Tips Menjalani Puasa untuk Anak yang Sedang Flu dan Batuk

Tips Menjalani Puasa untuk Anak yang Sedang Flu dan Batuk

Rasanya pasti sedih melihat si kecil tiba-tiba flu dan batuk di tengah bulan puasa. Hidungnya meler, badan lemas, ditambah lagi ia sedang berlatih menahan lapar dan haus. Pertanyaan yang pasti langsung muncul ialah, anak yang sedang flu dan batuk bakal kuat puasa apa tidak, ya?

Tentu bimbang untuk menentukan apakah lebih baik membatalkan atau melanjutkan puasanya. Tenggorokan yang kering karena tidak minum seharian, memang bisa bikin batuk anak terasa sedikit lebih mengganggu. Namun, jangan salah, melanjutkan puasa justru punya manfaat bagi pemulihan si kecil.

Puasa Membantu Tubuh Anak Memerangi Virus Flu dan Batuk

Anak Flu dan Batuk saat Puasa

Ibu mungkin sering memerhatikan, ketika anak sakit, nafsu makannya pasti menurun drastis. Nah, apalagi saat puasa, asupan makanannya otomatis makin terbatas. Hanya saja, kita jangan buru-buru cemas dan menganggap ia akan kekurangan gizi, ya.

Menurut beberapa penelitian medis yang kami rangkum dari laman Hello Sehat, menurunnya nafsu makan anak di hari-hari pertama sakit itu sebenarnya ialah respons adaptasi alami tubuh. Justru, hal ini sengaja tubuh lakukan sebagai perlindungan diri.

Ibaratnya, tubuh si kecil saat itu sedang mengalihkan seluruh energinya. Kalau biasanya energi dipakai untuk mencerna makanan yang berat-berat, saat puasa energinya difokuskan penuh untuk melawan virus penyebab infeksi flu dan batuk.

Selain itu, puasa membatasi asupan zat besi dan seng sementara waktu. Padahal, virus dan bakteri itu butuh nutrisi tersebut untuk bisa berkembang biak. Jadi, dengan berpuasa, tubuh si kecil secara cerdas sedang memutus rantai makanan si virus agar cepat mati dan terbuang dari tubuh.

Cara Tepat Mendampingi Anak Puasa saat Flu dan Batuk

Namun, meski puasa sendiri punya manfaat untuk pemulihan flu dan batuk anak, gejalanya tetap saja sangat mengganggu. Supaya si kecil tetap nyaman puasanya dan lekas sembuh, orang tua bisa menerapkan beberapa tips simpel ini.

1. Menyesuaikan Menu Sahur dan Berbuka

Ilustrasi Anak Makan Sup Ayam

Tenggorokan anak butuh sesuatu yang hangat dan lembut. Tenggorokan memang cenderung lebih sensitif dan mudah teriritasi saat flu. Jika orang tua salah memberi makan, bisa-bisa gejalanya di tenggorokan malah semakin parah.

Singkirkan dulu gorengan. Coba buatkan sup kaldu ayam hangat yang kaya rempah, atau sayur bening. Jangan lupa selipkan buah-buahan tinggi vitamin C yang rasanya segar dan disukai anak, seperti potongan jeruk manis, mangga, atau pepaya untuk mendongkrak imun tubuhnya.

2. Kawal Terus Asupan Cairannya

Air Putih yang Cukup

Kunci utama penyembuhan flu adalah hidrasi. Cairan bisa membantu mengencerkan ingus dan dahak. Flu terkadang juga disertai gejala demam, hal ini bikin cairan tubuh anak gampang menguap melalui keringat dan napas.

Pastikan si kecil minum air putih yang cukup (sebaiknya hangat) mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Ibu juga bisa memberikannya minuman hangat ekstra seperti wedang jahe madu atau teh manis hangat. Sedikit tambahan garam pada makanannya juga bagus untuk mengganti elektrolit.

3. Perbanyak Waktu Istirahat

Flu

Nah, ini yang paling krusial. Sepulang sekolah atau di siang hari, kurangi screen time (main HP) si kecil dan minta ia untuk tidur siang. Saat anak tertidur pulas, fungsi sistem kekebalan tubuhnya sedang bekerja di tingkat paling puncak.

Tubuhnya akan meningkatkan produksi sitokin, protein penting yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Inilah kenapa anak yang cukup tidur, biasanya lebih cepat pulih sakitnya. Tidur siang, terlebih saat puasa, juga bisa bantu pulihkan energi anak.

4. Atur Jadwal Minum Obat

Bu, puasa bukan berarti berhenti minum obat, ya. Konsultasikan dengan dokter anak mengenai perubahan jadwal minum obatnya. Namun biasanya, obat batuk dan flu bisa disesuaikan untuk diminum saat sahur dan berbuka agar proses penyembuhannya tidak terputus.

Untuk mengatasi anak flu dan batuk saat puasa, kita juga bisa memberinya Syifa Kids Fluba. Terbuat dari Curcuma xanthorrhiza, Kaemferia galanga, Cinnamomum burmanii, dan Clerodendrum serratum. Efektif sebagai anti-bakteri, penguat imunitas, peluruh lendir, hingga penangkal radikal bebas.

Syifa Kids Fluba Kemasan

BELI SEKARANG

Penutup

Bu, walaupun puasa itu baik, kita tetap harus memantau kondisi anak, ya. Jikalau demamnya tiba-tiba tinggi, anak terlihat sangat dehidrasi (lemas, buang air kecilnya sangat pekat/jarang), atau muntah-muntah, jangan ragu untuk membatalkan puasanya. Kesehatan si kecil tetap nomor satu.

Dalam kondisi itu, melanjutkan puasa justru bisa memperburuk keadaan karena tubuh anak butuh cairan, energi, dan elektrolit dengan segera. Terlebih, anak memang lebih rentan dehidrasi dan komplikasi ketimbang orang dewasa. Saat puasa, risiko ini bisa meningkat terutama jika anak sedang tidak sehat.

Cari Apa?