Melihat anak melepeh makanan yang sudah ibu siapkan dengan penuh cinta, pasti rasanya campur aduk, ya? Ada rasa khawatir, kesal, bahkan frustrasi. Faktanya, hal ini memang wajar. Kebiasaan anak yang suka melepeh makanan memang sangat umum terjadi.
Mengapa si kecil suka melepeh makanan? Apakah ada yang salah dengan masakannya? Tenang. Seringnya, kebiasaan ini hanyalah salah satu bagian dari proses belajar mereka. Ayo, kita cari tahu penyebab dan cara mengatasinya!
Alasan Kenapa Anak Suka Melepeh Makanan
Melepeh adalah kebiasaan saat anak mengeluarkan atau memuntahkan makanan dari mulutnya. Selain bikin meja makan berantakan, hal ini juga bisa membuat orang tua khawatir karena takut asupan gizi si kecil tidak tercukupi. Namun, ada beberapa alasan di balik perilaku ini!
1. Takut dengan Makanan Baru (Neofobia)

Apakah ibu sering memperkenalkan anak pada makanan baru? Wajar jika si kecil menolak atau melepehnya. Pada usia kanak-kanak, ia memang cenderung takut untuk mencoba hal-hal yang ia anggap baru, termasuk makanan.
Mulut mereka juga menjadi alat untuk bereksplorasi. Mereka melepeh, meludah, atau mencium makanan sebagai cara saat mempelajari tekstur dan rasanya. Kondisi ini bernama neofobia, yaitu ketakutan terhadap makanan baru. Ini adalah fase perkembangan normal dan biasanya akan membaik seiring waktu.
2. Masih Belajar Makan
Sama seperti orang dewasa saat belajar hal baru, si kecil juga butuh waktu untuk menguasai keterampilan mengunyah dan menelan. Mungkin makanan yang ibu berikan terlalu padat atau terlalu besar? Melepeh bisa jadi respons alami saat mereka berusaha menyesuaikan diri dengan makanan yang belum mereka kenal teksturnya.
3. Kekenyangan
Perut anak itu jauh lebih kecil daripada perut orang dewasa. Jika ibu memberinya porsi yang terlalu banyak, mereka mungkin akan kenyang sebelum makanannya habis. Karena belum bisa bilang, “Aku sudah kenyang,” melepeh makanan bisa jadi cara mereka berkomunikasi.
4. Tidak Suka Rasanya

Nah, sama seperti kita, anak juga punya preferensi rasa. Melepeh bisa jadi sinyal kalau mereka tidak menyukai rasa atau tekstur makanan yang ibu beri. Coba perhatikan, apakah mereka melepeh jenis makanan tertentu saja?
Jika iya, mungkin bukan masakannya yang salah, tapi cara penyajiannya atau tekstur yang kurang pas di lidah mereka. Mungkin saja, ada anak yang tidak suka makanan bertekstur lembek seperti bubur, tetapi lahap saat diberi potongan kecil sayur kukus atau daging cincang. Pernah menemuinya?
5. Kesulitan Mengunyah
Terkadang, makanan yang kita anggap mudah dikunyah justru sulit bagi si kecil. Contohnya, beberapa bagian daging yang keras atau sayuran yang berserat. Jika si kecil melepeh karena tidak bisa menelan, itu bisa jadi sinyal bahwa mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan motorik mulutnya.
Perlu dipahami bahwa kemampuan mengunyah bukanlah keterampilan yang muncul tiba-tiba, melainkan perlu waktu dan latihan yang konsisten. Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang cepat terbiasa dengan tekstur makanan padat, ada pula yang butuh lebih banyak waktu.
6. Disfagia
Pada kasus yang sangat jarang terjadi, melepeh bisa menjadi gejala kondisi medis yang bernama disfagia, yaitu kesulitan menelan. Ada beberapa ciri disfagia pada anak, misalnya kesulitan menelan, tersedak saat makan, penurunan berat badan, hingga rasa tak nyaman saat makan.
Cara Ampuh Menghadapi Anak yang Suka Melepeh Makanan
Meskipun kebiasaan ini bikin pusing, ada beberapa tips yang bisa ibu coba untuk mengatasinya. Namun ingat, kuncinya adalah sabar dan konsisten. Berikut adalah cara ampuh dalam menghadapi anak yang suka melepeh dan memuntahkan makanan!
- Beri jenis makanan sesuai tahap perkembangan. Mulailah dengan makanan yang lembut dan mudah ditelan. Lalu, secara bertahap, kenalkan tekstur yang lebih padat. Biarkan anak yang menentukan kecepatan.
- Ajak si anak belajar makan dengan benar. Jangan hanya menyuapi, biarkan mereka memegang sendok sendiri (meski berantakan) atau menyentuh tekstur makanan. Ajak mereka duduk dengan posisi tegak dan nyaman di kursi makannya.
- Beri contoh kebiasaan makan yang baik, karena anak adalah peniru yang ulung. Makanlah bersama mereka dan tunjukkan cara makan yang baik. Kunyah makanan secara perlahan, telan sebelum berbicara, dan nikmati makanan dengan santai.
- Singkirkan mainan, gadget, atau tontonan selama jam makan. Fokuslah pada makanan dan interaksi dengan si kecil. Hal ini akan membantu mereka untuk fokus dan tidak terdistraksi.
- Berikan si kecil pilihan makanan dari menu yang ibu siapkan. Tanyakan, “Kakak mau makan yang mana?” Memberi mereka sedikit opsi bisa meningkatkan semangat makan.
Melepeh adalah hal yang normal. Namun, ada kalanya orang tua perlu waspada jika ia mengalami penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, menolak semua jenis makanan, hingga batuk dan tersedak saat makan.
Ibu, menghadapi anak yang suka melepeh makanan memang butuh kesabaran ekstra. Ibu juga bisa berikhtiar dengan Syifa Kids Nafsu Makan saat anak enggan menelan makanannya. Formulasi Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica, Channa striata, propolis, dan madu di dalamnya, efektif untuk mendorong kemauan anak untuk makan.
