Kalau bicara soal gejala alergi, yang pertama kali terlintas di pikiran pasti hidung meler, bersin-bersin tiada henti, mata berair, atau kulit yang tiba-tiba gatal dan bentol kemerahan. Namun ternyata, alergi juga bisa menyebabkan infeksi telinga.
Iya, alergi yang sering kumat tidak hanya bikin gatal dan hidung mampet, tapi juga bisa berujung pada infeksi telinga. Kondisi ini kadang bikin rasa sakit dan tak nyaman yang luar biasa pada anak. Nah, supaya orang tua bisa lebih waspada, mari kita bahas lebih lanjut!
Kenapa Alergi Bisa Bikin Infeksi Telinga?

Jadi, saat tubuh si kecil terpapar pemicu alergi, entah itu debu, tungau, bulu kucingn, hingga dari makanan tertentu, sistem imun tubuhnya akan langsung merespons dan bereaksi. Nah, saat panik ini, tubuh melepaskan zat yang namanya histamin.
Zat histamin inilah biang kerok yang bisa memicu gejala gatal, bengkak, dan memproduksi lendir berlebih di hidung dan tenggorokan. Nah, yang menjadi masalah, lendir dan pembengkakan ini terkadang tidak cuma diam dan terjadi di hidung saja.
Di dalam telinga kita (tepatnya di bagian tengah), ada sebuah saluran kecil bernama saluran Eustachius. Fungsi saluran ini mirip seperti pipa pembuangan cairan dan kotoran. Ketika reaksi alergi muncul, lendir yang berlebih tadi bisa menumpuk dan akhirnya menyumbat salurannya.
Akibatnya, cairan menjadi terjebak dan menumpuk di belakang gendang telinga. Semakin lama dibiarkan, cairan ini akan menekan telinga dari dalam. Inilah yang bikin telinga terasa sangat tidak nyaman, nyeri, berdengung, bahkan bisa memicu bakteri berkembang biak dan menjadi infeksi telinga.
Tanda-Tanda Infeksi Telinga Akibat Alergi

Kadang kita suka bingung membedakan, ini infeksi telinga biasa atau karena alergi anak lagi kumat, ya? Biar kita tidak bingung, coba cek beberapa gejala penyertanya. Selain telinga terasa nyeri, biasanya kondisi ini dibarengi dengan tanda-tanda berikut!
- Demam yang tiba-tiba muncul.
- Telinga bagian luar tampak kemerahan dan bengkak.
- Sakit tenggorokan dan hidung mampet (karena tekanan sinus).
- Telinga terasa penuh, bindeng, atau seperti tertekan dari dalam.
- Pendengaran sedikit berkurang atau tidak sejelas biasanya.
- Ada cairan abnormal yang keluar dari dalam telinga.
- Terdengar suara letupan atau bunyi kresek-kresek” di dalam telinga.
- Pada kasus yang cukup parah, bisa bikin sakit kepala dan gangguan keseimbangan.
Nah, gejala-gejala ini bisa muncul dengan sangat cepat begitu si kecil terpapar pemicu alerginya. Tentu saja, tingkat keparahannya bisa beda-beda tiap orang. Namun, infeksi telinga akibat alergi, biasanya tak separah infeksi telinga biasa akibat virus, bakteri, atau iritasi.
Pertolongan saat Anak Sakit Telinga Akibat Alergi
Rasa nyeri dan tidak nyaman di telinga ini biasanya perlahan mereda kalau kita sudah menjauhi pemicu alerginya atau mengonsumsi obat alergi sesuai anjuran dokter. Namun, kalau nyerinya tidak kunjung hilang, coba konsultasikan ke dokter THT.
Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif meredakan gejala-gejala alergi dan menekan rasa gatal yang timbul.
