Anak Mual karena Telat Makan, Begini Cara Meredakannya

Anak Mual karena Telat Makan, Begini Cara Meredakannya

Sebagai orang tua, melihat anak tiba-tiba mual pasti bikin cemas, ya? Apalagi kalau penyebabnya hal sepele, yaitu karena si kecil telat makan. Namun, jangan panik dulu, ternyata mual karena telat makan ini cukup biasa terjadi.

Nah, kondisi ini ada kaitannya dengan asam lambung yang menumpuk saat perut kosong. Selain asam lambung, mual juga bisa timbul akibat gula darah si kecil menurun karena kekurangan asupan energi. Agar lebih jelas, mari kita pahami penyebabnya dan bagaimana cara ampuh untuk mengatasinya!

Kenapa Anak Jadi Mual Saat Telat Makan?

Anak Mual karena Telat Makan

Saat perut kosong, tubuh anak tetap bekerja. Perut akan memproduksi asam lambung yang sebenarnya bertugas mencerna makanan. Nah, kalau tidak ada makanan yang masuk, asam ini bisa menumpuk dan naik ke kerongkongan. Kondisi inilah yang disebut refluks asam.

Refluks asam inilah yang membuat anak merasa mual-mual, seperti mau muntah. Sering kali, mual ini juga diikuti dengan sensasi nyeri di ulu hati, yang sering kita sebut dengan istilah heartburn. Di kasus ini, asam yang seharusnya memproses makanan, akhirnya keluar karena perut si kecil kosong.

Selain itu, ada penyebab lain yang tidak kalah penting, yakni hipoglikemia. Saat anak tak makan dalam waktu lama, kadar gula darah di tubuhnya akan menurun drastis. Ibu, gula darah ini adalah bahan bakar utama tubuh dan otak. Ketika kurang, anak akan merasa mual, lemas, pusing, bahkan sulit berkonsentrasi.

Mungkin kita sering mendengar orang bilang anak masuk angin karena telat makan. Sebenarnya, istilah ini merujuk pada gejala-gejala yang mirip dengan refluks asam, seperti mual, perut kembung, dan sakit perut. Jadi, bisa dibilang, masuk angin dan refluks asam ini adalah dua hal yang saling berkaitan.

Cara Meredakan Mual karena Telat Makan

Kalau anak sudah telanjur mual karena telat makan, jangan langsung suruh dia makan dalam porsi besar, ya? Perutnya justru bisa kaget dan mualnya makin parah. Coba atasi dengan cara-cara yang lebih tepat, seperti berikut ini!

1. Berikan Makanan Pereda Mual

Ilustrasi Anak Makan Sup Ayam

Saat mual, anak mungkin tidak berselera untuk makan. Pilihlah makanan yang mudah tercerna dan tidak membebani perut, contohnya sup ayam hangat. Sup ayam tidak hanya bergizi, tetapi juga bisa membantu menenangkan perut anak yang sedang kemelut.

Selain itu, orang tua bisa memberikan minuman jahe hangat. Menurut sebuah studi, jahe sangat efektif mengurangi mual, bahkan pada ibu hamil dan pasien kemoterapi. Alternatif lainnya ada pisang, roti tawar, kentang, air kelapa muda, mint, bubur, hingga yoghurt.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Air Putih yang Cukup

Mual sering kali membuat tubuh kekurangan cairan. Minta si kecil untuk minum air putih sedikit demi sedikit. Air putih tidak punya rasa atau bau yang menyengat, jadi kecil kemungkinannya memicu mual susulan. Namun, jangan langsung minum dalam jumlah banyak karena bisa membuat perut kembung.

3. Hindari Makanan Pedas dan Asam

Lemon

Makanan pedas mengandung senyawa capsaicin yang bisa memperlambat pencernaan, sementara makanan asam seperti jeruk dan lemon justru bisa mengiritasi dinding lambung. Keduanya bisa memperparah rasa mual dan perih di perut. Jadi, tunda dulu memberikan makanan ini sampai kondisi anak membaik, ya?

4. Obati dengan Syifa Kids Vitangin

Selain dengan usaha di atas, orang tua juga bisa memberinya Syifa Kids Vitangin untuk meredakan mual. Syifa Kids Vitangin adalah formulasi sirup madu herbal yang mengandung Foeniculum vulgare, Zingiber officinale, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, dan madu.

Bahan-bahan tersebut berkhasiat untuk menenangkan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas dan kembung yang sering menjadi penyebab mual. Bahan-bahan ini juga bagus untuk menghambat reseptor serotonin dan menyeimbangkan produksi asam di saluran pencernaan.

Syifa Kids Vitangin Kemasan

BELI SEKARANG

Mencegah Mual Lebih Baik Daripada Mengobati

Cara paling efektif untuk mencegah mual akibat telat makan adalah dengan memperbaiki pola makan anak. Ibu bisa menerapkan tips-tips sederhana ini dalam rutinitas sehari-hari si kecil. Dijamin, anak tidak akan lagi telat makan!

  • Makan dalam porsi kecil, tapi sering. Ini akan menjaga kadar gula darah dan asam lambung tetap stabil.
  • Siapkan camilan sehat di tas seperti yoghurt atau biskuit gandum. Ini bisa jadi penyelamat saat anak mulai merasa lapar sebelum jam makan.
  • Pilih makanan tinggi protein dan serat. Makanan ini membuat anak kenyang lebih lama. Contohnya adalah telur, dada ayam, sayuran, dan buah-buahan.
  • Pasang alarm pengingat untuk jadwal makan anak. Jadikan ini kebiasaan baru di rumah, agar anak terbiasa makan tepat waktu.

Mual karena telat makan memang tidak nyaman, tapi biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah anak makan. Namun, jika masalah ini tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik, ya!

Cari Apa?