Buah memang selalu jadi andalan para orang tua untuk menjaga kesehatan keluarga, apalagi anak-anak. Rasanya manis, segar, dan penuh gizi. Namun, tidak jarang kita dibuat bingung, sebetulnya lebih baik minum jus atau makan buah secara langsung, ya?
Ibu, walau keduanya terlihat sama-sama menyehatkan, hasilnya pada tubuh ternyata bisa berbeda. Untuk itu, mari kita bahas bersama supaya orang tua dapat memilih yang paling tepat untuk keluarga tercinta, terlebih guna mendukung kesehatan anak-anak.
Minum Jus atau Makan Buah Langsung?

Bu, para ahli gizi sepakat, makan buah utuh secara langsung jauh lebih baik. Bahkan, walau jusnya dibuat dengan buah segar tanpa gula, tetap tidak bisa mengalahkan manfaat memakan buah secara langsung. Terlebih lagi, jika tujuan makan buah adalah menjaga kesehatan pencernaan.
Nah, ketika kita memakan buah secara langsung, serat alami di dalamnya masih utuh. Serat inilah yang membantu tubuh mencerna gula secara perlahan, membuat perut kenyang lebih lama, dan menjaga energi tubuh tetap stabil.
Sebaliknya, saat kita menjadikannya jus, seratnya banyak yang hilang karena proses penyaringan dan penghancuran. Akibatnya, tubuh akan menyerap gula sukrosa dari buah lebih cepat. Inilah yang bisa bikin anak cepat lapar lagi, atau bahkan berisiko mengalami lonjakan gula darah.
1. Jus Mempercepat Penyerapan Gula
Saat anak mengunyah buah potong, tubuh akan memecah makanan secara bertahap, mulai dari mulut, lambung, hingga usus. Proses ini membuat nutrisi, termasuk gula alami di dalam buah, menjadi terserap secara perlahan oleh tubuh.
Hasilnya, kadar gula darah tetap stabil dan anak tidak mudah drop atau rewel karena lapar tiba-tiba. Selain itu, aktivitas mengunyah juga baik untuk melatih otot mulut dan pencernaan anak, terutama pada usia balita hingga kanak-kanak.
Sementara kalau jus, apalagi yang tersaring halus, langsung masuk ke lambung tanpa proses kunyah. Gula buah (fruktosa) pun cepat terserap, sehingga kadar gula darah bisa melonjak dalam waktu singkat. Energi dari jus juga sifatnya singkat, sehingga anak mudah lapar.
2. Jus Bisa Bikin Gula Melonjak

Anak-anak memang membutuhkan energi dari gula, tapi gula yang berlebihan justru tidak baik. Jika sering minum jus manis, terutama yang ditambah gula, tubuh anak akan terbiasa dengan rasa manis dan bisa berisiko kelebihan kalori.
Dalam satu gelas kecil jus apel kemasan bisa mengandung hingga 30 gram gula, atau setara dengan 10 sendok teh? Padahal, batas aman konsumsi gula per hari menurut Kementerian Kesehatan hanya sekitar 6 sendok teh.
Menurut para ahli gizi, makan buah utuh jauh lebih baik untuk mengontrol kadar gula darah. Serat di dalam buah membantu memperlambat penyerapan gula, menjaga kolesterol tetap normal, dan menurunkan risiko obesitas serta penyakit jantung di kemudian hari.
3. Jus Buah Tidak Selalu Sehat
Sekarang ini, jus buah dalam kemasan sangat mudah untuk kita temukan di minimarket. Di labelnya tertulis “mengandung sari buah asli”, tapi jangan langsung percaya 100%, ya? Sebagian besar jus kemasan tidak sepenuhnya terbuat dari buah segar.
Betul, banyak yang ditambah zat pengawet, pemanis buatan, dan perisa tambahan agar rasanya lebih enak dan tentunya bisa tahan lama. Zat layaknya natrium benzoat, misalnya, jika anak mengonsumsi terlalu sering, bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya.
4. Jus Minim Asupan Serat

Satu hal yang sering terlupakan adalah serat. Padahal, serat dalam buah sangat penting untuk menjaga pencernaan anak agar lancar dan mencegah sembelit. Saat buah dijus dan disaring, sebagian besar seratnya hilang. Akibatnya, anak jadi cepat lapar lagi setelah minum jus.
Bu, jika ingin anak kenyang lebih lama dan tidak sering minta camilan, cobalah berikan buah potong segar seperti apel, pir, pepaya, atau pisang. Selain kaya serat, buah-buahan ini juga lembut, aman, dan bermanfaat untuk anak-anak.
Penutup
Buah adalah sumber gizi alami yang luar biasa. Tapi untuk mendapatkan manfaat terbaiknya, makan buah langsung tetap lebih baik ketimbang minum jus, apalagi yang dalam kemasan. Ibu bisa tetap berkreasi dengan buah-buahan segar agar anak tidak bosan, misalnya dibuat salad, potongan warna-warni, dan lainnya.
Untuk mendukung nafsu makan dan pertumbuhannya, orang tua bisa memberinya Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari bahan Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat menjaga nafsu makan, imunitas, dan mendukung gizi pertumbuhan.
