Saat demam anak sedang tinggi-tingginya, terkadang tubuhnya secara perlahan akan mulai mengeluarkan keringat. Banyak orang tua meyakini hal ini sebagai pertanda bahwa demam anak akan segera sembuh. Terlebih, saat tubuhnya berkeringat, suhu demam tubuh juga berangsur turun.
Faktanya, keluarnya keringat memang merupakan mekanisme alami tubuh anak untuk mendinginkan diri dan menurunkan suhu intinya. Meskipun begitu, menganggap anak sudah 100% sembuh hanya karena ia berkeringat bisa jadi asumsi yang kurang tepat. Nah, mari kita bedah penjelasan selengkapnya!
Tubuh Berkeringat saat Demam untuk Menurunkan Suhu

Pada dasarnya, mengeluarkan keringat adalah cara pintar tubuh untuk menurunkan suhu secara alami. Pengeluaran keringat ini bertujuan untuk mengembalikan suhu tubuh anak ke batas normal supaya organ-organ di dalamnya tetap berfungsi dengan baik.
Ibu perlu tahu, jika suhu tubuhnya terlalu tinggi (mencapai 40°C atau lebih), si kecil berisiko mengalami kondisi heatstroke atau sengatan panas. Nah, tubuh merespons bahaya ini dengan mengeluarkan banyak keringat untuk mendinginkan suhu internal tersebut.
Keringat Tidak Mengeluarkan Virus dan Bakteri Penyebab Demam
Sayangnya, berkeringat saat demam hanya membantu menurunkan suhu tubuh. Bila anak demam karena infeksi virus (seperti flu) atau bakteri, berkeringat bukanlah tanda pasti bahwa infeksi tersebut telah sembuh total.
Keringat yang mengucur deras tadi, sama sekali tidak membawa virus dan bakteri keluar dari dalam tubuh. Berbagai penelitian kesehatan pun telah membuktikan bahwa keringat yang keluar saat sakit tidak ada kaitannya dengan hilangnya virus dari dalam tubuh.
Bahkan terkadang, meski sudah berkeringat banyak, demam anak bisa saja naik lagi beberapa jam kemudian. Jadi, di kondisi ini, si kecil tetap membutuhkan perawatan yang tepat, nutrisi, dan mungkin penanganan medis dari dokter agar benar-benar pulih.
Ciri-Ciri Jika Demam Anak Akan Segera Sembuh
Demam anak pada umumnya akan membaik dalam beberapa hari, dan butuh waktu sekitar satu minggu sampai anak kembali ceria. Alih-alih cuma berpatokan dari anak yang berkeringat saat demam, coba perhatikan ciri-ciri berikut untuk memastikan kesembuhan demam anak.
- Suhu tubuh mulai stabil di angka normal (sekitar 36,5 °C hingga 37,2 °C) tanpa bantuan obat penurun panas.
- Nafsu makan setelah sakit kembali normal, dan indra penciumannya mulai membaik.
- Napas lebih lega, hidung tidak lagi mampet, dan lendir hidung (ingus) tampak lebih cair dan bening.
- Frekuensi batuk dan keluhan sakit tenggorokan jauh lebih berkurang.
- Anak mulai kembali aktif bermain dan tubuhnya terlihat lebih berenergi.
Tips untuk Menurunkan Suhu Tubuh Anak saat Demam
Jika anak mengalami flu disertai demam sedang, ada beberapa aktivitas yang bisa ia lakukan agar suhu tubuhnya berangsur menurun. Dengan suhu tubuh yang lebih rendah, si kecil akan merasa lebih nyaman sembari melakukan pemulihan.
1. Cukupi Asupan Cairan

Berkeringat saat demam bisa membuat cairan tubuhnya hilang, sehingga ia mudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi bisa membuat demam semakin parah. Jadi, pastikan ia minum yang banyak. Dan ini menjadi pertolongan pertama yang paling penting!
Dehidrasi membuat tubuh kesulitan mengatur suhu, sehingga demam bisa bertahan lebih lama atau terasa lebih parah. Dehidrasi bisa membuat gejalanya semakin parah seperti mulut kering, bibir pecah-pecah, mata tampak cekung, jarang buang air kecil, hingga rasa lemas.
2. Beri Obat Penurun Panas
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan parasetamol sebagai pilihan pertama untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Namun, penting untuk selalu membaca dosis yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter.
Ingat, jangan berikan obat penurun panas pada bayi di bawah 2 bulan tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu. Oleh karena itu, bayi dengan usia tersebut harus dibawa ke dokter terlebih dahulu sebelum diberikan parasetamol atau obat penurun panas lainnya.
3. Gunakan Pakaian yang Longgar

Hindari memakaikan anak baju berlapis atau selimut tebal. Pakaian yang terlalu tebal justru bisa menjebak panas tubuh dan membuat suhu anak semakin naik. Pilih baju dengan bahan yang ringan dan menyerap keringat. Atur juga suhu kamar agar tetap sejuk dan nyaman.
4. Kompres Hangat
Sebaiknya gunakan kompres air hangat, bukan air dingin. Kompres air dingin bisa membuat anak menggigil dan justru semakin meningkatkan suhu tubuhnya. Caranya, celupkan kain bersih ke dalam air hangat, peras, lalu tempelkan pada lipatan ketiak dan selangkangan anak selama 10-15 menit.
Obati Demam Anak dengan Syifa Kids Trupan
Demam adalah cara tubuh anak melawan infeksi. Dengan pemahaman yang tepat dan langkah penanganan yang benar, orang tua bisa lebih tenang saat menghadapinya. Kuncinya adalah jangan panik, selalu perhatikan kondisi anak, dan jangan ragu untuk menghubungi dokter jika ada hal aneh.
Ibu juga bisa memberinya Syifa Kids Trupan. Syifa Kids Trupan adalah obat herbal dari bahan alami, seperti Curcuma xanthorrhiza, Cinnamomum burmanii, Kaemferia galanga, dan madu yang bermanfaat untuk menurunkan demam. Bekerja sebagai anti-bakteri, antioksidan, anti-inflamasi, dan memberi gizi untuk anak!
