Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Terkena Diare saat Puasa

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Terkena Diare saat Puasa

Bu, bulan Ramadan biasanya menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, ya? Apalagi, kalau si kecil sudah mulai belajar ikut berpuasa, rasanya bangga sekali melihat semangat mereka. Namun, kekhawatiran kita sebagai orang tua pasti muncul jika tiba-tiba anak terkena diare saat puasa.

Bayangkan, anak yang seharusnya ceria menunggu buka puasa, malah jadi lemas, bolak-balik ke kamar mandi, dan rewel karena perutnya sakit melilit. Sedih banget kan? Selain bikin ibadahnya terganggu, diare pada anak saat puasa juga berbahaya karena risiko dehidrasi yang lebih tinggi.

Diare memang penyakit yang umum terjadi, baik saat puasa atau di bulan lain. Nah, supaya kita tidak panik dan bisa gerak cepat, mari kita bahas tuntas, mengapa sih si kecil bisa terkena diare saat puasa, dan bagaimana cara ampuh mengatasinya, ya?

Kenapa Anak Bisa Terkena Diare saat Puasa?

Banyak orang tua kebingungan, padahal kan anak tidak makan aneh-aneh karena puasa, kok bisa diare? Nah, tunggu dulu. Ternyata ada beberapa kebiasaan saat sahur dan berbuka yang tanpa sadar bisa memicu diare di perut sensitif si kecil.

1. Kebanyakan Manisan dan Es

Anak Makan Es saat Puasa Memicu Diare

Namanya juga anak-anak, lihat es buah yang berwarna-warni atau sirup dingin pasti langsung ketagihan. Sayangnya, perut yang kosong seharian jika langsung diguyur air es atau gula berlebih (fruktosa) bisa langsung kaget (shock).

Suhu dingin yang ekstrem pada takjil es, bisa memicu kram perut, sedangkan gula berlebih bisa menarik cairan ke dalam usus yang bikin feses jadi encer. Bukan berarti es buah harus dilarang total, ya? Namun, kita perlu mengontrol jumlah, suhu, dan kandungan gulanya.

2. Jajan Takjil Sembarangan

Di bulan puasa, ada kebiasaan berburu takjil pada sore hari. Kita tidak pernah tahu pasti kebersihan air es atau wadah yang dipakai penjual. Bakteri seperti Escherichia coli atau Salmonella sering banget bersembunyi di es batu (dari air mentah) atau makanan yang terbuka.

Bu, sistem imunitas anak belum sekuat orang dewasa, jadi mereka lebih gampang terserang infeksi bakteri ini. Jadi, ketika anak terpapar bakteri, risiko mengalami gejala diare saat puasa lebih tinggi ketimbang orang dewasa sehat.

3. Tangan Kurang Bersih

Mencuci Tangan

Walaupun puasa, aktivitas main si kecil jalan terus, bukan? Kadang saat azan Magrib berkumandang, saking antusiasnya mau buka puasa, mereka lupa cuci tangan dan langsung mengambil gorengan yang ada di meja makan.

Kuman dari tangan inilah yang sering jadi biang kerok sakit perut dan diare. Tangan adalah media penularan kuman yang paling umum. Tanpa cuci tangan, kuman ikut masuk ke dalam mulut. Di dunia medis, ini disebut fecal-oral transmission (penularan dari kotoran ke mulut melalui tangan).

4. Langsung Makan Berat

Perut anak ukurannya jauh lebih kecil dari kita. Kalau saat buka puasa langsung makan nasi, lauk pauk, dan gorengan berminyak, tak heran jika sistem pencernaannya bakal kewalahan. Makanan berminyak dan bersantan susah tercerna dan bisa merangsang usus bekerja terlalu cepat.

Kalau lemak terlalu banyak, sebagian dapat tetap berada di usus dan menarik cairan, bikin tinja melunak. Selain itu, makanan berlemak juga dapat merangsang refleks gastrocolic lebih kuat, sehingga anak merasa ingin buang air lebih cepat.

5. Intoleransi Laktosa

Anak Sakit Perut Diare saat Puasa karena Intoleransi Laktosa

Bisa jadi niat kita baik, ingin kasih susu saat sahur biar anak kuat. Namun, bagi sebagian anak yang perutnya sensitif atau punya intoleransi laktosa ringan, minum susu saat perut kosong di pagi buta justru bisa memicu gas berlebih dan diare di siang harinya.

Sederhananya, susu mengandung laktosa, yaitu gula alami dalam susu. Agar bisa terserap tubuh, enzim laktase di usus halus harus memecah laktosa terlebih dahulu. Jika enzim laktase si kecil cukup, maka tak masalah. Diare karena intoleransi laktosa, bisa muncul jika enzim laktase anak sangat minim.

Cara Mengatasi Diare Anak di Bulan Puasa

Ketika menghadapi kondisi ini, sebaiknya orang tua jangan panik. Nah, ada beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan di rumah untuk membantu si kecil pulih dan energinya kembali. Apa saja cara mengatasi anak diare saat puasa?

  • Diare bikin cairan tubuh terkuras drastis. Kalau anak masih kuat puasa tapi diare ringan, pastikan saat berbuka dan sahur asupan cairannya diperbanyak.
  • Tapi, kalau diarenya frekuentif (sering), segera batalkan puasanya. Berikan cairan elektrolit (oralit) atau kuah sup hangat sedikit demi sedikit tapi sering.
  • Untuk sementara, jangan berikan dulu menu santan atau pedas. Gantilah dengan makanan lembut seperti pisang, bubur, kukusan, atau roti panggang.
  • Stop dulu pemberian susu sapi, minuman bersoda, cokelat, atau jus buah yang terlalu asam sampai diarenya benar-benar sembuh dan mampet.
  • Diare itu menguras energi. Mintalah si kecil untuk istirahat. Kurangi aktivitas main di luar rumah. Tidur yang cukup akan membantu sistem imun.
  • Bawa ke dokter jika diare tak sembuh dalam 3 hari, disertai demam, ada lendir di kotorannya, atau saat anak terlihat sangat lemas dan tak mau minum.

Bu, semoga puasa Ramadan ini si kecil sehat terus, ya? Ingat, kesehatan anak ialah prioritas nomor satu. Ibadah puasa mengajarkan kita menahan diri, tapi kalau sakit, Islam juga memberikan keringanan untuk membatalkan puasanya.

Solusi alami yang aman bagi anak diare adalah Syifa Kids Diar. Terbuat dari formulasi madu, Psidium guajava, Foeniculum vulgare, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, terbukti efektif mengurangi kontraksi usus, meningkatkan kesehatan pencernaan, melawan bakteri, hingga mematikan kuman penyebab diare.

Syifa Kids Diar Kemasan

BELI SEKARANG

Cari Apa?