Pernahkah Ibu kaget mendengar si kecil bersin-bersin berturut-turut begitu bangun tidur? Namun anehnya, tubuhnya tidak panas, ia tetap lincah, dan menjelang siang, bersinnya hilang begitu saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Kalau hal ini memang terjadi secara rutin bahkan sampai berminggu-minggu, Ibu tidak perlu langsung panik mencari obat flu. Ternyata, bersin-bersin di pagi hari pada anak belum tentu tanda jika ia masuk angin atau influenza. Nah, berikut penjelasannya!
Penyebab Anak Bersin-Bersin Setiap Pagi
Sebenarnya, bersin adalah cara alami bagi tubuh kecil anak untuk menyapu semua kotoran, debu, atau partikel asing dari rongga hidungnya. Ketika benda asing masuk, rambut-rambut halus di dalam hidung akan menangkapnya.
Saat rambut hidung penuh dengan kotoran, saraf di hidung akhirnya mengirim pesan ke otak yang memicu sensasi rasa gatal, tubuh otomatis menyingkirkan pengganggu tersebut. Lantas, sebetulnya apa partikel penyebab hidung selalu bersin-bersin setiap pagi?
1. Alergi Pagi Hari

Ini adalah salah satu dalang paling umum di balik drama bersin pagi anak-anak. Rinitis alergi alias alergi pagi hari, terjadi di saat sistem kekebalan tubuh anak terlalu sensitif dan bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain.
Coba Ibu cek area tempat tidur. Reaksi alergi ini biasanya muncul karena anak menghirup alergen (pemicu alergi) saat ia sedang tertidur pulas. Contohnya seperti tungau atau debu dalam kasur/bantal, spora jamur di ruangan lembap, hingga bulu hewan peliharaan.
Alergen ini biasanya terhirup semalaman selama ia tertidur, dan begitu si kecil terbangun serta beraktivitas, hidungnya langsung bereaksi. Selain bersin, biasanya ini disertai dengan hidung meler, mata gatal atau berair, dan anak sering menggosok-gosok hidungnya.
2. Hidung yang Sensitif
Nah, kalau yang ini beda lagi, Bu. Rinitis non-alergi atau hidung sensitif (istilah medisnya rinitis vasomotor) memicu bersin-bersin, tapi bukan karena alergi debu atau bulu hewan. Kondisi ini juga tidak bikin mata si kecil gatal atau berair.
Para ahli percaya ini terjadi karena ujung saraf di hidung anak sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Misalnya, perubahan suhu yang drastis dari udara malam yang dingin ke pagi yang hangat, atau paparan aroma yang terlalu menyengat di pagi hari. Gejalanya berupa hidung tersumbat, meler, dan bersin-bersin.
3. Udara Kamar Terlalu Kering

Apakah Ibu selalu menyalakan AC (pendingin ruangan) setiap malam saat anak tidur? Udara AC yang dingin memang bikin tidur nyenyak, tapi di sisi lain, paparan AC semalaman bisa membuat udara di kamar jadi sangat kering.
Menghirup udara kering berjam-jam akan membuat lapisan lendir di dalam hidung anak ikut mengering. Padahal, lendir ini bertugas menjebak kotoran. Jika hidungnya kering, debu sedikit saja bisa mudah mengiritasi hidung bagian dalam. Akibatnya, begitu bangun pagi, anak langsung terkena serangan bersin bertubi-tubi!
4. Sinusitis
Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang wajah, tepatnya di area pipi dan dahi. Normalnya, sinus memproduksi lendir untuk menyapu bakteri. Namun, jika terjadi peradangan (sinusitis), rongga ini bisa bengkak, tersumbat, dan penuh dengan cairan lendir tebal.
Jika si kecil mengalami bersin pagi hari yang tak kunjung sembuh berhari-hari, disertai dengan napas yang berbau, keluhan sakit/nyeri di area wajah, dan lendir hidung yang berwarna kekuningan atau kehijauan, bisa jadi sinusitis adalah penyebabnya.
Cara Meredakan Kebiasaan Bersin Anak Setiap Pagi
Melihat anak bolak-balik bersin tentu membuat Ibu tidak tega, karena aktivitas dan mood belajarnya di pagi hari bisa terganggu. Nah, coba lakukan beberapa langkah praktis ini di rumah untuk meredakan kebiasaan bersinnya setiap pagi.
- Rutinlah mencuci sprei, sarung bantal, dan selimut menggunakan air hangat seminggu sekali untuk membunuh tungau.
- Jangan lupa cuci filter AC secara rutin minimal sebulan sekali agar debu tidak berputar-putar di udara kamar.
- Kalau kamar menggunakan AC setiap malam, coba letakkan humidifier (pelembap udara) agar udara yang dihirup tidak terlalu kering.
- Begitu anak bangun, biasakan memberinya segelas air putih hangat. Ini ampuh membantu melembapkan rongga hidung dan mengencerkan lendir.
- Untuk sementara, pastikan kucing atau anjing peliharaan tidak tidur di ranjang yang sama dengan si kecil.
Meski seringnya hanya karena alergi atau udara kering, Ibu juga tetap harus waspada. Segera konsultasikan ke dokter anak jika bersin-bersin si kecil disertai demam, nyeri, batuk berdahak, atau napas berbunyi. Dokter mungkin akan menyarankan tes alergi agar Ibu bisa tahu pasti apa pemicunya.
Nah, jika anak memiliki riwayat alergi, orang tua juga bisa menyediakan Syifa Kids Lergital di rumah. Terbuat dari formula alami Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, hingga madu, ia efektif meredakan gejala-gejala alergi dan menekan rasa gatal yang timbul.
