Siapa sih orang tua yang tidak ingin buah hatinya tumbuh tinggi, tegap, dan sehat? Memiliki postur tubuh yang tinggi semampai umumnya dianggap sebagai nilai plus. Dan salah satu caranya, sebagian orang tua meyakini jika rajin berenang bisa menaikkan tinggi badan.
Tak jarang, sebagian orang tua rela merogoh kocek untuk memasukkan anak ke les renang. Saran ini begitu populer, sampai-sampai kolam renang selalu penuh dengan anak-anak di akhir pekan. Namun, apakah benar renang secara ajaib bisa menarik tulang anak menjadi lebih panjang?
Mitos atau Fakta, Berenang Bisa Menaikkan Tinggi Badan?

Ibu, jawabannya mungkin akan sedikit mengejutkan. Namun, secara medis dan ilmiah, belum ada penelitian yang 100% membenarkan bahwa berenang secara langsung bisa menambah tinggi badan anak, meski informasi ini telah tersebar begitu luas. Kok bisa, ya?
Faktanya, tinggi badan seorang anak tidak serta-merta bertambah hanya karena dia rajin berada di dalam air. Jika si kecil berhenti berenang rutin, tubuhnya tidak akan menyusut, tapi percepatan pertumbuhannya akan kembali ke kecepatan normal sesuai faktor genetiknya.
Jadi, bisa kita bilang anggapan jika renang otomatis bikin tinggi itu kurang tepat alias mitos. Namun, meski dibilang mitos, bukan berarti kita harus memberhentikan les renang si anak, ya! Justru ada alasan ilmiah kenapa anak yang rajin renang terlihat lebih tinggi dan tegap.
- Renang bisa memperbaiki postur anak agar tetap tegap. Gerakan renang yang meregangkan otot tangan, kaki, dan punggung dapat membantu meluruskan tulang belakang yang mungkin sering bungkuk karena ia keseringan main gadget. Postur yang tegap inilah yang membuat anak terlihat lebih tinggi.
- Olahraga (termasuk renang) bisa memicu hormon pertumbuhan. Benar, olahraga intens seperti berenang merangsang pelepasan Human Growth Hormone (HGH) atau hormon pertumbuhan. Hormon ini sangat penting di masa emas pertumbuhan anak.
- Berenang bagus untuk perkembangan otot. Berbeda dengan olahraga lain, renang akan memaksa tubuh melawan massa air yang lebih berat dari udara. Ini melatih kekuatan otot dada, lengan, dan kaki secara bersamaan. Tubuh bugar, secara tak langsung juga bagus untuk pertumbuhan tulang.
Faktor-Faktor yang Menentukan Tinggi Badan Anak

Nah, daripada orang tua hanya berfokus pada satu jenis olahraga. Coba perhatikan faktor-faktor yang sebenarnya paling berpengaruh pada tinggi badan si kecil berikut ini. Menurut sumber-sumber terpercaya, ada beberapa faktor penentu tinggi badan anak.
1. Genetik (Faktor Keturunan)
Melansir dari Kids Health, genetik memegang peran terbesar. Kalau kedua orang tua tinggi, besar kemungkinan si anak juga akan tinggi. Namun, jangan berkecil hati jika orang tua bertubuh kecil. Faktor lingkungan dan nutrisi, bisa membantu si kecil tumbuh melampaui potensi genetiknya.
2. Tidur yang Cukup
Anak tidak tumbuh saat bermain, tapi saat tidur! Hormon pertumbuhan bekerja paling aktif saat anak tidur nyenyak (deep sleep). Anak usia sekolah membutuhkan tidur 10-12 jam per malam. Jadi, pastikan anak tidak begadang main game ya! Kurang tidur bisa menghambat tinggi badannya.
3. Rajin Berolahraga
Selain renang, olahraga seperti basket, lompat tali (skipping), atau sekadar lari-larian di taman juga sangat bagus. Intinya adalah membuat tulang dan otot aktif bekerja untuk merangsang pertumbuhannya. Anak yang aktif jauh lebih sehat dan tumbuh lebih baik ketimbang yang hanya duduk diam di depan TV.
4. Asupan Nutrisi Memadai
Ibu, ini dia faktor kuncinya selain genetik. Renang atau olahraga setiap hari tidak akan maksimal kalau bahan bakar di tubuhnya kosong. Pastikan piring makan si kecil kaya akan asupan protein, kalsium, vitamin D, zat besi, hingga zinc.
Protein adalah fondasi untuk membangun sel tubuh, kita bisa mendapatkannya dari telur, daging sapi, daging ayam, dan ikan. Sementara kalsium dan vitamin D, krusial untuk tulang, bisa kita dapatkan di produk susu. Sementara zat besi dan zinc, supaya metabolisme lancar, ada di sayuran hijau.
Renang adalah olahraga yang luar biasa untuk melatih postur tegap dan merangsang hormon, yang pada akhirnya mendukung potensi tinggi maksimal. Namun, jangan lupa padukan dengan makanan bergizi, tidur yang cukup, dan dukungan penuh orang tua akan pertumbuhannya.
Orang tua dapat mendukung pertumbuhan anak dengan Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari formulasi Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat menjaga nafsu makan, imunitas, memenuhi kebutuhan gizi, dan mendukung pertumbuhan.
