boneka bulu yang sering jadi sarang debu. Ibu juga bisa bantu bilas hidung anak dengan semprotan nasal hygiene untuk membuang alergen yang menempel.
  • Kalau usaha rumahan belum mempan, segera bawa ke dokter anak. Jangan sembarangan beli obat warung. Biasanya dokter akan meresepkan anti-histamin, obat semprot hidung steroid, hingga dekongestan.

Nah, pilek alergi bisa berlangsung berminggu-minggu kalau pemicunya (misal debu kasur) tidak dibersihkan. Jadi, kerja sama antara pengobatan dokter dan kebersihan rumah sangat penting. Selain meminum obat anti-alergi, kebersihan juga perlu kita jaga!

Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif meredakan gejala-gejala alergi dan menekan rasa gatal.

Syifa Kids Lergital Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?