Sayuran memang selalu menjadi menu wajib yang selalu kita andalkan untuk memenuhi nutrisi keluarga. Tentu kita selalu berharap si kecil bisa melahap sayurnya tanpa drama. Namun, pernahkah Ibu panik karena tiba-tiba bibir si kecil bengkak, gatal, atau kemerahan persis setelah makan sayur?
Nah, rasa gatal tersebut belum tentu karena gigitan serangga. Nyatanya, alergi sayur itu memang benar adanya. Meski kasusnya memang terbilang jarang, penting banget buat kita sebagai ibu untuk tahu kenapa hal ini bisa terjadi dan jenis sayuran apa saja yang sering menjadi pemicu utamanya.
Kenapa Sebagian Anak Merasa Gatal Setelah Makan Sayur?

Secara sederhana, reaksi alergi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh si kecil sedang salah paham. Tubuh anak mengira bahwa zat protein tertentu di dalam sayuran itu adalah benda asing yang berbahaya, padahal aslinya sama sekali bukan.
Sebagai bentuk perlawanan, tubuh anak akan memproduksi antibodi khusus. Nah, antibodi ini kemudian memberikan sinyal ke sel-sel tubuh untuk melepaskan zat yang bernama histamin. Gara-gara ini, tubuh memunculkan reaksi seperti gatal, ruam merah, atau bibir yang tiba-tiba bengkak setelah makan sayur.
Selain itu, ada juga kondisi medis yang disebut pollen food syndrome (sindrom makanan serbuk sari). Biasanya, kondisi ini terjadi pada anak yang memang sedari awal punya alergi terhadap debu serbuk sari dari bunga atau rumput. Karena beberapa sayur punya struktur yang mirip, alhasil tubuh anak mengalami reaksi alergi.
Beberapa Jenis Sayur yang Kerap Memicu Reaksi Alergi
Sebenarnya, hampir semua jenis sayuran punya potensi untuk memicu alergi jika tubuh si kecil memang sangat sensitif. Namun, ada beberapa kelompok sayuran yang rekam jejaknya cukup sering menjadi penyebab utama. Berikut ini beberapa di antaranya!
1. Sayuran dari Keluarga Nightshade

Ibu jangan bingung dulu dengan namanya, ya. Keluarga tanaman nightshade (terong-terongan) ini sebenarnya adalah jenis sayuran yang hampir setiap hari kita masak di dapur. Anggotanya meliputi tomat, kentang, terong, paprika, hingga aneka cabai.
Alergi pada jenis sayuran ini biasanya dipicu senyawa alami yang bernama alkaloid. Di alam bebas, alkaloid (seperti solanin pada kentang) sebenarnya punya tugas untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Tapi pada anak yang sensitif, pencernaannya bisa bereaksi berlebihan saat memproses senyawa ini.
2. Sayur Seledri

Seledri yang aromanya bikin sayur sup menjadi segar ini ternyata juga bisa memicu alergi, Bu. Meski kasus alergi seledri lebih sering ditemukan di negara-negara Eropa (karena kebiasaan mereka memakan seledri mentah), tidak ada salahnya jika kita di sini juga tetap waspada.
Satu hal yang perlu Ibu catat adalah, zat pemicu alergi (alergen) dalam seledri itu lumayan kebal terhadap panas. Jadi, walaupun seledrinya sudah direbus lama bersama kuah kaldu ayam, misalnya, zat pemicu alerginya belum tentu hancur sepenuhnya.
Jangan Tertukar, Alergi Berbeda dengan Sensitif
Terkadang, kalau anak tiba-tiba diare atau hidungnya tersumbat setelah memakan brokoli, belum tentu itu alergi murni. Bisa jadi, si kecil hanya mengalami sensitivitas terhadap zat dalam sayuran yang bernama salisilat.
Salisilat adalah zat alami yang banyak terdapat di sayuran, seperti brokoli, bayam, kembang kol, mentimun, sampai jamur. Kalau pencernaan anak kesulitan memecah zat ini, dampaknya bisa memicu peradangan ringan yang gejalanya memang sangat mirip dengan alergi, seperti biduran atau perut kembung.
Gejala Alergi Sayur yang Wajib Ibu Waspadai
Reaksi alergi pada setiap anak itu unik dan bisa berbeda-beda, Bu. Ada yang gejalanya sangat ringan dan hilang sendiri, tetapi ada juga yang butuh penanganan dokter secepatnya. Biasanya, tanda-tanda ini muncul hitungan menit ke jam setelah sayur dikunyah. Apa saja yang perlu diwaspadai?
- Mual, muntah, atau tiba-tiba diare.
- Mengeluh sakit atau kram di area perut.
- Batuk-batuk secara tiba-tiba tanpa sebab.
- Lidah terasa kesemutan (biasanya anak rewel karena mulutnya terasa aneh/gatal).
- Bibir, lidah, atau area sekitar wajah membengkak.
- Muncul ruam gatal bergerombol (biduran) di area tubuh.
Pertolongan Pertama saat Anak Terkena Alergi Sayur
Kalau Ibu melihat anak merasa gatal setelah makan sayur dan menunjukkan gejala-gejala di atas persis, segera hentikan pemberian makanannya saat itu juga. Berikan anak air putih yang cukup untuk menenangkannya.
Jika anak mulai terlihat sesak napas, wajahnya pucat, atau lemas, jangan ditunda lagi, Bu. Segera bawa si kecil ke IGD rumah sakit terdekat, bisa jadi hal itu bisa menjadi tanda syok anafilaksis (reaksi alergi parah) yang butuh penanganan medis.
Namun, untuk mengatasi reaksi gatal dan biduran ringan di rumah, Ibu bisa melakukan tindakan antisipasi. Sebagai sesama orang tua, kami sangat merekomendasikan untuk selalu sedia Syifa Kids Lergital di kotak P3K rumah.
Produk ini diracik khusus untuk anak-anak dengan bahan alami yang aman, seperti Curcuma xanthorrhiza, Andrographis paniculata, Curcuma domestica, serta madu murni. Kombinasi formula ini terbukti efektif untuk meredakan gejala alergi ringan dan menekan rasa gatal yang bikin si kecil rewel.
