Anak Mual saat Mencium Bau Menyengat, Apakah Bahaya?

Anak Mual saat Mencium Bau Menyengat, Apakah Bahaya?

Melihat anak mual saat mencium bau yang menyengat, entah itu bau durian, asap rokok, atau bahkan bau pembersih lantai, pasti bisa membuat orang tua cemas. Si kecil pernah mengalaminya? Terkadang, rasa mual ini juga bisa berkembang menjadi pusing dan sakit kepala.

Bu, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh si kecil saat indra penciumannya memicu reaksi mual? Lantas, yang paling penting ialah, apakah ini pertanda sesuatu yang berbahaya? Mari kita bahas lebih dalam.

Kenapa Anak Mual saat Mencium Bau Tajam?

Anak Mual saat Mencium Bau Menyengat

Rasa ingin muntah yang timbul akibat mencium bau ternyata melibatkan hubungan yang rumit antara hidung (indra penciuman), otak (sistem saraf), dan perut (sistem pencernaan). Dan memang, kepekaan setiap anak terhadap bau bisa berbeda-beda.

Ibu, jika mendapati anak mengalaminya, jangan buru-buru memarahinya. Ini bukan drama, tetapi memang ada penjelasan ilmiah di baliknya. Berikut adalah beberapa alasan paling umum kenapa anak-anak bisa sangat sensitif terhadap bau tajam.

1. Penciuman Super Sensitif

Ibu, indra penciuman anak-anak sering kali jauh lebih peka ketimbang indra penciuman kita, orang dewasa. Sistem sensorik mereka masih dalam masa perkembangan emas dan belum banyak belajar untuk menyaring bau-bau yang tidak penting.

Nah, bisa saja bau parfum yang kita anggap wangi, justru terasa menusuk di hidung mereka. Kondisi super sensitif terhadap bau inilah yang disebut hiperosmia. Karena terlalu sensitif, tubuh mereka akhirnya bereaksi berlebihan, yang akhirnya memicu mual, pusing, atau sakit kepala.

2. Trauma dan Cemas

Anak Cemas

Ternyata, mual saat mencium bau tidak selalu murni urusan fisik saja. Faktor psikologis seperti kecemasan atau bahkan trauma juga bisa jadi pemicunya. Mungkin anak punya memori buruk di otaknya. Misalnya, jika ia pernah muntah hebat setelah mencium bau makanan tertentu.

Jika itu pernah terjadi, otaknya bisa menandai bau itu sebagai ancaman. Akibatnya, setiap kali mencium bau serupa, tubuhnya otomatis merespons dengan rasa mual. Selain itu, rasa cemas (misalnya, cemas akan sekolah, situasi baru, atau perpisahan), juga bisa membuat indra penciumannya lebih waspada.

3. Respons Rasa Jijik

Ikan Sarden Merkuri Rendah

Ini adalah mekanisme pertahanan purba tubuh kita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa saat kita mencium bau yang cenderung menjijikkan (seperti bau busuk atau amis), tubuh menganggapnya sebagai sinyal adanya potensi kuman atau penyakit.

Sebagai responsnya, sistem imun di area mulut akan aktif dan memicu rasa jijik. Nah, rasa jijik dan rasa mual ini sering kali datang dalam satu paket, untuk melindungi tubuh dari bahaya yang tercium tersebut. Jika anak mual akibat benda-benda yang ia anggap jijik, kemungkinan hal inilah penyebabnya.

4. Kondisi Medis Tertentu

Nah, ini adalah bagian yang perlu orang tua perhatikan lebih seksama. Terkadang, mual karena bau bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu yang dialami anak. Antara lain migrain, alergi atau infeksi sinus, hingga GERD (naiknya asam lambung anak).

Apakah Mual saat Mencium Bau Berbahaya?

Ini adalah pertanyaan utama yang pasti ada di benak orang tua. Dan untungnya, pada kebanyakan kasus, mual yang dipicu oleh bau tidak berbahaya. Hal ini murni reaksi sensorik yang wajar dari tubuh si kecil yang super peka dengan indra penciumannya.

Rasa mual tersebut biasanya akan langsung hilang atau berkurang drastis begitu anak menjauh dari sumber bau atau mendapat pertolongan pertama. Namun, orang tua juga perlu waspada jika mual anak disertai muntah, demam, pusing, nyeri perut, dan lainnya. Jika begitu, segera periksakan ke dokter.

Sebagai pencegahan di hari berikutnya, sebaiknya jauhkan anak dari benda yang membuat ia mual. Setiap anak itu unik, tapi ada beberapa bau yang biasanyanya sering menjadi pemicu mual, seperti makanan (durian, terasi, jengkol), kimia (karbol, kapur barus, pemutih), asap atau polusi, hingga wewangian.

Pertolongan Pertama saat Anak Mual karena Bau

Melihat si anak tidak nyaman pasti membuat kita ingin segera membantu. Jika si kecil mulai mual karena bau, orang tua bisa melakukan langkah-langkah pertolongan pertama seperti berikut ini.

  • Segera ajak atau gendong anak pindah dari area berbau menyengat ke tempat terbuka, seperti teras atau dekat jendela yang dibuka.
  • Berikan sapu tangan atau tisu yang sudah ditetesi aroma lembut yang ia sukai, seperti minyak kayu putih atau minyak telon.
  • Ajak anak untuk tenang dan bernapas pelan-pelan. Ibu bisa gunakan teknik  tarik napas perlahan dari hidung, lalu embuskan lewat mulut.
  • Air putih hangat atau teh herbal (seperti teh jahe hangat atau peppermint) bisa membantu menenangkan perutnya.
  • Jika anak mau, coba tawarkan camilan rasa netral, seperti biskuit, roti tawar, atau sepotong pisang.
  • Jangan sembarang memberikan obat anti-mual kimia tanpa resep dokter.

Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenali pemicunya, menenangkannya saat itu terjadi, dan yang terpenting, mengawasi tanda-tanda bahaya. Jika mualnya tampak lebih dari sekadar tidak suka bau, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Selain dengan usaha di atas, orang tua juga bisa memberinya Syifa Kids Vitangin untuk meredakan mual. Syifa Kids Vitangin adalah formulasi sirup madu herbal yang mengandung Foeniculum vulgare, Zingiber officinale, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, dan madu.

Bahan-bahan tersebut berkhasiat untuk menenangkan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas dan kembung yang sering menjadi penyebab mual. Bahan-bahan ini juga bagus untuk menghambat reseptor serotonin dan menyeimbangkan produksi asam di saluran pencernaan.

Syifa Kids Vitangin Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?