Bu, pernahkah merasa pusing melihat anak yang kalau pulang sekolah langsung asyik main game atau scroll HP sampai lupa waktu? Apalagi kalau sudah rebahan sambil ngemil, rasanya susah sekali menyuruh mereka bergerak, kan? Nah, inilah salah satu alasan kenapa anak perlu ikut ekstrakurikuler.
Sebagai orang tua, wajar kalau kita cemas. Kita tentu ingin anak-anak fokus belajar, tapi di sisi lain, nilai rapor yang bagus saja rasanya belum cukup untuk bekal mereka di masa depan, bukan? Di sinilah pentingnya peran ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah.
Ekskul, ternyata bukan sekadar kegiatan buang-buang waktu sepulang sekolah. Bisa jadi, ini adalah kegiatan yang bisa mengasah bakat terpendam si anak. Kali ini, kita akan membahas, kenapa sih kegiatan ini sangat penting untuk anak.
Apa Sebenarnya Ekstrakurikuler Itu?

Singkatnya, ekskul adalah kegiatan di luar jam pelajaran kelas yang dirancang oleh sekolah untuk mengembangkan kepribadian, minat, dan bakat anak. Bu, pemerintah kita, melalui Kemdikbud, sebenarnya membagi ekskul ini jadi dua. Apa saja itu?
Pertama, ekskul wajib seperti Pramuka yang berguna untuk membentuk mental mandiri. Kedua, ekskul pilihan yang bisa disesuaikan dengan hobi anak, bentuknya mulai dari olahraga (sepak bola, voli, basket), seni (melukis, menari), hingga sains dan kegiatan keagamaan.
Kenapa Anak Perlu Ikut Ekstrakurikuler?
Mungkin kita sebagai orang tua bertanya-tanya, kenapa anak perlu ikut ekstrakurikuler di sekolah? Kira-kira, anak capek apa tidak jika ikut ekskul sepulang sekolah? Bu, rasa lelah itu pasti ada, tetapi manfaat yang didapat dari kegiatan ini jauh lebih besar. Berikut ini buktinya!
1. Mendorong Anak untuk Bergerak
Coba perhatikan kebiasaan anak zaman sekarang. Pulang sekolah, menyalakan TV, main HP, sambil pegang camilan manis. Berdasarkan penelitian para ahli, kebiasaan rebahan sambil ngemil ini bikin anak makan tanpa sadar (kalap) dan energinya tidak terbakar.
Akibatnya, berat badan naik drastis dan berisiko obesitas. Dengan ikut ekskul, terutama olahraga, tari, atau sejenisnya, anak akan dipaksa untuk aktif bergerak. Waktu yang biasanya ia pakai untuk rebahan, jadi berganti menjadi waktu yang produktif dan membakar kalori.
2. Memperkuat Fisik dan Imunitas Anak

Anak yang rutin ikut ekstrakurikuler fisik, biasanya daya tahan tubuhnya lebih bagus alias tidak gampang sakit. Kenapa? Karena di dalam ekskul ada jadwal latihan yang teratur, termasuk pemanasan, inti olahraga, dan peregangan.
Latihan rutin ini melancarkan peredaran darah, meningkatkan kapasitas napas, dan pada akhirnya, membuat tidur mereka di malam hari jadi lebih nyenyak. Anak yang tidurnya cukup pasti tubuhnya lebih segar saat ia bangun di pagi hari!
3. Bikin Anak Bahagia
Bu, belajar di kelas itu memang menguras pikiran. Banyak PR dan ujian kadang bikin anak stres, moody, bahkan rentan depresi. Ternyata, melansir dari Hello Sehat, para ilmuwan melaporkan bahwa kegiatan ekskul yang menyenangkan bisa membantu menyegarkan kembali otak anak yang lelah.
Saat mereka berlari di lapangan atau menari-nari bersama temannya, tubuh mereka memproduksi hormon bahagia. Hasilnya, pikiran jadi jernih lagi dan mereka tidak mudah marah-marah di rumah. Secara tak langsung, ikut ekstrakurikuler memang bikin mood anak lebih bagus.
4. Membentuk Mental dan Kedisiplinan

Nilai-nilai kehidupan yang paling penting justru sering didapat di luar kelas. Lewat ekskul, anak belajar arti kerja keras. Misalnya, saat tim sepak bolanya kalah, dia bisa belajar untuk menerima kekalahan dengan lapang dada (sportif), bukan ngambek.
Saat ada jadwal latihan jam 3 sore, dia belajar untuk disiplin mengatur waktu. Ini adalah soft skill yang sangat berharga untuk masa depannya saat bekerja nanti. Tentu, belajar nilai-nilai seperti ini tak harus melalui kelas, yang kadang justru membosankan.
5. Bikin Anak Lebih Mudah Bergaul
Kalau orang tua merasa anak agak pendiam atau pemalu, ekskul berkelompok adalah obat yang paling mujarab. Di sana, mereka akan bertemu teman dari kelas lainnya, bahkan kakak atau adik kelas. Di banyak kegiatan, mereka akan bekerja secara bersama-sama.
Mereka dipaksa keadaan untuk bisa berkomunikasi, memecahkan masalah bersama, dan menurunkan ego masing-masing demi kesuksesan tim. Ini melatih kemampuan sosial anak secara alami tanpa harus digurui. Secara tak langsung, anak yang pendiam akan terlatih agar mudah bergaul di situasi ini.
6. Pintu Prestasi di Sekolah
Nah, ini yang paling disukai para orang tua. Siapa bilang ekskul mengganggu nilai akademik? Justru, anak yang otaknya sering disegarkan dengan hobi positif akan lebih mudah fokus saat belajar di kelas.
Lebih seru lagi, sertifikat kejuaraan dari ekskul (misalnya juara catur, lomba tari, atau medali pencak silat) sekarang bisa digunakan untuk mendaftar ke sekolah favorit atau perguruan tinggi bergengsi lewat jalur prestasi atau nonakademis. Keren banget, kan?
Tips untuk Orang Tua saat Anak Berminat Ikut Ekskul
- Biarkan anak memilih apa yang dia suka. Jangan sampai kita ingin anak jadi penari, padahal anaknya suka main robotika. Kalau dipaksa, anak malah stres.
- Pastikan jadwal ekskul tidak bertabrakan dengan waktu istirahat dan jam belajar wajib. Tentunya, kesehatan anak tetap wajib kita nomorsatukan.
- Hadirlah saat anak bertanding atau tampil di perlombaan sekolah. Mungkin, dukungan dari orang tua adalah hal paling berkesan bagi mereka.
Ekstrakurikuler adalah wadah terbaik agar anak tidak hanya cerdas di atas kertas, tapi juga tangguh dalam kehidupan nyata. Jadi, para orang tua, sudah siap bertanya pada si anak sore ini, kira-kira ia mau ikut ekstrakurikuler apa di sekolahnya nanti?
Selain beberapa tips di atas, orang tua juga bisa mendukung aktivitas belajar anak dengan Syifa Kids Nervita. Terbuat dari Centella asiatica, Zingiber officinale, Curcuma xanthorrhiza, dan Cinnamomum burmanii, Syifa Kids Nervita efektif untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak.
